Ada satu geguduh lampung yang selalu muncul di meja tamu ketika sore turun di pekarangan rumah panggung: gundukan pisang lumat yang digoreng keemasan, hangat, wangi, dan habis sebelum kopi di gelas sempat dingin. Camilan ini tidak pernah masuk daftar kuliner mewah, tetapi ia hidup di hampir setiap dapur rumahan.

Bahan bakunya cuma pisang kepok matang dan tepung terigu, namun hasilnya bisa berbeda jauh antara satu dapur dengan dapur lain. Artikel ini membongkar sembilan rahasianya: dari cara memilih buah, menghaluskan adonan, mengatur suhu minyak, sampai peluang usahanya bagi pelaku UMKM di kampung.
Daftar Isi
Mengenal Geguduh Lampung Khas Provinsi Ujung Sumatra
Provinsi paling selatan Pulau Sumatra punya perbendaharaan penganan manis yang jarang terekspos ke luar daerah. Sajian ini adalah salah satunya: kudapan berbahan pisang yang dilumatkan, dicampur tepung, lalu digoreng rendam hingga bagian luarnya garing dan bagian dalamnya tetap lembut serta legit.
Sekilas Potret Kuliner Manis Ranah Sumatra
Berbeda dengan pempek atau tekwan yang gurih dan berkuah, penganan ini berdiri di sisi manis. Ia bukan hidangan utama, melainkan pendamping obrolan. Posisinya persis seperti pisang goreng di warung kopi Jawa, tetapi dengan tekstur adonan yang jauh lebih padat dan lumat.

Asal Usul Geguduh Lampung Dari Dapur Tradisional
Tidak ada catatan tertulis yang menyebut siapa pertama kali membuatnya. Yang jelas, resep ini lahir dari kebiasaan lama masyarakat pekarangan: pisang kepok yang terlanjur terlalu matang tidak dibuang, melainkan dilumat dan diolah kembali menjadi penganan baru yang justru lebih nikmat.
Jejak Dapur Rumahan Sejak Masa Silam
Pisang adalah tanaman asli Asia Tenggara yang telah menyebar sejak lima ratus tahun sebelum Masehi. Di pekarangan rumah panggung, satu tandan bisa berbuah serentak, sehingga muncul kebutuhan mengolah kelebihan panen sebelum busuk. Dari kebutuhan praktis itulah resep sederhana ini tumbuh.
Arti Nama Camilan Legendaris Dalam Bahasa Setempat
Namanya kerap ditulis dan diucapkan dalam beberapa varian oleh penuturnya sendiri, yakni guduh maupun gaguduh. Pengulangan suku kata awal adalah pola yang lazim dalam bahasa daerah setempat, biasanya untuk menandai bentuk jamak, pengulangan tindakan, atau sekadar penghalus bunyi.
Punti Sebutan Pisang Bagi Masyarakat Setempat
Menariknya, bahasa daerah di provinsi ini menyebut pisang dengan kata punti, sekerabat dengan puntiq dalam bahasa Sasak di Lombok. Kata gadang di Jawa, biyu di Bali, dan unti di Makassar menunjukkan betapa buah ini berakar dalam di seluruh kepulauan Nusantara.

Bahan Utama Geguduh Lampung Yang Wajib Disiapkan
Daftar belanjanya pendek dan murah: pisang kepok matang, tepung terigu, sedikit gula, dan sejumput garam. Sebagian dapur menambahkan telur agar adonan lebih mengikat, sebagian lagi memilih tanpa telur supaya rasa buahnya tetap dominan dan teksturnya terasa lebih ringan di lidah.
Daftar Belanja Sederhana Untuk Pemula Rumahan
Untuk satu resep percobaan, cukup sediakan enam sampai delapan buah pisang, seratus gram tepung, dua sendok makan gula pasir, seujung sendok garam, dan minyak goreng secukupnya. Total belanjanya jarang melewati sepuluh ribu rupiah untuk porsi satu keluarga kecil.
Minyak Goreng Baru Menentukan Hasil Akhir
Jangan pakai minyak bekas menggoreng lauk asin. Sisa aroma ikan atau bawang akan menempel di kerak dan merusak rasa manis yang jadi ciri utamanya. Minyak baru juga menghasilkan warna keemasan yang jauh lebih bersih dan menggugah selera.
Memilih Buah Matang Untuk Geguduh Lampung Sempurna
Kunci pertama ada di kematangan buah. Pisang kepok termasuk kelompok kultivar ABB dan digolongkan sebagai pisang olah karena kandungan patinya tinggi. Buah yang masih keras akan menghasilkan adonan berserat kasar, sementara buah terlalu lembek membuat adonan berair dan sulit dibentuk.
Ciri Fisik Buah Siap Diolah Sempurna
Pilih pisang berkulit kuning penuh dengan bintik cokelat kecil yang mulai bermunculan. Tekan lembut dengan ibu jari: dagingnya harus memberi sedikit perlawanan, bukan langsung penyok. Aroma manisnya sudah tercium dari jarak sejengkal ketika kulitnya baru saja dibuka.
Menyimpan Buah Agar Matang Merata Sempurna
Bila pisang masih agak muda, bungkus satu tandan dengan kertas koran lalu simpan di tempat gelap selama dua hari. Gas etilen yang terperangkap akan mempercepat pematangan secara merata tanpa membuat sebagian buah membusuk lebih dulu.

Peran Tepung Terigu Dalam Geguduh Lampung Ini
Tepung bukan sekadar pengeras. Ia mengikat air dari daging buah sehingga adonan bisa dipulung, sekaligus membentuk kerak tipis saat bersentuhan dengan minyak panas. Terlalu banyak tepung membuat rasa pisang hilang; terlalu sedikit membuat adonan buyar berantakan di dalam wajan.
Takaran Tepung Yang Tepat Bagi Adonan
Perbandingan aman adalah satu bagian tepung untuk empat bagian pisang lumat. Masukkan tepung bertahap sambil terus diaduk, berhenti begitu adonan sudah tidak menempel di dinding wadah namun masih terasa lembap ketika disendok dan diangkat.

Cara Menghaluskan Adonan Geguduh Lampung Secara Benar
Inilah langkah yang paling menentukan karakter akhirnya. Buah boleh dihaluskan sampai benar-benar lembut memakai garpu atau ulekan, boleh juga dibiarkan agak kasar sehingga masih terasa potongan buahnya ketika digigit. Dua-duanya sah dan menghasilkan pengalaman makan yang sangat berbeda.
Tekstur Halus Versus Kasar Sesuai Selera
Versi lembut menghasilkan bagian dalam yang mirip puding hangat, cocok untuk anak kecil dan orang tua. Versi kasar memberi sensasi menggigit potongan buah utuh di tengah kerak renyah, lebih disukai penikmat yang mencari kontras tekstur dalam satu suapan.
Alat Lumat Tradisional Versus Blender Listrik
Garpu dan ulekan batu memberi kendali penuh atas tingkat kelumatan, sementara blender cenderung terlalu halus sampai adonan berair. Dapur rumahan lama tetap setia pada ulekan karena hasilnya punya karakter yang tidak bisa ditiru mesin.

Teknik Menggoreng Kudapan Petang Agar Renyah Merata
Metodenya adalah goreng rendam, bukan goreng tumis. Adonan harus tenggelam sepenuhnya agar panas menyerang dari segala sisi dan kerak terbentuk serentak. Menggoreng dengan minyak sedikit membuat satu sisi gosong sementara sisi lain masih pucat dan berminyak.
Wajan Cekung Menghasilkan Warna Keemasan Merata
Gunakan wajan cekung berdinding tebal supaya suhu minyak stabil ketika adonan dingin masuk. Jangan menggoreng terlalu banyak sekaligus; beri jarak antar adonan agar tidak saling menempel dan minyak tidak turun suhunya secara drastis.
Meniriskan Minyak Berlebih Dengan Kertas Penyerap
Setelah diangkat, letakkan di atas saringan kawat, bukan langsung di piring datar. Uap yang terperangkap di bawah gorengan akan melunakkan kerak dalam hitungan menit. Kertas penyerap di bawah saringan menampung sisa minyak yang menetes.

Suhu Minyak Ideal Membuat Geguduh Lampung Mengembang
Suhu ideal berada di kisaran seratus tujuh puluh derajat Celsius. Terlalu dingin, adonan menyerap minyak dan berakhir lembek berminyak. Terlalu panas, permukaan langsung cokelat gelap sementara bagian tengahnya masih mentah dan terasa berat di perut.
Uji Tusuk Sumpit Sebelum Adonan Masuk
Tanpa termometer, celupkan ujung sumpit kayu ke dalam minyak. Jika gelembung halus langsung naik rapat mengelilingi kayu, suhunya sudah pas. Jika gelembungnya besar dan bergolak keras, kecilkan api dan tunggu sekitar satu menit.
Variasi Rasa Geguduh Lampung Yang Kian Beragam
Sejak awal, resep ini memang terbuka terhadap tambahan. Ensiklopedia mencatat bahwa susu dan selai kerap dicampurkan ke adonan sebelum digoreng. Modifikasi kuliner modern membuatnya kini punya banyak varian rasa yang menyasar lidah anak muda perkotaan.
Varian Susu Selai Serta Cokelat Leleh
Susu bubuk yang diayak bersama tepung memberi aroma gurih lembut. Selai nanas atau stroberi bisa disisipkan di tengah adonan sebagai kejutan isi. Cokelat leleh yang dituang setelah penggorengan menjadi favorit paling laris di gerai kekinian.
Kreasi Kekinian Dari Dapur Anak Muda
Beberapa gerai kini menyajikannya dalam gelas berlapis, dipadukan es krim vanila dan remahan biskuit. Ada pula yang menggulungnya dengan kulit lumpia sebelum digoreng, meniru pola pisang aroma yang lebih dulu populer di Jawa.

Topping Kekinian Membuat Geguduh Lampung Makin Digemari
Kalau dulu cukup ditaburi gula halus, sekarang piring penyajiannya bisa penuh warna. Susu kental manis, meses, dan kismis adalah tiga taburan yang paling sering disebut sebagai pelengkap standar di berbagai catatan kuliner daerah ini.
Meses Kismis Dan Keju Parut Melimpah
Keju parut yang ditabur selagi panas akan meleleh sebagian dan menempel di kerak. Kombinasi paling digemari anak sekolah adalah susu kental manis plus meses cokelat, sementara kismis memberi rasa asam manis yang memecah rasa gurih.

Aroma Pandan Menyempurnakan Geguduh Lampung Khas Sumatra
Ada dua penambah aroma klasik yang disebut dalam catatan resep tradisional: daun pandan dan air kapur sirih. Keduanya bukan sekadar hiasan, melainkan punya fungsi teknis yang nyata terhadap aroma sekaligus tekstur hasil gorengan.
Cara Mengikat Aroma Daun Wangi Alami
Daun pandan wangi atau Pandanus amaryllifolius cukup disimpulkan lalu direbus sebentar bersama sedikit air, dan air rebusannya dicampurkan ke adonan. Cara ini jauh lebih harum ketimbang memakai pasta pandan botolan yang beraroma sintetis.

Fungsi Air Kapur Sirih Pada Camilan Legendaris
Air kapur sirih adalah rahasia dapur lama yang kini mulai dilupakan. Larutan kalsium hidroksida encer ini memperkuat dinding sel pada adonan sehingga hasil gorengan lebih kokoh, tidak mudah lembek, dan kerenyahannya bertahan jauh lebih lama.
Rahasia Kerenyahan Yang Bertahan Lebih Lama
Takarannya sangat sedikit, cukup setengah sendok teh air kapur untuk satu resep. Kelebihan takaran akan meninggalkan rasa pahit getir yang sulit ditutupi gula. Diamkan adonan lima menit setelah dicampur sebelum mulai digoreng.

Menyantap Geguduh Lampung Bersama Secangkir Kopi Robusta
Catatan resminya menyebut penganan ini disajikan sebagai teman minum kopi. Pasangan itu bukan kebetulan: provinsi ini adalah salah satu lumbung kopi robusta terbesar Indonesia, dan pahit pekat seduhannya adalah lawan sempurna bagi manis legit gorengan pisang.
Robusta Pegunungan Barat Yang Pekat Aromanya
Robusta atau Coffea canephora tumbuh subur di dataran menengah kawasan barat provinsi. Karakternya lebih pahit, berbadan tebal, dan berkafeina tinggi dibanding arabika, sehingga tidak tenggelam ketika diadu dengan manisnya taburan susu kental di piring sebelah.
Jejak Perkebunan Kopi Di Dataran Tinggi
Kebun robusta rakyat tersebar di kawasan barat provinsi yang berbukit dan sejuk. Dari sanalah biji-biji itu turun ke pasar kota, disangrai gelap, lalu diseduh tubruk di gelas kaca bening yang menemani nampan gorengan sore.

Teman Minum Teh Sore Berupa Geguduh Lampung
Bagi yang tidak minum kopi, teh tawar hangat adalah pendamping berikutnya. Pola ini seragam di seluruh Nusantara: gorengan manis selalu berpasangan dengan minuman panas tanpa gula, karena rasa manis kudapan sudah mencukupi kebutuhan lidah.
Tradisi Ngupi Sore Bersama Keluarga Besar
Ritual duduk bersama sekitar pukul empat sore masih hidup di banyak kampung. Nampan berisi gorengan hangat diletakkan di tengah, gelas-gelas diedarkan, dan obrolan mengalir sampai azan magrib terdengar dari surau di ujung jalan.

Posisi Geguduh Lampung Dalam Acara Adat Setempat
Selain jadi teman kopi harian, penganan ini juga naik kelas ketika ada acara tertentu. Ia muncul di meja hajatan, syukuran panen, hingga arisan keluarga besar, bersanding dengan penganan lain seperti sekubal yang khusus hadir menjelang lebaran.
Hidangan Hajatan Pernikahan Dan Syukuran Desa
Pada hajatan pernikahan, nampan berisi gorengan manis biasanya diletakkan di ruang tamu untuk kerabat yang datang membantu sejak pagi. Porsinya dibuat besar karena tamu terus berdatangan dan tuan rumah pantang membiarkan nampan itu kosong.
Peran Perempuan Dalam Dapur Hajatan Kampung
Dapur hajatan hampir selalu dikelola perempuan sekampung yang datang bergiliran sejak subuh. Sambil mengupas dan melumat buah, mereka bertukar kabar dan menurunkan takaran resep kepada anak gadis yang baru belajar memegang wajan.

Geguduh Lampung Sebagai Sajian Penyambut Tamu Kehormatan
Dalam budaya masyarakat setempat, menyuguhkan makanan kepada tamu bukan sekadar basa-basi melainkan bagian dari harga diri keluarga. Nampan yang penuh menandakan tuan rumah mampu dan bersedia memuliakan siapa pun yang menginjak tangga rumahnya.
Adab Menyuguhkan Piring Kepada Tamu Terhormat
Piring diletakkan dengan dua tangan, disertai kalimat mempersilakan yang halus. Tuan rumah menunggu tamu mengambil lebih dulu sebelum ikut mencicipi. Detail kecil semacam ini yang membuat suguhan sederhana terasa jauh lebih bermakna.

Perbedaan Kudapan Petang Dengan Pisang Goreng Biasa
Banyak orang mengira keduanya sama. Padahal pisang goreng umumnya memakai buah utuh atau belah yang dicelup adonan tepung, sedangkan penganan ini melumatkan buahnya lebih dulu lalu mencampurnya langsung ke dalam adonan sebelum dibentuk dan digoreng.
Perbandingan Tekstur Adonan Lumat Dan Utuh
Hasilnya, gigitan pertama pada pisang goreng biasa menemukan kerak lalu daging buah utuh. Di sini, kerak dan isi menyatu menjadi satu massa lembut yang manisnya merata sampai ke tepi, tanpa ada bagian yang tawar.

Kerabat Dekat Geguduh Lampung Di Nusantara Lain
Konsep melumatkan pisang lalu menggorengnya ternyata muncul mandiri di banyak tempat. Ensiklopedia mencatat deretan olahan pisang goreng seperti cucur pisang di Brunei, pazham pori di Kerala, pinaypay di Filipina, sampai chuoi chien di Vietnam.
| Nama Olahan | Asal Daerah | Ciri Pembeda |
|---|---|---|
| Guduh | Sumatra bagian selatan | Pisang kepok dilumat lalu dicampur terigu |
| Cucur pisang | Brunei Darussalam | Varian madu jadi teman minum petang |
| Pazham pori | Kerala, India Selatan | Pisang raja dibelah, adonan berkunyit |
| Pisang molen | Jawa Barat | Dililit adonan tipis lalu digoreng |
| Pinaypay | Filipina | Dipipihkan menyerupai bentuk kipas |
Sepupu Geguduh Lampung Dari Pulau Seberang
Yang paling dekat justru pinaypay dari Filipina, karena memakai saba, sebutan setempat untuk pisang kepok yang sama persis. Kesamaan bahan ini menegaskan bahwa jalur pertukaran kuliner Austronesia masih terbaca jelas sampai hari ini.

Kandungan Gizi Geguduh Lampung Bagi Tubuh Kita
Sebagai olahan buah, penganan ini membawa serta gizi asli pisang: kalium, serat, vitamin B6, dan karbohidrat sederhana yang cepat diserap. Proses penggorengan memang menambah lemak, tetapi tidak menghapus seluruh manfaat bahan dasarnya.
Kalium Serat Serta Energi Cepat Terserap
Kalium membantu menjaga tekanan darah dan mencegah kram otot, cocok untuk pendaki yang butuh bekal ringkas. Seratnya memperlambat lonjakan gula darah, sementara karbohidratnya memberi tenaga instan untuk melanjutkan perjalanan sore hari.
Porsi Wajar Bagi Penikmat Yang Berdiet
Karena digoreng rendam, kandungan lemaknya tidak bisa diabaikan. Dua sampai tiga potong sudah cukup sebagai kudapan sore. Bagi yang menjaga asupan, kurangi gula pada adonan dan andalkan manis alami dari buah yang benar-benar matang.

Peluang Usaha Geguduh Lampung Bagi Pelaku UMKM
Modalnya kecil, bahannya melimpah, dan pasarnya sudah terbentuk sejak lama. Kombinasi itu membuat penganan ini jadi pilihan masuk akal bagi ibu rumah tangga maupun anak muda yang ingin mulai berjualan tanpa menyewa tempat mahal.
Modal Awal Menjual Kudapan Petang Harian
Dengan modal harian di bawah lima puluh ribu rupiah, penjual bisa menghasilkan sekitar enam puluh potong. Dijual dua ribu rupiah per potong, marginnya sudah cukup untuk menambah pemasukan keluarga tanpa mengganggu pekerjaan utama.

Strategi Harga Jual Geguduh Lampung Di Warung
Harga di warung tepi jalan biasanya dipatok seribu sampai dua ribu rupiah per potong, sementara gerai berpendingin di pusat kota berani memasang lima sampai delapan ribu dengan tambahan topping dan kemasan yang jauh lebih rapi.
Kemasan Menarik Menaikkan Nilai Jual Produk
Kotak kertas berjendela plus stiker nama membuat produk rumahan terlihat pantas dijadikan oleh-oleh. Perubahan sederhana pada kemasan sering kali menaikkan harga jual dua kali lipat tanpa mengubah satu pun bahan di dalamnya.

Tempat Terbaik Mencicipi Geguduh Lampung Saat Berkunjung
Pasar tradisional pagi hari adalah tempat paling jujur untuk mencobanya. Di sana penganan ini digoreng langsung di depan pembeli, disusun di tampah beralas kertas cokelat, dan habis sebelum matahari benar-benar naik tinggi.
Warung Tepi Jalan Hingga Kafe Modern
Selain pasar, warung kopi di sepanjang jalan lintas Sumatra hampir selalu menyediakannya. Belakangan, kafe di kawasan Kota Metro dan Pringsewu juga mulai memasukkannya ke menu dengan penyajian piring yang lebih modern.
Waktu Terbaik Datang Sebelum Dagangan Habis
Datanglah antara pukul enam sampai delapan pagi bila mengincar versi pasar, atau selepas pukul empat sore untuk versi warung kopi. Di luar dua jendela waktu itu, tampah biasanya sudah kosong dan wajan sudah dingin.

Menikmati Geguduh Lampung Setelah Menjelajah Wisata Alam
Provinsi ini punya Taman Nasional Way Kambas dengan pusat latihan gajahnya, gugusan Pulau Pahawang untuk snorkeling, dan deretan pantai di pesisir selatan. Sepulang dari sana, penganan hangat ini adalah penutup perjalanan yang paling murah sekaligus paling berkesan.
Bekal Camilan Legendaris Menuju Destinasi Wisata
Kalau ingin ikut trip terorganisir ke Way Kambas atau Pahawang, kamu bisa membandingkan jadwal dan harga penyelenggara lewat marketplace seperti Kumbaya.id, lalu membungkus sekantong gorengan ini sebagai bekal di perjalanan.
Rute Perjalanan Darat Menuju Pesisir Selatan
Dari pelabuhan penyeberangan di ujung selatan, jalan lintas Sumatra membawa pelancong ke ibu kota provinsi dalam waktu sekitar dua jam. Warung kopi di sepanjang rute itu adalah pemberhentian paling nyaman untuk mencicipinya selagi hangat.

Oleh-oleh Geguduh Lampung Untuk Kerabat Di Rumah
Berbeda dengan keripik pisang yang tahan berminggu-minggu dan sudah punya pasar ekspor, gorengan basah ini hanya bertahan sehari. Untuk dibawa pulang jauh, pilih versi yang digoreng lebih kering dan dikemas setelah benar-benar dingin.
Menghangatkan Kembali Tanpa Kehilangan Tekstur Renyah
Jangan pakai microwave karena uapnya membuat kerak melempem. Panggang ulang di penggorengan udara atau wajan kering dengan api kecil selama tiga menit, dan kerenyahannya akan kembali hampir seperti baru diangkat dari minyak.

Kesalahan Umum Saat Membuat Geguduh Lampung Sendiri
Kegagalan paling sering terjadi karena tiga hal: buah kurang matang, tepung berlebih, dan minyak belum cukup panas. Ketiganya berujung pada hasil yang keras, tawar, atau berminyak, padahal bahan yang dipakai sudah benar sejak awal.
Menyimpan Sisa Adonan Agar Tetap Layak
Adonan yang tidak habis sebaiknya tidak disimpan lebih dari empat jam di suhu ruang karena buah lumat cepat berubah warna dan berbau asam. Bila terpaksa, tutup rapat dan simpan di lemari pendingin.

Camilan Legendaris Dalam Bingkai Falsafah Piil Pesenggiri
Masyarakat adat setempat memegang falsafah Piil Pesenggiri, pedoman hidup yang menempatkan harga diri, keterbukaan, dan kemurahan hati sebagai nilai utama. Sepiring gorengan hangat di ruang tamu adalah wujud paling sederhana dari nilai-nilai besar itu.
Falsafah Nemui Nyimah Dalam Semangkuk Suguhan
Salah satu unsurnya, nemui nyimah, berarti ramah dan terbuka kepada siapa pun yang bertamu. Menolak suguhan dianggap kurang santun, karena yang ditawarkan bukan sekadar makanan melainkan pengakuan bahwa tamu itu diterima sebagai keluarga.

Penutup Perjalanan Rasa Manis Dari Tanah Sumatra
Dari pekarangan rumah panggung sampai etalase kafe berpendingin, penganan pisang lumat ini membuktikan bahwa resep paling sederhana justru paling awet bertahan. Ia tidak butuh bahan mahal, hanya butuh buah yang tepat dan tangan yang sabar.
| Tahapan | Patokan Praktis |
|---|---|
| Kematangan buah | Kulit kuning penuh, bintik cokelat mulai muncul |
| Rasio tepung | Satu bagian tepung untuk empat bagian buah lumat |
| Suhu minyak | Sekitar seratus tujuh puluh derajat Celsius |
| Lama menggoreng | Tiga sampai empat menit sampai keemasan |
| Penyajian terbaik | Hangat, bersama kopi robusta atau teh tawar |
Mau ikut open trip yang terorganisir dan aman ke Way Kambas, Pahawang, atau pantai selatan? Temukan berbagai pilihan trip outdoor di Kumbaya.id. Dan buat kamu penyelenggara trip, Kumbaya juga menyediakan platform untuk kelola trip, peserta, dan pembayaran online dalam satu tempat.
Baca Juga Kuliner Nusantara Lainnya Berikut
- Gulai Balak: daging berkuah santan kuning khas Lampung
- Gabing: sayur umbut kelapa berkuah santan
- Seruit: ikan bakar bersambal tempoyak
- Engkak Ketan: kue lapis legit khas Palembang
- Tekwan: sup bakso ikan berkuah udang
- Lema Rejang: rebung fermentasi khas Bengkulu
- Bay Tat: kue raja khas Bengkulu
- Lempuk Durian: dodol durian khas Bengkalis
- Hintalu Karuang: bubur ketan kuah santan khas Banjar
- Bingka: kue panggang berbentuk bunga khas Banjar
- Amparan Tatak: kue pisang berlapis santan
- Kopi Ulee Kareng: robusta saring legendaris Aceh
- Pisang Ijo: es pisang hijau khas Makassar
- Kain Tapis: tenun benang emas kebanggaan Lampung
Sumber rujukan: Wikipedia bahasa Indonesia, entri pisang kepok, dan Indonesia Travel.
