Home BudayaApam Bajuruh Banjar: 9 Rahasia Kue Wajan Bernama Sirop Gula Khas Kalimantan Selatan 2026

Apam Bajuruh Banjar: 9 Rahasia Kue Wajan Bernama Sirop Gula Khas Kalimantan Selatan 2026

by adminkumbaya

Apam bajuruh banjar, atau cukup apam bajuruh di lidah orang setempat, adalah kudapan dari Kalimantan Selatan yang dibuat dari tepung beras, dimasak di atas wajan dengan tungku, lalu dimakan bersama kuah gula merah dan santan. Entri ensiklopedianya hanya empat kalimat, tetapi empat kalimat itu menyimpan banyak pertanyaan yang jarang ditanyakan orang.

Artikel ini tidak menyalin resep, sebab sumber yang ada memang tidak memuat takaran. Kita akan membaca nama, alat masak, sirop, dan pasar tempat kue ini dijual, lalu menandai dengan jujur bagian mana yang terbukti, mana yang hanya tafsiran, dan mana yang belum punya jawaban sama sekali.

Apam bajuruh banjar, kue beras berkuah gula merah dan santan dari Kalimantan Selatan
Apam bajuruh. Foto: Wadaihangit, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Daftar Isi

Sepiring Apam Bajuruh Banjar Yang Berkuah Manis

Menurut halaman Wikipedia bahasa Indonesia, apam bajuruh adalah makanan khas tradisional Kalimantan Selatan berupa camilan ringan dari tepung beras yang dimasak di atas wajan memakai tungku. Kue ini disajikan dengan menyiramkan kuah manis dari gula merah dan santan, sehingga rasanya manis sekaligus gurih.

Empat Kalimat Dalam Entri Wikipedia Indonesia

Kalimat pertama menyebut asal, kedua bahan dan alat, ketiga cara sajian, keempat aroma dan popularitas. Tidak ada satu pun angka: tidak ada takaran, suhu, lama masak, atau tahun. Bagian referensinya, ketika artikel ini disusun, hanya berupa judul tanpa isi, jadi setiap klaim di sana belum bisa ditelusuri.

Ringkasan Cepat Tentang Apam Bajuruh Banjar

Kalau harus diringkas dalam satu napas: tepung beras, wajan atau rinjing, tungku, kuah gula merah bersantan, dan disantap hangat. Hanya lima ciri itu yang disebut sumber. Semua uraian lain dalam artikel ini adalah pembacaan atas lima ciri tersebut, ditambah kamus, halaman kerabat, dan video di lapangan.

Asal Kata Apam Bajuruh Banjar Menurut Kamus

Kata apam sudah kita kenal dari kue apem Jawa. Kata bajuruh lebih menarik. Halaman Wiktionary bahasa Indonesia mencatat juruh sebagai cairan kental yang terbuat dari gula kelapa atau gula jawa, dan menyalin contoh kalimat dari kamus resmi: apam baru berasa enak jika diberi juruh.

Juruh Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Entri itu merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi VI daring, terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tahun 2016. Artinya kata juruh bukan istilah pinggiran. Ia kata baku yang sudah masuk kamus nasional, lengkap dengan definisi bahan dasarnya, yaitu gula kelapa atau gula jawa yang dimasak hingga kental.

Contoh Kalimat Kamus Yang Menyebut Apam

Dari sekian kalimat yang bisa dipakai untuk mencontohkan juruh, penyusun kamus memilih apam. Itu tafsiran, bukan bukti: mungkin bagi mereka apam dan juruh pasangan yang begitu lazim sehingga otomatis terpikir. Namun pilihan itu cocok sekali dengan nama kue Banjar yang sedang kita bahas.

Awalan Ba Dalam Bahasa Banjar

Bahasa Banjar memakai awalan ba- yang kira-kira setara ber- dalam bahasa Indonesia. Kita melihatnya pada bingka barandam, kue babungku, dan apam barenda. Maka bajuruh dapat dibaca berjuruh: apam yang bersirop gula. Sekali lagi ini pembacaan saya, sebab tidak ada sumber yang menjelaskan nama itu secara eksplisit.

Apam Bajuruh Banjar Dan Sirop Bernama Juruh

Dua sumber di Wiktionary memberi gambaran sirop yang lengkap. Kamus nasional menyebut juruh sebagai cairan kental dari gula kelapa atau gula jawa, dan menyebut kinca sebagai air gula, tengguli, atau sirop gula. Keduanya sama-sama menjelaskan sesuatu yang dituang ke atas kue, bukan adonan di dalamnya.

Kinca Sebagai Nama Lain Sirop Gula

Halaman kinca hanya memuat satu baris definisi: air gula, tengguli, sirop gula. Kata tengguli tidak dijelaskan lebih jauh di sana. Jadi lapisan bahasa di sekitar apam bajuruh setidaknya punya tiga kata untuk satu hal, yaitu juruh, kinca, dan tengguli, sementara orang Banjar memakai gula habang untuk bahan bakunya.

Juruh Bahasa Using Berisi Santan Juga

Halaman juruh juga mencatat makna kata itu dalam bahasa Using, bahasa Banyuwangi: kuah kental dari santan dan gula jawa. Itu persis dua bahan kuah apam bajuruh menurut Wikipedia. Kecocokan definisi bukan bukti pinjaman kata, tetapi cukup menarik untuk dicatat sebagai petunjuk arah penelitian.

Tiga Nama Wajan Untuk Apam Bajuruh Banjar

Halaman Wikipedia bahasa Indonesia menulis wajan, halaman bahasa Banjar menulis rinjing, dan kamus mencatat kuali. Tiga kata itu menunjuk alat yang sama, tetapi setiap kata membawa sejarahnya sendiri. Bagi kue dari adonan cair, pilihan kata bukan soal sepele, sebab bentuk alas alat ikut menentukan bentuk kue.

Rinjing Menurut Kamus Besar Dan Bahasa Banjar

Halaman rinjing di Wiktionary mencatat dua makna yang berlawanan. Kamus nasional: bakul bertangkai dari anyaman bambu. Bahasa Banjar: kuali, dengan contoh kalimat manyanga karupuk di rinjing, artinya menggoreng kerupuk di kuali. Satu kata, dua benda, dan hanya satu yang bisa dinaikkan ke atas api.

Halaman Rinjing Yang Menerjemahkan Halaman Wajan

Halaman Rinjing di Wikipedia bahasa Banjar menulis bahwa dalam bahasa Indonesia rinjing disebut wajan, dari kata waja, terutama dipakai di Jawa dan Jakarta, sedangkan di daerah lain kata Melayu kuali lebih disukai. Urutan dan isinya sama dengan halaman wajan bahasa Indonesia, jadi tampaknya ini terjemahan, bukan uraian asli penutur.

Alat Masak Utama Apam Bajuruh Banjar

Halaman wajan mencatat alat itu berasal dari Tiongkok dan dipakai untuk menggoreng, merebus, mengukus, memanggang, dan menumis. Membuat kue tipis dari adonan cair tidak masuk daftar. Karena itu, kata wajan dalam entri apam bajuruh mungkin lebih tepat dibaca sebagai kuali lebar, bukan wok berdasar bulat yang dalam.

Proses pembuatan serabi tradisional di atas alat masak, pembanding cara memasak apam bajuruh banjar
Proses pembuatan serabi tradisional. Foto: Hersy ardianty a, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Serabi Sebagai Saudara Terdekat Apam Bajuruh Banjar

Kalau ada satu kue lain yang paling mirip dalam bahan dan cara, itu serabi. Halaman Serabi mencatat bahan dasarnya tepung beras, santan kelapa, dan garam, dengan variasi manis memakai gula serta aroma pandan atau vanila. Di Jawa dan Lampung, tulis halaman itu, serabi secara tradisional dimasak di periuk tanah liat kecil di atas tungku arang atau kayu api.

Serabi Dalam Serat Centhini Tahun 1814

Halaman yang sama mencatat serabi beberapa kali disebut dalam Serat Centhini, ditulis pujangga keraton Surakarta pada 1814 sampai 1823 atas perintah Pakubuwana V. Pupuh 157 bait 18 menyebut serabi sebagai jajanan halaman rumah saat pertunjukan wayang kulit malam hari, dan sembilan macam serabi menjadi sajen pertunjukan.

Periuk Tanah Liat Versus Wajan Besi

Halaman Serabi membedakan dua zaman. Serabi tradisional memakai periuk tanah liat kecil, sedangkan serabi modern seperti di Solo memakai wajan kecil. Entri apam bajuruh menyebut wajan dan tungku sekaligus, jadi tampak berada di tengah: alat logam zaman sekarang, tetapi api kayu zaman dulu.

Kue Serabi Banjar Dalam Arsip Commons

Arsip Wikimedia Commons menyimpan berkas berjudul Kue serabi Banjar 2, difoto Mia Sulisnawati dengan lisensi CC BY-SA 4.0. Saya tidak menguraikan isi foto itu karena tidak bisa memastikan kue apa yang tampak. Yang pasti, judul berkasnya memakai kata serabi untuk kudapan Banjar, bukan kata apam.

Serabi kuno dan alat masaknya, saudara terdekat apam bajuruh banjar
Serabi kuno dan alat masaknya. Foto: Hersy ardianty a, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Ketika Video Menyebut Apam Bajuruh Banjar Serabi

Kanal Lintas Banua Banjar TV memakai dua judul untuk dua liputan di Barabai: satu menyebut apam bajuruh, satu lagi menyebut apam surabi Barabai. Deskripsi liputan pertama memakai nama gabungan apam serabi bajuruh. Kanal lain, Paman Anum, menulis serabi bajuruh. Pedagang dan penonton tampaknya tidak keberatan memakai dua kata sekaligus.

Lima Belas Liter Adonan Sehari Saat Lebaran

Deskripsi video itu menyebut seorang pedagang di Pasar Keramat, Barabai, kebanjiran pembeli saat libur Lebaran dan sehari menghabiskan 15 liter adonan. Itu satu-satunya angka produksi yang saya temukan. Sebagai gambaran kasar, kalau sekali tuang memakai sekitar 60 mililiter, 15 liter setara 250 kue. Angka 60 mililiter itu asumsi saya, bukan data.

Apam Putih Bajuruh Di Barabai

Dua video pendek, dari akun Ini aku dan Hairi Yanti, memakai judul apam putih bajuruh. Kata putih menandai warna, dan warna biasanya hanya perlu disebut bila ada lawannya. Dalam catatan kami tentang apam barabai, kue itu punya versi cokelat muda dari gula aren dan versi putih dari gula pasir. Apakah ada apam bajuruh yang tidak putih belum saya temukan.

Kue serabi Banjar, kerabat apam bajuruh banjar dalam arsip Wikimedia Commons
Kue serabi Banjar. Foto: Mia Sulisnawati, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Barabai Dan Sekitarnya Menjual Apam Bajuruh Banjar

Kabupaten Hulu Sungai Tengah beribu kota Barabai, seluas 1.472 kilometer persegi dengan 272.140 jiwa pada 2025, bermotto Murakata, singkatan mufakat, rakat, dan seiya sekata. Pengantar halaman kabupaten menyebut makanan khasnya apam barabai dan pakasam. Apam bajuruh tidak disebut di sana, padahal video lapangan menempatkannya di pasar kota ini.

Pasar Keramat Barabai Dan Halaman Kosongnya

Wikipedia bahasa Indonesia tidak punya halaman untuk Pasar Keramat, Barabai. Satu-satunya keterangan tempat itu berasal dari deskripsi video berdurasi 87 detik. Ini pola yang sering terjadi pada pasar tradisional: ramai dikunjungi, tetapi nyaris tak tercatat di ensiklopedia, sehingga pengetahuan tentangnya hidup di lidah dan kamera ponsel.

Foto Pasar Barabai Dari Koleksi Tropenmuseum

Di Commons ada foto koleksi Tropenmuseum berjudul Gezicht over de markt in Barabai dan Marktdag te Barabei Zuidoost-Borneo. Artinya pemandangan pasar dan hari pasar. Saya tidak menemukan keterangan tahun yang pasti, jadi foto itu hanya bukti bahwa pasar Barabai sudah menarik perhatian juru foto pada zaman kolonial.

Restoran Barabai Yang Difoto KITLV

Arsip KITLV juga memuat Barabai restaurant te Barabai dan foto perayaan Koninginnedag di restoran itu. Tidak ada kaitan langsung dengan apam bajuruh, dan saya tidak ingin memaksakannya. Catatan ini cukup menunjukkan bahwa Barabai sudah punya tradisi makan di luar rumah pada masa Hindia Belanda.

Pemandangan pasar di Barabai zaman kolonial, tempat apam bajuruh banjar kini dijajakan
Gezicht over de markt in Barabai. Koleksi Tropenmuseum, Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.

Pasar Subuh Barabai Menjual Apam Bajuruh Banjar

Salah satu video yang muncul saat mencari apam bajuruh berjudul panjang: Pasar Subuh Barabai, pusat jajanan tradisional, apam bajuruh, patah, pakasam, wadi, jaruk tarap, kalangkala. Judul itu praktis menjadi daftar belanja. Apam bajuruh berbaris bersama wadai patah, ikan fermentasi, dan asinan buah dalam satu pasar.

Wadai Patah Dan Kawan Sepasar

Commons memiliki foto berjudul Wadai Patah, dari kumpulan foto wadai Banjar yang sama dengan wadai ipau dan wadai lempeng. Saya tidak tahu wujud patah dari foto itu dan tidak akan menebaknya. Yang bisa dikatakan, apam bajuruh berbagi meja dengan wadai lain yang lebih sering ditemui di pasar daripada di buku.

Pakasam Wadi Dan Jaruk Tarap Berdampingan

Deretan judul itu mencampur manis dan asam-asin. Pakasam dan wadi olahan fermentasi, jaruk tarap buah yang diasinkan. Kombinasi ini mengingatkan bahwa apam bajuruh tampaknya tidak dijual di toko kue khusus, melainkan di pasar yang menjual lauk. Kita sudah membahas pekasam dan jaruk banjar di artikel lain.

Hari pasar di Barabai zaman kolonial, latar tradisi jajanan apam bajuruh banjar
Marktdag te Barabei. Koleksi Tropenmuseum, Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.

Keluarga Apem Di Sekitar Apam Bajuruh Banjar

Halaman Apem menyebut kue itu terbuat dari tepung beras yang didiamkan semalam dengan telur, santan, gula, tape, dan sedikit garam, lalu dibakar atau dikukus. Bentuknya mirip serabi tetapi lebih tebal, dan asalnya disebut Jawa. Jadi dua kue terdekat apam bajuruh, serabi dan apem, sama-sama punya jejak Jawa menurut ensiklopedia.

Legenda Ki Ageng Gribig Dan Yaqowiyu

Menurut legenda di halaman Apem, kue ini dibawa Ki Ageng Gribig, keturunan Prabu Brawijaya, sepulang dari tanah suci. Karena jumlahnya sedikit, istrinya membuat lagi. Ketika orang berebut, Ki Ageng meneriakkan yaqowiyu, Tuhan berilah kekuatan. Nama apem disebut berasal dari bahasa Arab affan yang berarti ampunan.

Sesajen Dhammong Madura Dan Tahlilan

Halaman yang sama mencatat apam sebagai salah satu syarat sesajen dalam tradisi Dhammong di Madura dan sebagai penganan dalam yasinan serta tahlilan. Tidak ada catatan sejenis untuk apam bajuruh. Kue Banjar ini tampaknya hidup sebagai jajanan pasar, bukan kue ritual, tetapi itu kesimpulan dari ketiadaan bukti, yang lemah.

Kue apam mentega, kerabat kue beras dari keluarga besar apam bajuruh banjar
Kue apam mentega. Foto: Wadaihangit, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Apam Bajuruh Banjar Melawan Apam Barabai Kukus

Dalam seri kami, apam barabai adalah kue beras fermentasi dari tape singkong, tepung beras, dan gula aren, tanpa telur maupun santan, didiamkan tiga sampai empat jam lalu dikukus lima belas menit di tungku kayu. Apam bajuruh berbeda di hampir semua titik: dimasak di wajan, bersantan di kuahnya, dan disiram, bukan dikukus.

Adonan Berselang Versus Adonan Langsung

Halaman Apem dan halaman Apam bahasa Banjar sama-sama menyebut adonan didiamkan semalam. Entri apam bajuruh tidak menyebut jeda itu. Mungkin adonannya langsung dimasak seperti serabi, mungkin dibiarkan mengembang seperti apem, dan tidak ada sumber yang menjawab. Inilah lubang informasi terbesar dalam entri tersebut.

Barenda Paranggi Dan Banyiur Sebagai Kerabat

Dua kerabat apam Banjar sudah kami bahas: apam barenda dengan lubang-lubang renda, dan apam paranggi. Halaman Apam bahasa Banjar menambah apam banyiur, apam khas Kalimantan Selatan yang dikukus lalu ditaburi kelapa parut. Kata nyiur, kelapa, muncul di sana sebagai penanda pembeda.

Wadai apam Barabai yang dikukus, pembanding apam bajuruh banjar yang dimasak di wajan
Wadai apam Barabai. Foto: Ezagren, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Apam Bajuruh Banjar Dalam Wikipedia Bahasa Banjar

Halaman apam bajuruh di Wikipedia bahasa Banjar hampir merupakan terjemahan halaman Indonesia, tetapi kosakatanya khas: wadai untuk kue, galapung baras untuk tepung beras, gula habang untuk gula merah, rinjing untuk wajan, dan nyaman untuk enak. Kalimat terakhirnya menyebut bau khas kue itu berasal dari cara memasak yang masih tradisional.

Perbedaan Kecil Antara Dua Versi Bahasa

Versi Indonesia menyebut camilan dan kudapan, versi Banjar hanya kudapan ringan. Versi Indonesia menulis gula merah, versi Banjar gula habang. Versi Indonesia wajan, Banjar rinjing. Selebihnya sama, bahkan sampai jumlah kalimat. Artinya kedua halaman bukan dua kesaksian independen, melainkan satu kesaksian yang tercatat dua kali. Wikipedia bahasa Banjar juga memuat halaman kembar untuk kacang batampik dan ulin-ulin, dua kudapan yang pernah kami bahas.

Bagian Rujukan Yang Kosong Di Kedua Halaman

Kedua halaman mengakhiri teks dengan judul bagian rujukan yang tidak berisi apa pun. Konsekuensinya sederhana: seluruh klaim, dari tepung beras sampai aroma khas, belum punya sumber yang bisa diperiksa. Kita memperlakukannya sebagai catatan awal, lalu mencocokkannya dengan kamus, halaman kerabat, dan video.

Apam barenda dari Kalimantan Selatan, saudara satu keluarga apam bajuruh banjar
Apam barenda. Foto: Tim WikiPuluran dan WikiBanua, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Bahan Tepung Beras Untuk Apam Bajuruh Banjar

Halaman Tepung beras mendefinisikannya sebagai tepung dari beras yang ditumbuk atau digiling, dan menegaskan bahwa ia tidak sama dengan pati beras yang dibuat dengan merendam beras dalam larutan alkali. Bahan ini bebas gluten, sehingga bisa menggantikan tepung gandum bagi penderita intoleransi gluten.

Galapung Baras Dan Galapong Filipina

Halaman tepung beras mencatat bahwa di Filipina tepung beras disebut galapong dan dipakai untuk cascaron, kudapan dari tepung beras, gula, dan kelapa. Bahasa Banjar menulis galapung baras. Kemiripan bunyinya mencolok, tetapi saya tidak punya sumber tentang hubungannya, jadi saya mencatatnya sebagai kebetulan yang menarik.

Beras Usang Khas Hulu Sungai

Halaman Apam bahasa Banjar menyebut bahwa di Hulu Sungai, tepung untuk apam dibuat dari beras usang, yaitu beras lama. Itu tentang apam, bukan apam bajuruh, tetapi Barabai berada di Hulu Sungai Tengah. Bila pedagang di sana mengikuti kebiasaan yang sama, tepung beras tua mungkin ikut menentukan tekstur kue.

Tanpa Gluten Karena Bukan Gandum

Karena tepung beras tidak mengandung gluten, adonan apam bajuruh tidak akan meregang seperti adonan roti. Untuk kue tuang itu tidak masalah. Justru rapuhnya struktur itu diduga membuat kue mudah menyerap kuah santan, meski saya tidak menemukan sumber yang mengukur kelembutannya.

Gula Merah Sebagai Jiwa Apam Bajuruh Banjar

Gula merah dalam entri apam bajuruh bisa berasal dari aren, kelapa, atau siwalan. Halaman Gula aren menyebut pemanis ini dibuat dari nira tandan bunga jantan pohon enau, dan gula dari nira kelapa atau siwalan sering disamakan dengannya. Bahasa Banjar menyebutnya gula habang, harfiahnya gula merah.

Gula Habang Dan Enam Nama Lain

Halaman Gula aren mencatat pemanis ini juga disebut gula merah, gula kabung, gula kawung, gula kelapa, gula jawa, atau gula melaka. Enam nama tambahan untuk satu benda menunjukkan betapa luas pemakaiannya. Menurut Wiktionary, juruh dibuat dari gula kelapa atau gula jawa, dua dari enam nama itu.

Nira Direbus Di Wajan Dan Tungku

Bagian cara pembuatan gula aren menyebut nira direbus di atas tungku dalam wajan besar, dengan kayu aren tua sebagai bahan bakar terbaik. Api tidak boleh menjilat masuk ke wajan, sebab gula hangus, pahit, dan hitam. Jadi wajan dan tungku hadir di kedua ujung apam bajuruh: tempat sirop lahir dan tempat kue matang.

Tes Benang Gula Yang Tidak Putus

Kematangan gula ditandai adukan yang berat, yang bila diciduk lalu dituang kembali jatuh putus-putus, dan bila diteteskan ke air dingin membentuk benang yang tidak putus. Tes sederhana itu menunjukkan kekentalan yang dicari. Kental juruh menentukan apakah ia melekat pada kue atau sekadar menggenang di piring.

Aren Tumbuhan Yang Dilindungi Undang-Undang

Halaman Enau menutup pengantarnya dengan kalimat singkat: aren adalah tumbuhan yang dilindungi oleh undang-undang. Kalimat itu tidak menjelaskan undang-undang yang mana atau perlindungan apa. Karena itu saya tidak menarik kesimpulan tentang sirop di piring Anda; saya hanya mencatat bahwa pohon di balik gula aren punya status hukum khusus.

Pembuat gula aren yang mengolah nira, sumber gula untuk kuah apam bajuruh banjar
Sang pembuat gula aren. Foto: Iam.arianaga, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Santan Kental Yang Menggurihkan Apam Bajuruh Banjar

Halaman Santan menjelaskan santan sebagai cairan putih susu dari parutan daging kelapa tua yang dibasahi, diperas, dan disaring. Kandungannya disebut 33,80 persen lemak, 6,10 persen protein, dan 5,60 persen karbohidrat. Angka itu membantu menjelaskan mengapa kuah apam bajuruh terasa gurih: lemak yang melapisi lidah, bukan hanya garam.

Kental Dan Encer Menurut Kadar Lemak

Halaman yang sama membedakan santan kental berkadar lemak 20 sampai 22 persen dari santan encer yang hanya 5 sampai 7 persen. Santan kental disebut cocok untuk hidangan penutup dan saus yang kaya. Kuah apam bajuruh termasuk saus untuk kudapan manis, jadi santan kental adalah tebakan yang masuk akal.

Kuah Manis Gurih Apam Bajuruh Banjar

Entri Wikipedia menyebut kuah itu memberi cita rasa manis dan gurih. Dari kimia dapur sederhana, manis datang dari gula merah dan gurih dari lemak santan. Dua rasa itu tidak saling menutupi karena berasal dari dua bahan berbeda, lalu bertemu pada kue beras yang relatif netral.

Tungku Dan Api Untuk Apam Bajuruh Banjar

Halaman Tungku mendefinisikan tungku sebagai alat tempat pembakaran agar bahan bakar dapat memanaskan sesuatu. Untuk memasak, tungku tradisional memakai kayu bakar, arang, pelepah daun kelapa, sabut kelapa, atau sekam padi, sedangkan tungku modern memakai minyak tanah, gas, atau listrik dan biasa disebut kompor.

Pawon Dan Hawu Dua Nama Tungku

Halaman itu mencatat tungku besar dengan dua sampai tiga lubang masak disebut pawon dalam bahasa Jawa dan hawu dalam bahasa Sunda. Tidak ada nama Banjar di sana, dan saya tidak mengarang satu pun. Kalau Anda tahu nama tungku di Hulu Sungai, itu tambahan yang layak masuk ensiklopedia.

Sabut Kelapa Sekam Padi Dan Pelepah

Daftar bahan bakar tradisional itu menarik karena semuanya sisa pertanian: pelepah dan sabut dari kelapa, sekam dari padi. Di daerah penghasil padi dan kelapa seperti Kalimantan Selatan, api untuk apam bajuruh mungkin berasal dari limbah dua tanaman yang sama dengan tepung dan santannya.

Memasak serabi di atas tungku, gambaran api untuk apam bajuruh banjar
Masak serabi. Foto: Arief.Rachmat.1964, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Kenapa Aroma Apam Bajuruh Banjar Terasa Berbeda

Kalimat keempat entri Wikipedia menyatakan kue ini beraroma khas karena cara memasak yang tradisional. Halaman Serabi mengatakan hal serupa: serabi dimasak dengan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. Dua klaim itu konsisten, tetapi keduanya tidak disertai pengukuran, jadi kita menyimpannya sebagai kesaksian rasa, bukan fakta laboratorium.

Asap Kayu Menurut Halaman Serabi

Halaman Serabi tidak menjelaskan mekanismenya. Penjelasan yang paling mungkin dari pengetahuan dapur umum: api kayu memberi panas yang tidak merata dan sedikit aroma asap yang tidak dimiliki kompor gas. Itu dugaan saya, bukan kutipan, dan bila ada peneliti yang pernah mengukurnya, saya senang dikoreksi.

Hangat Adalah Syarat Apam Bajuruh Banjar Enak

Kedua versi Wikipedia sepakat kue ini paling enak dimakan hangat. Kamus menyebut apam baru berasa enak jika diberi juruh, kalimat yang bisa dibaca dua cara: baru enak bila ada juruh, atau apam yang masih baru terasa enak bila diberi juruh. Saya tidak berani memilih satu tafsiran.

Mengapa Kue Beras Mengeras Saat Dingin

Pengetahuan pangan umum mengatakan pati beras cenderung mengeras ketika dingin, proses yang disebut retrogradasi. Itu bukan klaim dari sumber apam bajuruh, melainkan penjelasan lazim mengapa kue beras terasa lebih empuk saat hangat. Wikipedia sendiri tidak menjelaskannya.

Menghangatkan Kembali Tanpa Merusak Kue

Bila membeli lebih banyak dari yang bisa habis, cara aman yang lazim untuk kue beras adalah mengukusnya sebentar dan memanaskan kuah terpisah, lalu menyiramnya sesaat sebelum makan. Saran ini berdasarkan kebiasaan dapur umum, bukan resep apam bajuruh, dan perlu disesuaikan dengan tekstur kue di tangan Anda.

Rasa Manis Gurih Apam Bajuruh Banjar Sebenarnya

Rasa yang dijanjikan entri Wikipedia ada dua lapis: manis dan gurih. Kuah santan dengan gula merah secara umum berwarna cokelat dan beraroma karamel ringan. Saya tidak menemukan ulasan rasa yang rinci, jadi selebihnya saya serahkan kepada Anda yang pernah mencicipinya langsung di Barabai.

Ulasan Rasa Yang Belum Ditulis Orang

Dari video yang saya periksa, hanya sebagian yang punya deskripsi, dan tidak satu pun menguraikan rasa. Sebagian besar hanya menampilkan gambar, musik, atau percakapan pedagang. Kekosongan itu undangan: satu ulasan jujur dari orang yang mencicipi apam bajuruh akan menjadi sumber baru yang berharga.

Tabel Empat Sumber Tentang Apam Bajuruh Banjar

Tabel berikut merapikan apa yang dikatakan setiap sumber, dan yang lebih penting, apa yang tidak dikatakannya. Sel bertuliskan tidak disebut sengaja saya isi agar diamnya sumber terlihat jelas.

Sumber tentang apam bajuruh banjarNama alat masakNama gula atau siropYang tidak disebut
Wikipedia Indonesiawajan di atas tungkugula merah dan santantakaran, waktu, adonan berselang
Wikipedia Banjarrinjing di atas tungkugula habang dan santantakaran, waktu, adonan berselang
Kamus lewat Wiktionaryrinjing: bakul bambu atau kuali Banjarjuruh: gula kelapa atau gula jawa kentalcara memasak kue
Video lapangantidak disebuttidak disebutresep bertakaran

Membaca Sel Kosong Apam Bajuruh Banjar

Sel bertuliskan tidak disebut bukan berarti tidak ada. Video lapangan jelas memperlihatkan wajan dan kuah, hanya saja tidak menyebutnya lewat kata. Tabel ini mengukur apa yang tertulis, bukan apa yang dikerjakan pedagang setiap subuh di Pasar Keramat.

Video Lapangan Yang Membahas Apam Bajuruh Banjar

Hasil pencarian video untuk apam bajuruh berisi sekitar dua puluh judul, dan lima belas yang saya uji semuanya bisa diputar lewat pemutar tersemat. Beberapa membahas apam bajuruh, beberapa apam batil, apam banyiur, dan apam sungai lulut. Nama-nama itu bercampur sehingga daftar judul pun harus dibaca sebagai peta istilah.

Video Bunda Aira Berdurasi Delapan Menit

Video Apam Bajuruh Legendaris dari Bunda Aira berdurasi sekitar delapan menit, yang terpanjang di antara temuan saya, tanpa deskripsi teks. Kanal yang sama punya video pendek berjudul apam bajuruh. Tanpa deskripsi saya tidak bisa mengutip takaran dari sana, dan saya tidak mengarang isi video yang belum saya tonton.

Video Dua Puluh Detik Di Barabai

Video apam putih bajuruh di Barabai dari Hairi Yanti hanya 20 detik dan tanpa deskripsi. Video pendek seperti ini tipikal: sekadar bukti bahwa kue itu masih dijual. Untuk pembaca yang ingin tahu wujud kue, itu cukup; untuk yang ingin belajar membuatnya, itu jauh dari cukup.

Apam Banyiur Dan Apam Batil Ikut Muncul

Pencarian juga mengembalikan Apam Banyiur dari akun Dapur Citra Risa Septiani, Apam Batil dari beberapa kanal, dan Kue Apam Sungai Lulut Banjarmasin. Ketiganya nama apam Banjar lain. Kehadirannya di hasil pencarian menunjukkan mesin pencari, dan mungkin juga penonton, menganggap semuanya satu keluarga besar.

Tidak Ada Resep Bertakaran Yang Ditemukan

Tidak satu pun dari delapan deskripsi yang saya baca memuat takaran tepung, gula, atau santan. Itu sebabnya artikel ini tidak menulis resep dengan angka. Menuliskan angka yang tak bersumber hanya akan membuat pembaca yakin pada sesuatu yang tidak bisa saya buktikan.

Penjual wadai Banjar di pasar, tempat apam bajuruh banjar dijajakan
Penjual wadai Banjar. Foto: Ezagren, Wikimedia Commons, atribusi.

Kosakata Banjar Di Sekitar Apam Bajuruh Banjar

Membaca halaman bahasa Banjar terasa seperti belajar kamus kecil. Wadai berarti kue, galapung baras tepung beras, gula habang gula merah, rinjing kuali, dan nyaman enak. Halaman Apam menambah kamir untuk adonan yang mengembang, disumap untuk dikukus, dan ladar, yang dari kalimat paralelnya tampak berarti hangat.

Wadai Dan Kudapan Dua Kata Satu Fungsi

Versi Banjar memakai wadai untuk kue, sementara versi Indonesia memakai kudapan dan camilan. Wadai muncul di judul video, kategori Commons, dan nama halaman. Ia semacam kata sandi: siapa yang menulis wadai hampir pasti sedang bicara tentang kue Banjar.

Nyaman Berarti Enak Di Lidah Banjar

Dalam kalimat wadai ngini nyaman jua dimakan pas ladar, kata nyaman padanan enak, bukan nyaman dalam arti bahasa Indonesia. Ini contoh kata yang sama dengan arti bergeser, dan bisa membingungkan pembaca luar. Kalimat itu kira-kira berarti kue ini juga enak dimakan selagi hangat.

Kue tradisional di Pasar Ahad Kertak Hanyar, dunia wadai tempat apam bajuruh banjar berada
Kue tradisional di Pasar Ahad, Kertak Hanyar. Foto: Roniyronron, Wikimedia Commons, CC BY 4.0.

Yang Belum Terjawab Tentang Apam Bajuruh Banjar

Daftar pertanyaan yang belum terjawab jauh lebih panjang daripada daftar jawaban. Siapa penciptanya, kapan pertama dijual, dari mana asal kata juruh dalam nama itu, apakah adonannya berjeda, dan apakah dibalik di wajan? Tidak ada sumber yang saya temukan menjawab satu pun.

Apakah Kue Ini Dibalik Saat Dimasak

Menurut pengetahuan umum, serabi dimasak sambil ditutup, sedangkan kue dadar digoreng di atas wajan datar yang diolesi sedikit minyak. Entri apam bajuruh tidak menyebut cara mana yang dipakai, ditutup atau dibalik. Pertanyaan ini sederhana dan bisa dijawab siapa pun yang pernah menonton pedagangnya, tetapi belum ada yang menuliskannya.

Siapa Penemu Asli Apam Bajuruh Banjar

Tidak ada nama pencipta, tahun, atau desa asal. Kita hanya tahu kue ini dijual di Barabai. Karena itu semua cerita asal-usul yang beredar tentang apam bajuruh, kalau ada, sebaiknya diperlakukan sebagai tradisi lisan, bukan sejarah, sampai ada dokumen yang menyertainya.

Cara Membuat Apam Bajuruh Banjar Di Rumah

Karena sumber tidak memuat takaran, bagian ini bukan resep melainkan kerangka kerja. Kerangkanya dipinjam dari entri dan dari cara serabi dimasak: buat adonan cair dari tepung beras dan santan, masak di kuali lebar di atas api sedang, dan siapkan kuah dengan merebus gula merah bersama santan hingga kental.

Urutan Kerja Dasar Apam Bajuruh Banjar

Urutan yang paling mungkin: rebus kuah dan sisihkan, panaskan kuali, tuang adonan, tunggu matang di tengah, angkat, lalu siram kuah selagi kue hangat. Setiap langkah bisa Anda uji sendiri. Yang tidak bisa diuji dari meja kerja adalah pengaruh api kayu, dan saya tidak berpura-pura kompor rumah menggantikannya.

Yang Sengaja Tidak Saya Tuliskan

Saya sengaja tidak menulis takaran, suhu, atau menit. Tidak ada sumber yang memuatnya, dan menebak angka pada kue yang bergantung pada adonan dan api hanya menghasilkan kegagalan yang tampak seperti kesalahan Anda. Lebih baik bertanya langsung kepada pedagang di Barabai, lalu menuliskan jawabannya untuk semua orang.

Kapan Mencari Apam Bajuruh Banjar Paling Segar

Judul Pasar Subuh dan deskripsi Pasar Keramat sama-sama mengarah ke pagi. Video Lebaran menunjukkan permintaan melonjak pada hari libur. Jadi waktu terbaik mencari kue ini kemungkinan pagi hari, dan pada musim liburan datanglah lebih awal, sebab pedagang yang menghabiskan 15 liter adonan sehari tentu tidak menunggu sampai siang.

Pasar Subuh Berarti Sebelum Matahari Terbit

Nama Pasar Subuh sendiri menunjukkan pasar itu ramai saat subuh, waktu sebelum matahari terbit. Saya tidak menemukan jam buka resminya, jadi jangan menjadikan tulisan ini jadwal. Tanyakan pada penduduk setempat, dan bawa uang tunai pecahan kecil, sebab pedagang pasar tradisional tidak selalu menerima pembayaran nontunai.

Musim Libur Lebaran Dan Antrean Pembeli

Dua liputan Lintas Banua Banjar TV bertema Lebaran dan Idul Fitri menyebut pemudik menyempatkan menikmati apam surabi Barabai. Artinya kue ini punya dimensi mudik: dicari perantau yang pulang. Kalau Anda merencanakan perjalanan saat libur panjang, jadikan pasar kota itu salah satu titik singgah.

Pertigaan menuju Pasar Barabai, tujuan pencari apam bajuruh banjar
Pertigaan menuju Pasar Barabai. Foto: Ahmad Syauqi, Wikimedia Commons, CC BY 3.0.

Rute Ke Barabai Bersama Apam Bajuruh Banjar

Barabai berjarak sekitar 165 kilometer dari Banjarmasin menurut catatan halaman kabupaten yang kami baca untuk artikel apam barabai, dan berada di kaki Pegunungan Meratus. Untuk perjalanan berkelompok, platform seperti Kumbaya.id memudahkan Anda mencari open trip dan penyelenggara terpercaya, lengkap dengan jadwal, harga, dan ulasan peserta sebelumnya.

Objek Wisata Manggasang Di Dekat Barabai

Commons menyimpan foto berjudul Objek Wisata Manggasang, Barabai, dan halaman Barabai menyebut kota itu berada di bawah kaki Pegunungan Meratus. Saya tidak menemukan uraian tertulis tentang objek itu di ensiklopedia, jadi detailnya belum bisa saya ceritakan. Gabungkan kunjungan pasar pagi dengan wisata alam sekitar, lalu catat pengalaman Anda.

Barabai Saat Banjir Tahun 2021

Ada pula foto berjudul Kota Barabai saat banjir Kalsel 2021 di Commons. Ini mengingatkan bahwa kota di tepi sungai punya pasar yang ikut terdampak bencana. Kalau merencanakan perjalanan, periksa kondisi cuaca dan jalan terbaru, karena pengetahuan dari artikel ini tidak menggantikan informasi terkini.

Objek wisata Manggasang di Barabai, singgahan perjalanan mencari apam bajuruh banjar
Objek Wisata Manggasang, Barabai. Foto: Sibiru45, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Tiga Salah Kaprah Tentang Apam Bajuruh Banjar

Ada tiga salah paham yang mudah muncul ketika orang membaca nama apam. Pertama, apam pasti kue kukus. Kedua, apam pasti sama dengan apem Jawa. Ketiga, apam yang dimasak di wajan pasti terang bulan atau martabak manis. Ketiganya keliru atau setidaknya terlalu sederhana, dan sumber di atas cukup untuk menunjukkan alasannya.

Apam Tidak Selalu Kue Kukus

Halaman Terang bulan mendaftar belasan nama regional untuk kue tuang di atas wajan: Apam Keubeu di Aceh, Apam Balik di Kepulauan Anambas dan Natuna, Apam Pinang di Kalimantan Barat, serta Apam Balik, Apong, dan Apam Pulau Pinang di Malaysia. Kata apam ternyata banyak dipakai untuk kue wajan.

Terang Bulan Di Kalimantan Selatan Dinamai Lain

Halaman yang sama menulis bahwa di Kalimantan Selatan kue tuang sejenis martabak manis dikenal sebagai terang bulan atau kue bulan, bukan apam. Menurut daftar itu, kata apam di sini tetap mengacu pada kue beras. Pembagian kata tersebut pantas dicatat sebagai kekhasan Banjar, meski daftarnya sendiri tidak menjelaskan alasannya.

Apem Jawa Dan Apam Banjar Tidak Kembar

Apem Jawa berbahan tepung beras, telur, santan, gula, dan tape, dibakar atau dikukus, serta dikaitkan dengan ampunan dan selamatan. Entri apam bajuruh tidak menyebut tape atau telur, menyebut wajan, dan tidak mengaitkannya dengan ritual. Nama yang sama di dua pulau tidak menjamin kue yang sama.

Kerabat Kue Wajan Selain Apam Bajuruh Banjar

Beberapa kue Banjar lain juga dituang atau dimasak dengan kuali dan api. Kue cucur sudah kami bahas, begitu pula kue lempeng dan lempeng karih. Dadar gunting mengubah dadar menjadi potongan setelah matang, sedangkan bingka dipanggang, bukan dikukus. Semuanya memperlihatkan bahwa meja wadai Banjar memakai banyak teknik.

Kue Cucur Dan Kue Lempeng Di Wajan

Kue cucur dan kue lempeng paling dekat dari segi alat, sebab keduanya bergantung pada kuali dan api. Yang membuat apam bajuruh menonjol dalam kelompok itu adalah kuah santan gula merah yang ditambahkan di piring, bukan di dalam adonan. Kuah itulah yang, menurut namanya, menjadikan apam ini bajuruh.

Bingka Dan Apam Barabai Di Meja Sama

Bingka dan apam barabai sama-sama kue adonan yang dimasak dengan panas dari atas dan bawah atau dengan uap, tanpa kuah. Deretan itu menunjukkan bahwa apam bajuruh mewakili teknik kuali dan kuah. Setiap kue di meja wadai menyimpan satu cara berpikir tentang api, air, dan gula.

Serabi gula jawa, kue wajan berkuah gula yang sekeluarga dengan apam bajuruh banjar
Serabi gula jawa. Foto: Hersy ardianty a, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0.

Penutup Untuk Pencinta Apam Bajuruh Banjar Sejati

Apam bajuruh banjar mengajarkan satu hal sederhana: kue yang paling sedikit dicatat sering kali punya paling banyak pertanyaan menarik. Empat kalimat entri, satu kutipan kamus, satu halaman kuali, dan sekumpulan video pendek sudah cukup menghasilkan artikel ini. Sisanya menunggu orang yang mau mencicipi, bertanya, dan menulis.

Mau ikut open trip yang terorganisir dan aman? Temukan berbagai pilihan trip outdoor di Kumbaya.id. Dan buat kamu penyelenggara trip, Kumbaya juga menyediakan platform untuk kelola trip, peserta, dan pembayaran online, semua dalam satu tempat.

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.