Deram-deram adalah kue tradisional Melayu berbentuk cincin yang lahir dan besar di Pulau Penyengat, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Warnanya cokelat pekat, permukaannya renyah, bagian dalamnya sedikit gurih, dan di tengahnya menganga tiga sampai empat lubang kecil yang menjadi tanda pengenal paling jujur. Bahannya hanya empat: tepung beras, gula merah, air, dan minyak goreng.
Dahulu penganan ini disajikan untuk kalangan istana Kesultanan Riau-Lingga. Kini ia turun ke warung-warung kecil di tepi dermaga, menemani teh petang, memenuhi meja kenduri, dan pulang bersama pengunjung sebagai buah tangan. Artikel ini membedah sembilan rahasianya, mulai dari cara memasak gula hingga bertali, jebakan adonan bantut, sampai rute wisata singkat yang membawa Anda ke pembuatnya langsung.
Daftar Isi
Deram-deram Pulau Penyengat Yang Menggoda Selera Wisatawan

Pulau Penyengat hanya berukuran panjang dua kilometer dan lebar delapan ratus lima puluh meter, tetapi kepadatan sejarahnya melebihi banyak kota besar. Di sela makam raja, benteng Bukit Kursi, dan masjid berkubah bawang, ada satu kudapan manis yang selalu muncul di nampan warung: bulatan cokelat berlubang yang bunyinya renyah ketika digigit.
Ikon Manis Dari Pulau Kecil Bersejarah
Pulau ini terletak di muara Sungai Riau, sekitar dua kilometer dari pusat Kota Tanjungpinang dan tiga puluh lima kilometer dari Pulau Batam. Sejak berabad silam pelaut singgah untuk mengambil air tawar. Warisan kulinernya ikut terbentuk dari lalu lintas manusia yang tak pernah benar-benar sepi itu.
Deram-deram Yang Sering Terlewat Dari Daftar
Banyak wisatawan datang hanya untuk berfoto di depan Masjid Raya Sultan Riau, lalu pulang tanpa mencicipi apa pun. Padahal warung di sekitar dermaga menjual kudapan ini setiap hari dengan harga yang sangat ramah. Melewatkannya sama saja membaca satu bab dan meninggalkan sisa bukunya.
Asal Usul Deram-deram Dari Istana Kesultanan Melayu

Pada masa lalu kue ini dikenal sebagai hidangan istimewa yang disajikan untuk kalangan kerajaan. Pulau Penyengat sejak 1803 menjadi kedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau-Lingga, sementara Sultan berkediaman resmi di Daik, Lingga. Meja istana menuntut sajian yang manis, tahan lama, dan pantas dihidangkan kepada tamu jauh.
Hidangan Istimewa Untuk Kalangan Raja Riau
Kesultanan Riau-Lingga dibentuk pada 1824 dari pecahan Kesultanan Johor-Riau lewat Traktat London. Abdul Rahman Muazzam Syah menjadi sultan pertama. Pada 1900 Sultan pindah ke Pulau Penyengat, sehingga pulau ini lengkap sebagai pusat pemerintahan, adat, agama, dan kebudayaan Melayu.
Kudapan Melintasi Zaman Kesultanan Hingga Kini
Kesultanan berakhir pada 3 Februari 1911 ketika Hindia Belanda mengambil alih. Istana bubar, tetapi dapur rumah tangga tidak. Resep yang dahulu naik ke meja raja turun menjadi dagangan warung, dan justru karena itulah ia bertahan lebih dari seabad setelah mahkotanya hilang.
Bentuk Cincin Deram-deram Yang Membedakannya Dari Donat

Sekilas orang menyebutnya donat mini. Perbandingan itu masuk akal karena keduanya bulat dan berlubang, tetapi berhenti di situ. Donat memakai terigu dan ragi sehingga mengembang empuk, sedangkan kudapan Penyengat ini memakai tepung beras tanpa pengembang apa pun, sehingga hasilnya padat, renyah, dan jauh lebih berat di tangan.
Lubang Tiga Atau Empat Sebagai Penanda
Bukan satu lubang besar di tengah, melainkan tiga atau empat lubang kecil yang ditusukkan pada setiap bulatan. Lubang itu bukan hiasan semata. Ia membuat minyak panas masuk ke bagian dalam dan mematangkan adonan tebal secara merata tanpa membakar permukaannya lebih dulu.
Ukuran Lebih Mungil Daripada Donat Biasa
Diameternya kira-kira sebesar mulut cangkir kopi, kadang lebih kecil lagi. Ukuran mungil ini sengaja dipertahankan supaya sekali suap habis dan supaya satu bungkus bisa memuat dua puluh butir sekaligus. Bentuk kecil juga mempercepat penggorengan dan menekan risiko bagian tengah masih mentah.
Bahan Utama Deram-deram Hanya Empat Komponen Sederhana

Daftar belanjanya pendek sampai membuat curiga: tepung beras, gula merah, air, dan minyak goreng. Tidak ada telur, tidak ada santan, tidak ada ragi, tidak ada pewarna. Justru kesederhanaan inilah yang membuat setiap kesalahan kecil pada teknik langsung terbaca pada hasil akhirnya.
Tepung Beras Gula Merah Air Minyak
Keempatnya mudah diperoleh di pasar mana pun dan harganya murah. Karena tidak ada bahan yang bisa menyamarkan cacat, rasa akhirnya sepenuhnya ditentukan oleh mutu gula dan ketepatan tangan. Kombinasi itu menghasilkan cita rasa yang mencerminkan kekayaan kuliner Kepulauan Riau secara sangat jujur.
Resep Membuktikan Kesederhanaan Bahan Bukan Kelemahan
Banyak kue Nusantara bergantung pada santan agar gurih dan pada telur agar lembut. Kudapan ini menolak keduanya dan tetap enak. Pelajaran yang sama muncul pada kernas khas Natuna, camilan sagu yang juga hanya bertumpu pada dua bahan pokok.
Gula Tapak Nira Enau Penopang Rasa Deram-deram

Gula merah yang dipakai bukan gula tebu, melainkan gula dari nira pohon enau yang di Kepulauan Riau lazim disebut gula tapak. Aromanya lebih dalam, warnanya lebih gelap, dan rasanya membawa sedikit sisa asap dari tungku tempat nira dimasak berjam-jam.
Nira Enau Disadap Dari Mayang Jantan
Bunga jantan pohon enau dikumpulkan dalam bumbung bambu. Agar nira tidak keburu meragi, ditambahkan laru sebagai pengawet alami. Nira lalu direbus di wajan besar di atas tungku, dan kayu aren tua dianggap bahan bakar terbaik karena kalorinya tinggi sehingga proses memasak berjalan lebih cepat.
Warna Cokelat Pekat Datang Dari Gula
Tidak ada pewarna sama sekali dalam resep ini. Cokelat gelap yang terlihat pada kue matang murni berasal dari gula palma yang dimasak lama lalu digoreng. Semakin tua warna gulanya, semakin pekat pula rupa kue yang dihasilkan, dan semakin tegas rasa karamelnya.
Tepung Beras Tumbuk Menentukan Tekstur Renyah Deram-deram

Proses pembuatan dimulai jauh sebelum kompor menyala, yaitu di lesung. Beras ditumbuk atau digiling hingga halus untuk menghasilkan tekstur tepung yang sesuai. Kehalusan butiran inilah yang menentukan apakah gigitan pertama nanti terasa renyah bersih atau justru berpasir dan mengganjal di lidah.
Beras Ditumbuk Halus Sebelum Dicampur Larutan
Tepung beras berbeda dengan pati beras yang dibuat dengan merendam beras dalam larutan alkali. Tepung beras juga bebas gluten, sehingga tidak punya jaringan elastis seperti terigu. Konsekuensinya jelas: adonan tidak bisa diuleni, hanya bisa diaduk dan dipadatkan.
Perajin Menolak Tepung Terigu Sejak Awal
Mengganti tepung beras dengan terigu akan menghasilkan benda lain sama sekali. Terigu menyerap cairan berbeda, mengembang saat digoreng, dan meninggalkan rasa tepung yang mentah. Perajin di Penyengat menolak jalan pintas itu, sama seperti perajin sagu di seberang laut sana menolak menggantinya.
Proses Memasak Gula Sampai Bertali Kunci Deram-deram

Setelah tepung siap, gula merah dicampur dengan air dan dimasak hingga mendidih. Pemasakan diteruskan sampai larutan mencapai konsistensi tertentu, yaitu ketika cairan menjadi kental dan membentuk serat atau kondisi bertali saat diangkat dengan sendok. Inilah titik yang memisahkan hasil bagus dari hasil gagal.
Larutan Kental Membentuk Serat Saat Diangkat
Kondisi bertali berarti larutan gula sudah cukup pekat untuk mengikat tepung tanpa perlu bahan tambahan. Jika diangkat terlalu cepat, gula masih encer dan adonan akan lembek. Jika terlambat, gula mengeras seperti karamel dan tepung tidak lagi mau menyatu dengan baik.
Menguji Kesiapan Gula Dengan Ujung Sendok
Perajin berpengalaman tidak memakai termometer. Mereka mencelupkan sendok, mengangkatnya perlahan, lalu memperhatikan apakah cairan jatuh sebagai tetesan atau tertarik menjadi benang. Begitu benang muncul dan tidak putus-putus, panci segera diangkat dari sumber panas tanpa menunggu lebih lama lagi.
Teknik Mengaduk Adonan Deram-deram Tanpa Boleh Terputus

Tepung beras dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam larutan gula sambil terus diaduk. Pengadukan harus dilakukan secara konsisten dan tidak terputus agar adonan tercampur merata. Berhenti sebentar saja untuk mengangkat telepon bisa merusak seluruh panci yang sudah disiapkan sejak pagi.
Menuang Tepung Sedikit Demi Sedikit Perlahan
Menuang seluruh tepung sekaligus adalah kesalahan pemula paling umum. Tepung akan menggumpal di permukaan gula panas, membentuk bola-bola kering di tengah adonan basah, dan gumpalan itu tidak akan pernah larut betapapun kerasnya diaduk setelah itu.
Adonan Menuntut Kesabaran Tangan Yang Konsisten
Ritmenya mirip membuat dodol: satu arah, tanpa jeda, sampai adonan terasa berat. Perajin gelamai perentak khas Merangin menghadapi tuntutan yang persis sama di depan kuali besinya, hanya dengan durasi berjam-jam lebih panjang.
Bantut Musuh Terbesar Setiap Pembuat Deram-deram Pemula

Apabila pengadukan tidak dilakukan dengan baik, adonan dapat menjadi tidak sempurna atau bantut, yang berdampak pada tekstur akhir kue yang keras. Kata bantut inilah yang paling ditakuti di dapur Penyengat, karena tidak ada cara memperbaikinya setelah adonan telanjur salah bentuk.
Adonan Bantut Menghasilkan Tekstur Keras Mengecewakan
Bantut membuat kue kehilangan kerenyahannya dan berubah menjadi keras seperti kerikil manis. Gigitan pertama terasa berat, rahang bekerja keras, dan sisa gula terasa menempel lama di gigi. Sekali bantut, satu panci penuh biasanya langsung dianggap gagal jual.
Tanda Adonan Ideal Tidak Cair Kental
Adonan yang baik ditandai dengan konsistensi yang tidak terlalu cair dan tidak terlalu kental. Ia harus bisa dipadatkan dengan telapak tangan tanpa lengket berlebihan, dan harus mampu mempertahankan bentuk bulat setelah dilepaskan dari genggaman tanpa melar atau retak.
Membentuk Bulatan Deram-deram Dengan Tiga Lubang Khas

Setelah adonan selesai dibuat dan suhunya menurun, adonan kemudian dibentuk. Proses pembentukan dilakukan dengan cara memadatkan adonan, kemudian membulatkannya sesuai ukuran yang diinginkan. Pada setiap bulatan biasanya dibuat lubang sebanyak tiga atau empat buah sebagai ciri khas yang tidak boleh hilang.
Memadatkan Lalu Membulatkan Adonan Sesuai Ukuran
Pembentukan dilakukan sepenuhnya dengan tangan, tanpa cetakan logam maupun ring pemotong. Karena itu tidak ada dua butir yang benar-benar identik. Ketidakseragaman kecil ini justru menjadi tanda bahwa kue dikerjakan manusia, bukan mesin, dan pembeli lokal mengenalinya sebagai jaminan mutu.
Kue Menandai Dirinya Lewat Rongga Tengah
Lubang ditusukkan memakai jari atau ujung sendok saat adonan masih lentur. Jumlahnya bisa tiga atau empat, tergantung kebiasaan pembuat dan ukuran bulatan. Rongga itulah yang membuat orang menyebutnya kue cincin, nama yang juga dipakai di banyak daerah lain di Nusantara.
Mendiamkan Adonan Setengah Jam Sebelum Deram-deram Digoreng

Setelah dibentuk, adonan didiamkan selama kurang lebih setengah jam atau lebih. Tahap ini bertujuan menstabilkan tekstur adonan sebelum digoreng. Banyak pemula melewatkannya karena tidak sabar, lalu heran melihat bulatan mereka hancur berantakan begitu menyentuh minyak panas.
Jeda Setengah Jam Menstabilkan Serat Adonan
Selama jeda itu gula terus mengikat butiran tepung dan kadar air ikut turun sedikit. Hasilnya bulatan menjadi lebih kompak dan lebih tahan guncangan. Semakin lama didiamkan, dalam batas wajar, semakin kecil kemungkinan bentuknya berubah ketika digoreng.
Suhu Turun Membuat Bentuk Lebih Kukuh
Adonan panas bersifat lunak dan mudah melar. Begitu suhunya turun mendekati suhu ruang, ikatan gula mengeras dan bulatan terasa padat di tangan. Inilah alasan perajin selalu membentuk adonan hangat lalu membiarkannya dingin, bukan sebaliknya.
Menggoreng Deram-deram Dalam Kuali Minyak Panas Merata

Sementara adonan beristirahat, minyak goreng dipanaskan dalam kuali. Adonan yang telah didiamkan kemudian digoreng hingga berwarna kecokelatan. Api sedang lebih disukai daripada api besar, karena bulatan tebal memerlukan waktu agar bagian tengahnya matang tanpa membakar permukaan luarnya lebih dulu.
Minyak Panas Merata Mencegah Warna Belang
Minyak harus cukup banyak sehingga bulatan terendam dan mengapung bebas. Jika minyak terlalu sedikit, sisi yang menyentuh dasar kuali akan gosong sementara sisi atasnya masih pucat. Perajin membalik kue beberapa kali agar warnanya rata di seluruh permukaan.
Bulatan Diangkat Ketika Kecokelatan Merata Sempurna
Tanda matang bukan waktu, melainkan warna dan bunyi. Ketika seluruh permukaan berubah cokelat gelap dan gelembung minyak mulai mereda, kue diangkat memakai irus lalu ditiriskan. Dibiarkan terlalu lama, gula di dalamnya akan pahit dan seluruh panci ikut terbuang.
Peralatan Dapur Rumahan Untuk Memproduksi Deram-deram Mandiri

Peralatan yang digunakan meliputi baskom untuk mencampur adonan, panci untuk memasak gula merah, serta kuali untuk menggoreng. Ada pula alat bantu seperti sendok pengaduk dan irus untuk mengangkat kue dari minyak. Semuanya umum tersedia di dapur rumah tangga mana pun.
Baskom Panci Kuali Irus Sendok Pengaduk
Tidak ada satu pun alat yang memerlukan listrik. Daftar sependek itu berarti modal awal seorang perajin nyaris nol, karena semua peralatan sudah ada di rumah. Yang mahal justru bukan alatnya, melainkan waktu dan keterampilan tangan yang tidak bisa dibeli di toko.
Produksi Mandiri Tanpa Mesin Pabrik Mahal
Karena seluruh peralatan tersedia di dapur, proses produksi dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Inilah yang membuat kudapan ini bertahan sebagai industri rumahan sejati, tersebar di banyak dapur kecil alih-alih terpusat di satu pabrik besar milik segelintir orang.
Dua Ukuran Deram-deram Kecil Dan Besar Toples

Dari segi penyajian, kue ini hadir dalam dua ukuran utama, yaitu ukuran kecil dan besar. Keduanya memakai adonan yang sama persis, hanya berbeda pada besar bulatan dan cara pengemasannya. Pilihan ukuran biasanya mengikuti tujuan pembeli, apakah untuk camilan sendiri atau untuk suguhan tamu.
Dua Puluh Butir Dalam Plastik Bening
Ukuran kecil biasanya dikemas dalam plastik bening dengan jumlah sekitar dua puluh buah per bungkus. Kemasan transparan ini disengaja: pembeli bisa langsung menilai warna dan keseragaman bentuk sebelum membayar, tanpa perlu membuka bungkusnya terlebih dahulu di depan penjual.
Kemasan Ukuran Besar Disimpan Dalam Toples
Ukuran yang lebih besar umumnya disimpan dalam wadah seperti toples. Bentuk penyajian ini lazim di rumah-rumah yang sedang menerima tamu, karena toples bisa dibuka tutup berkali-kali tanpa membuat isinya cepat melempem terkena udara lembap pesisir.
Deram-deram Sebagai Teman Minum Teh Petang Melayu

Dalam konteks konsumsi sehari-hari, kue ini sering disajikan sebagai makanan pendamping saat minum teh, terutama pada waktu siang atau sore hari. Petang di pulau kecil berjalan lambat, dan segelas teh panas bersama sepiring kudapan manis adalah cara paling murah untuk memperlambatnya lebih jauh lagi.
Petang Melayu Tidak Lengkap Tanpa Manis
Kebiasaan minum teh sore adalah warisan panjang di seluruh pesisir Melayu. Rasa manis pekat dari gula palma menyeimbangkan pahit teh, sementara tekstur renyahnya memberi bunyi yang menyenangkan di antara obrolan tetangga yang tidak pernah kekurangan bahan.
Air Dohot Pendamping Yang Sering Disebut
Di Penyengat, kudapan ini kerap disandingkan dengan air dohot, minuman lokal yang sama-sama menjadi andalan wisata kuliner pulau. Pasangan itu muncul berulang dalam liputan media daerah, seolah keduanya memang tidak pernah dimaksudkan untuk dinikmati secara terpisah.
Deram-deram Dalam Kenduri Dan Pertemuan Keluarga Besar

Kue ini kerap disajikan dalam berbagai kesempatan, termasuk acara kenduri atau pertemuan keluarga. Kenduri dalam kamus berarti perjamuan makan untuk memperingati peristiwa dan meminta berkah, dan di pulau ini nampan kudapan manis selalu menjadi bagian dari perjamuan tersebut.
Kenduri Menyatukan Tetangga Lewat Meja Panjang
Kenduri adalah mekanisme sosial untuk merawat keutuhan, memulihkan keretakan, dan meneguhkan kembali cita-cita bersama. Perempuan biasanya bekerja menyiapkan makanan selama empat sampai tujuh hari pada masa perayaan, dan penganan kering seperti ini dibuat lebih awal karena tahan disimpan.
Penganan Hadir Di Setiap Pertemuan Keluarga
Karena tidak memakai santan, kue ini tidak cepat basi seperti kebanyakan kue basah. Sifat itu menjadikannya pilihan aman untuk hajatan besar. Peran serupa dipegang kue putri kandis dalam adat Melayu Jambi, yang juga muncul di acara resmi.
Warung Penyengat Yang Menjajakan Deram-deram Setiap Hari
Di lingkungan Pulau Penyengat, kue ini termasuk makanan yang mudah ditemukan. Warung-warung lokal secara rutin menyediakannya sebagai salah satu dagangan utama mereka. Tidak perlu mencari alamat khusus; cukup berjalan dari dermaga ke arah masjid dan nampan cokelat itu akan menemukan Anda sendiri.
Warung Kecil Dekat Dermaga Selalu Ramai
Warung di dekat titik turun pompong menikmati arus pengunjung paling deras. Mereka biasanya menjual beberapa jenis kue sekaligus, tetapi bulatan berlubang ini hampir selalu diletakkan di baris paling depan karena warnanya paling menarik perhatian dari kejauhan.
Dagangan Utama Yang Habis Sebelum Petang
Pada hari libur dan musim ziarah, stok pagi bisa ludes sebelum matahari condong. Pembeli yang datang terlambat sering pulang dengan tangan kosong, dan itulah alasan warga setempat menyarankan datang pada pagi hari jika ingin memastikan kebagian.
Memesan Deram-deram Untuk Hajatan Dalam Jumlah Banyak

Selain membeli langsung di warung, masyarakat juga dapat memesan kue ini dalam jumlah tertentu kepada pembuatnya untuk keperluan acara khusus. Sistem pesanan ini menjaga agar perajin tidak perlu memproduksi berlebih setiap hari, sekaligus memastikan kue sampai ke tangan pemesan dalam kondisi paling segar.
Pesanan Hajatan Dikerjakan Beberapa Hari Sebelumnya
Untuk pesanan besar, perajin biasanya minta waktu beberapa hari. Gula harus dimasak bertahap, adonan harus didiamkan, dan penggorengan dilakukan dalam beberapa gelombang. Memaksakan semuanya dalam satu hari adalah resep paling pasti untuk menghasilkan satu kuali penuh adonan bantut.
Pesanan Diproduksi Rumahan Sesuai Permintaan Pelanggan
Model pesanan membuat perajin bisa menyesuaikan ukuran dan tingkat kemanisan sesuai selera pemesan. Fleksibilitas semacam ini sulit ditiru pabrik, dan justru menjadi keunggulan utama industri rumahan kecil yang bekerja langsung berhadapan dengan pembelinya sendiri setiap hari.
Deram-deram Menjadi Oleh-oleh Favorit Pengunjung Pulau Penyengat

Saat ini kue ini menjadi salah satu buah tangan yang banyak diminati oleh pengunjung yang datang ke daerah tersebut. Bobotnya ringan, kemasannya sederhana, dan daya tahannya panjang, sehingga ia lolos perjalanan pompong, feri, bahkan penerbangan tanpa berubah bentuk maupun rasa.
Bungkusan Ringan Yang Aman Dibawa Pulang
Berbeda dengan kue basah yang harus dihabiskan dalam sehari, penganan kering ini bisa bertahan berhari-hari. Sifat itu membuatnya cocok dijadikan pilihan buah tangan bagi wisatawan yang masih punya beberapa hari perjalanan sebelum akhirnya benar-benar sampai di rumah.
Buah Tangan Bercerita Tentang Pulau Kecil
Membawa pulang sebungkus berarti membawa pulang cerita tentang masjid putih telur, makam Raja Ali Haji, dan benteng di Bukit Kursi. Buah tangan terbaik selalu yang membuat penerimanya bertanya, dan pertanyaan itulah pintu masuk menuju sejarah pulau kecil ini.
Kerabat Deram-deram Di Nusantara Dari Banjar Bali

Kue cincin bergula palma bukan monopoli Kepulauan Riau. Bentuk dan bahan yang nyaris identik muncul di Kalimantan Selatan, Bali, hingga Semenanjung Malaya dan Brunei. Perbandingan berikut membantu menempatkan kudapan Penyengat ini dalam peta penganan goreng Nusantara secara lebih jernih.
Wadai Cincin Banjar Saudara Paling Mirip
Di Kalimantan Selatan, wadai cincin dibuat dari tepung beras dan gula merah dengan bentuk cincin serupa. Kemiripannya begitu dekat sehingga banyak orang menganggap keduanya satu kue dengan dua nama. Perbedaan utamanya hanya pada ketebalan dan jumlah lubang yang ditusukkan.
Cincin Bersaudara Dengan Kaliadrem Khas Bali
Bali punya jaja kaliadrem, juga disebut jaja bolong karena berlubang, dibuat dari tepung beras dan gula merah lalu digoreng. Persebaran seluas ini menunjukkan bahwa teknik gula-bertali dan tepung beras adalah warisan bersama, bukan penemuan satu pulau saja.
| Penganan | Asal | Bahan Pokok | Ciri Bentuk |
|---|---|---|---|
| Deram-deram | Pulau Penyengat, Kepri | Tepung beras, gula tapak | Bulat pipih, tiga sampai empat lubang |
| Wadai cincin | Banjar, Kalimantan Selatan | Tepung beras, gula merah | Cincin tebal berlubang tengah |
| Jaja kaliadrem | Bali | Tepung beras, gula merah | Bulat berlubang, disebut jaja bolong |
| Kue cucur | Betawi, Sunda, Makassar | Tepung beras, gula jawa | Tebal menggembung, pinggir tipis |
| Pinyaram | Minangkabau, Sumatera Barat | Tepung beras, gula aren, santan | Tengah menggembung tanpa lubang |
| Athirasam | Tamil Nadu, India Selatan | Tepung beras, jaggery | Bulat pipih padat, digoreng rendam |
Perbedaan Deram-deram Dengan Kue Cucur Dan Pinyaram

Dua kerabat yang paling sering dikira sama adalah kue cucur dan pinyaram. Ketiganya memakai tepung beras dan gula palma lalu digoreng, tetapi hasil akhirnya berbeda jauh. Membedakannya cukup dengan melihat penampang: ada rongga atau tidak, dan apakah pinggirannya menipis atau tidak.
Cucur Menggembung Tebal Tanpa Lubang Tengah
Kue cucur dituang sebagai adonan cair ke dalam minyak sehingga menggembung tebal di tengah dan menipis di pinggir, tanpa lubang sama sekali. Teksturnya lembut berserat, bukan renyah. Ia dimakan hangat, sementara kudapan Penyengat justru paling nikmat setelah dingin.
Pinyaram Minangkabau Memakai Santan Sebagai Pembeda
Pinyaram khas Minangkabau memakai campuran gula pasir atau gula jawa, tepung beras putih atau hitam, dan santan, digoreng memakai kuali yang sekaligus menjadi cetakannya. Santan itulah pembeda utamanya. Di Brunei kue serupa dikenal sebagai kuih penyaram, dan di Negeri Sembilan sebagai kuih pinyaram.
Jejak Athirasam India Dalam Silsilah Deram-deram Melayu

Di Malaysia, kue cincin gula palma dikenal sebagai kuih peneram atau denderam, dan sejumlah sumber menyandingkannya langsung dengan athirasam, penganan Tamil dari tepung beras dan jaggery. Kesamaan itu bukan kebetulan, melainkan jejak jalur dagang yang melintasi Samudera Hindia selama berabad-abad.
Athirasam Tamil Memakai Beras Dan Jaggery
Athirasam dibuat dari tepung beras yang dicampur jaggery cair hingga mencapai konsistensi bertali, didiamkan, dibentuk pipih, lalu digoreng rendam. Urutan langkahnya nyaris kata per kata sama dengan yang dikerjakan perajin di Penyengat, termasuk uji benang gula yang menentukan itu.
Melayu Menyerap Jejak Dagang Samudera Hindia
Selat Malaka adalah jalan raya rempah dan manusia. Pedagang India Selatan, Arab, dan Tionghoa singgah di pelabuhan Melayu selama berabad-abad, membawa teknik dan meninggalkannya. Baca catatan ensiklopedia mengenai kue ini untuk rujukan dasarnya.
Menyeberang Dengan Pompong Demi Sepiring Deram-deram Hangat

Untuk mencicipinya langsung, Anda harus menyeberang. Pulau Penyengat dapat ditempuh dari pusat Kota Tanjungpinang dengan perahu bermotor yang lebih dikenal sebagai pompong, memerlukan waktu tempuh kurang lebih lima belas menit dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di tepi kota lama.
Lima Belas Menit Menyeberang Dari Kota
Jaraknya hanya sekitar dua kilometer dari pusat kota, tetapi perjalanan singkat itu terasa seperti pindah zaman. Begitu mesin pompong dimatikan dan kaki menyentuh dermaga kayu, ritme kota langsung digantikan suara ombak dan sepeda motor yang jarang lewat.
Pompong Kayu Bermesin Mengantar Setiap Jam
Pompong adalah perahu kayu bermesin tempel yang menjadi urat nadi transportasi antar pulau di Kepulauan Riau. Ongkosnya murah, keberangkatannya mengikuti jumlah penumpang, dan pengalamannya sendiri sudah menjadi bagian dari daya tarik kunjungan ke pulau ini.
Masjid Raya Sultan Riau Tetangga Gerai Deram-deram

Bangunan paling ikonik di pulau ini adalah Masjid Raya Sultan Riau, yang menurut sejarahnya dibangun memakai campuran putih telur, kapur, pasir, dan tanah liat. Gerai kue berjajar tidak jauh dari halamannya, sehingga ziarah dan wisata kuliner terjadi dalam satu tarikan langkah yang sama.
Masjid Putih Telur Berdiri Sejak 1832
Masjid awalnya dibangun Sultan Mahmud pada 1803, lalu direnovasi pada 1832 di masa Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman. Bangunan utamanya berukuran delapan belas kali dua puluh meter dengan tiga belas kubah berbentuk bawang dan empat menara di sudutnya.
Dagangan Dijajakan Persis Di Halaman Masjid
Jumlah menara dan kubah seluruhnya tujuh belas buah, melambangkan jumlah rakaat salat wajib sehari semalam. Di dalamnya tersimpan dua mushaf Al-Quran tulisan tangan, salah satunya goresan Abdurrahman Stambul, penduduk pulau ini sendiri pada abad kesembilan belas.
Gurindam Dua Belas Dan Deram-deram Warisan Penyengat

Pulau Penyengat bukan hanya soal rasa manis. Ia adalah tempat Bahasa Melayu disempurnakan menjadi bahasa baku yang kemudian ditetapkan sebagai Bahasa Indonesia pada Kongres Pemuda 1928. Kue dan bahasa tumbuh dari dapur dan meja tulis yang berjarak beberapa langkah saja.
Raja Ali Haji Menulis Di Sini
Raja Ali Haji, pahlawan nasional yang makamnya ada di pulau ini, menulis Gurindam Dua Belas pada 1847. Ia berguru kepada ulama di Madinah dan Mekkah, lalu mengajarkan pemikiran Al-Ghazali kepada lingkungan istana Riau-Lingga di Penyengat.
Bahasa Melayu Baku Lahir Dari Pulau
Kesultanan membangun percetakan litograf pada 1850, menyusun kamus Bahasa Melayu, dan membentuk perkumpulan cendekiawan penerjemah. Selengkapnya tentang sejarah Pulau Penyengat menjelaskan mengapa pulau sekecil ini begitu berpengaruh.
Menyimpan Deram-deram Agar Tetap Renyah Berminggu-minggu Lamanya

Keunggulan terbesar kudapan ini adalah umur simpannya. Karena kadar airnya rendah dan tidak mengandung santan, ia masuk kategori kue kering yang dapat bertahan jauh lebih lama daripada kue basah. Syaratnya hanya satu: jangan biarkan udara lembap masuk ke wadahnya.
Wadah Kedap Udara Menjaga Kerenyahan Lama
Toples kaca bertutup rapat adalah pilihan terbaik. Plastik bening cocok untuk penjualan, tetapi kurang ideal untuk penyimpanan panjang di rumah pesisir yang lembap. Menyimpannya bersama silica gel kecil dapat memperpanjang kerenyahan hingga beberapa minggu tanpa mengubah rasa sedikit pun.
Camilan Bertahan Karena Kadar Air Rendah
Kue kering memiliki kadar air minimal sehingga dapat disimpan lebih lama daripada kue basah, yang umumnya hanya bertahan beberapa hari. Prinsip yang sama membuat luti gendang khas Anambas ikut populer sebagai bekal perjalanan laut panjang.
Nilai Gizi Dan Kalori Sepotong Deram-deram Manis

Sebagai penganan bergula, kudapan ini jelas padat energi. Namun gula palma membawa serta mineral yang tidak dimiliki gula pasir rafinasi. Setiap seratus gram gula merah mengandung sekitar sembilan puluh miligram kalsium dan empat miligram zat besi, ditambah karoten serta beberapa vitamin.
Gula Merah Menyumbang Kalsium Dan Besi
Selain kalsium dan zat besi, gula merah membawa vitamin A, B12, C, dan E, garam mineral, serta protein kasar dalam jumlah kecil. Itu bukan alasan untuk memakannya tanpa batas, tetapi cukup untuk membedakannya dari pemanis olahan yang tidak menyumbang apa pun.
Porsi Wajar Membuat Manisnya Tetap Ramah
Ukurannya yang mungil sebenarnya adalah pengaman alami. Dua sampai tiga butir sudah cukup menemani secangkir teh tanpa terasa berlebihan. Masalah baru muncul ketika toples dibiarkan terbuka di depan televisi, dan itu berlaku untuk semua kue kering di dunia.
Peluang Usaha Deram-deram Bagi Ibu Rumah Tangga

Modal bahan yang murah, peralatan yang sudah ada di dapur, dan pasar wisatawan yang datang setiap akhir pekan membuat kudapan ini menjadi pintu masuk usaha rumahan yang masuk akal. Beberapa kelompok mahasiswa bahkan menyusun rencana bisnis khusus untuk memasarkannya keluar pulau.
Modal Kecil Menghasilkan Perputaran Uang Harian
Satu kali produksi bisa menghasilkan puluhan bungkus, dan hampir semuanya terjual pada hari yang sama saat musim ramai. Perputaran harian semacam ini penting bagi rumah tangga pesisir yang penghasilan utamanya dari laut bersifat musiman dan sangat bergantung cuaca.
Usaha Menopang Ekonomi Perempuan Kampung Pesisir
Sebagian besar perajin adalah perempuan yang mengerjakannya di sela urusan rumah. Pola yang sama terlihat pada perajin kue padamaran khas Jambi, di mana dapur rumah berubah menjadi unit produksi kecil yang menghidupi keluarga.
Merancang Rute Wisata Kuliner Deram-deram Di Tanjungpinang

Satu hari cukup untuk menyusuri kota lama Tanjungpinang dan menyeberang ke pulau. Mulailah pagi di Pelabuhan Sri Bintan Pura, menyeberang dengan pompong, berkeliling pulau memakai becak motor, lalu kembali ke kota untuk makan siang dan berburu buah tangan sore harinya.
Gonggong Mie Lendir Melengkapi Perjalanan Rasa
Kota ini menyimpan lebih banyak dari sekadar kue manis. Ada siput gonggong yang menjadi ikon resmi Tanjungpinang dan mie lendir berkuah kacang yang legendaris di kedai kopi kota lama sejak lama.
Satu Hari Cukup Menjelajah Kota Lama
Jika ingin perjalanan yang sudah tertata, marketplace trip seperti Kumbaya.id memuat pilihan trip Kepulauan Riau lengkap dengan jadwal, harga, dan ulasan peserta, sehingga urusan penyeberangan dan pemandu tidak perlu lagi Anda pikirkan sendiri.
Menjaga Deram-deram Agar Tidak Hilang Dari Ingatan

Beberapa liputan menyebut kudapan ini sebagai makanan khas Tanjungpinang yang hampir dilupakan. Kekhawatiran itu beralasan: perajinnya menua, generasi muda memilih pekerjaan lain, dan gula tapak asli semakin sulit diperoleh. Pelestarian tidak cukup dengan nostalgia, ia butuh pembeli yang benar-benar datang.
Generasi Muda Perlu Diajak Turun Tangan
Pelatihan singkat di sekolah, konten media sosial dari anak muda pulau, dan kemasan yang lebih rapi terbukti mampu menaikkan minat. Yang dibutuhkan bukan mengubah resepnya, melainkan mengubah cara ia diceritakan kepada orang yang belum pernah mencicipinya sama sekali.
Tradisi Layak Dicatat Sebagai Warisan Takbenda
Pencatatan resmi sebagai warisan budaya takbenda akan memberi payung perlindungan sekaligus daya tawar promosi. Langkah serupa telah membantu nasi lemak khas Kepulauan Riau mendapat tempat yang lebih jelas dalam peta kuliner nasional.
Mau ikut open trip yang terorganisir dan aman ke Kepulauan Riau? Temukan berbagai pilihan trip outdoor di Kumbaya.id. Dan buat kamu penyelenggara trip, Kumbaya juga menyediakan platform untuk kelola trip, peserta, dan pembayaran online, semua dalam satu tempat.
