Semangkuk lakso Palembang adalah bukti bahwa sarapan bisa terasa semewah hidangan pesta: mi tebal berwarna putih kekuningan disiram kuah santan bersemu emas, ditaburi bawang goreng, lalu disantap panas sebelum matahari benar-benar terbit di atas Sungai Musi.
Hidangan ini sering disebut sebagai laksa gaya Sumatera Selatan, tetapi rasanya jauh berbeda dari laksa Semenanjung yang tajam dan pedas. Di sini yang menonjol justru gurih lembut santan, wangi kunyit, dan serat halus ikan yang lumer di dalam kuah.

Artikel ini membedah sembilan rahasianya secara berurutan: dari asal kata, bahan, teknik mencetak mi, kuah santan, pelengkap wajib, sampai rute wisata kuliner di tepian sungai. Semua bersumber dari catatan kuliner, arsip prasasti, dan kebiasaan warung pagi yang masih hidup sampai kini.
Daftar Isi
Mengenal Sejarah Singkat di Balik Lakso Palembang
Sajian ini tercatat sebagai kudapan sarapan yang dijual berbarengan dengan burgo dan laksan di kawasan Ilir maupun Ulu. Bentuknya mi tebal dari tepung beras atau sagu, disiram kuah santan kekuningan yang gurih, kemudian dicampur ikan dan ditaburi bawang goreng renyah.

Definisi Ringkas Bagi Pembaca Baru Ini
Bayangkan mi udon yang lebih lembut, kuah opor yang lebih ringan, dan aroma kunyit yang tidak menusuk. Kombinasi itu membuat hidangan ini mudah diterima anak-anak sekalipun, sekaligus tetap memuaskan orang dewasa yang mencari rasa gurih pekat di pagi hari.

Kuah Santan Kuning Gurih Khas Lakso Palembang
Kuahnya dibuat dari santan kelapa yang dimasak bersama bumbu halus berisi kunyit, kemiri, ketumbar, bawang merah, dan bawang putih. Warna kuning keemasan muncul murni dari rimpang kunyit, bukan pewarna, sehingga permukaan kuah terlihat berkilau lembut saat disiram ke atas mi.

Aroma Kunyit yang Langsung Menyapa Hidung
Kunyit atau Curcuma longa memberi wangi tanah yang hangat. Di Ternate rimpang ini dinamai gorachi yang berarti emas, sebuah kebetulan indah karena warna kuah memang mengingatkan pada logam mulia tersebut saat terkena cahaya pagi.
Tekstur Lakso Palembang Tebal Lembut yang Menggoda
Mi-nya jauh lebih tebal daripada bihun maupun kwetiau. Diameter satu batang bisa menyerupai lidi besar, kenyal di luar tetapi lembut ketika digigit. Karena tebal, mi ini tidak cepat lembek meski berlama-lama berada di dalam kuah santan yang panas.

Kenapa Teksturnya Berbeda dari Bihun Biasa
Bihun dibuat tipis dari tepung beras dan matang dalam hitungan detik. Adonan mi tebal ini justru dimasak lebih dulu menjadi bubur kental, dicetak, lalu direbus singkat, sehingga permukaannya sedikit berpati dan mampu memegang kuah lebih lama.
Bahan Utama Penyusun Semangkuk Panas Warisan Musi
Belanjanya sederhana: tepung sagu atau tepung beras, ikan gabus segar, kelapa parut, dan sekelompok rempah dapur. Tidak ada bahan impor, tidak ada penyedap rumit. Justru kesederhanaan itu yang membuat resep ini bertahan lintas generasi di rumah-rumah tepi sungai.

Daftar Bahan Belanja Untuk Mi Sagu
Untuk empat porsi siapkan dua ratus gram tepung sagu, tiga ratus gram ikan, satu butir kelapa, tiga sentimeter kunyit, dua butir kemiri, satu sendok teh ketumbar, satu batang serai, dan dua lembar daun salam.
Pati Rumbia Sebagai Fondasi Adonan Lakso Palembang
Sagu diambil dari teras batang rumbia, Metroxylon sagu, pohon rawa yang tumbuh melimpah di dataran rendah Sumatera. Satu pohon dewasa mampu menghasilkan seratus lima puluh hingga tiga ratus kilogram pati basah, sebuah cadangan karbohidrat yang luar biasa efisien.

Kandungan Kalori Pati Sagu Per Sajian
Setiap seratus gram pati sagu menyimpan sekitar tiga ratus lima puluh lima kilokalori dengan sembilan puluh empat gram karbohidrat. Angka itu menjelaskan mengapa semangkuk kecil saja sudah membuat perut terasa penuh sampai menjelang tengah hari.

Ikan Gabus Pemberi Rasa Umami Lakso Palembang
Kuah tradisional memakai ikan gabus, Channa striata, yang dagingnya putih, tebal, dan hampir tanpa tulang halus. Ikan ini bisa tumbuh sampai satu meter di rawa dan lebak, habitat yang mengelilingi hampir seluruh dataran rendah Sumatera Selatan.

Nama Lokal Ikan Ini Bermacam Ragam
Warga tepian sungai menyebutnya gabos atau delek, orang Banjar memanggilnya haruan, orang Jawa menamainya kutuk, di Sunda dikenal sebagai bogo, sedangkan di Riau disebut bocek. Satu spesies, sekian identitas, mengikuti dapur yang mengolahnya.
Peran Kunyit Segar pada Warna Lakso Palembang
Rimpang kunyit dihaluskan mentah bersama kemiri agar minyak esensialnya tidak hilang. Sebagian penjual menyangrai sebentar untuk menghilangkan rasa getir. Hasil akhirnya adalah kuning cerah yang stabil, tidak pudar walau kuah dipanaskan ulang beberapa kali sepanjang pagi.

Warna Kuning Emas Tanpa Pewarna Buatan
Kurkumin di dalam kunyit adalah pigmen alami yang juga bersifat antioksidan. Karena itu warna cerah pada kuah bukan sekadar urusan penampilan, melainkan efek samping menyenangkan dari rempah yang sejak lama dipakai sebagai obat tradisional.
Ketumbar dan Kemiri Penyeimbang Aroma Warisan Musi
Ketumbar menyumbang aroma hangat sedikit sitrus, sedangkan kemiri bekerja sebagai pengental alami sekaligus pemberi rasa lemak nabati. Tanpa kemiri, kuah cenderung terasa tipis; tanpa ketumbar, gurih santan terasa datar dan cepat membosankan di suapan kelima.

Menyangrai Rempah Sebelum Dihaluskan Lebih Wangi
Kemiri mengandung minyak tinggi sehingga wajib disangrai agar tidak menimbulkan rasa pahit. Ketumbar cukup dipanaskan sebentar sampai harum. Kedua langkah kecil ini membedakan kuah warung legendaris dengan kuah percobaan pertama di dapur rumah.
Lengkuas Serai Daun Salam Melengkapi Lakso Palembang
Lengkuas, Alpinia galanga, dipukul lalu dimasukkan utuh. Nama tanaman ini turun dari kata Proto-Melayu-Polinesia laŋkuas dan sudah dibudidayakan sejak lama di Jawa sampai ketinggian seribu dua ratus meter di atas permukaan laut.

Rempah Segar Versus Bumbu Instan Kemasan
Bumbu instan memang praktis, namun serai dan daun salam segar memberi lapisan aroma yang tidak tergantikan. Jika terpaksa memakai kemasan, tambahkan satu batang serai asli agar wangi rumput sitrusnya tetap muncul di permukaan kuah.
Santan Kelapa Penentu Kekentalan Kuah Lakso Palembang
Kelapa, Cocos nucifera, adalah satu-satunya spesies hidup dari genus Cocos dan tersebar luas di pesisir tropis. Dari daging tuanya diperas santan yang menjadi tulang punggung kuah, memberi rasa lemak manis yang membalut setiap batang mi.
Memilih Kelapa Tua Untuk Warisan Musi
Pilih kelapa dengan kulit ari kecokelatan dan daging tebal. Peras dua kali: perasan pertama menjadi santan kental untuk akhir masakan, sedangkan perasan kedua yang lebih cair dipakai lebih dulu agar bumbu punya ruang untuk larut.
Asal Kata Laksha dalam Penamaan Mi Sagu
Kata laksa berakar pada bentuk Melayu Kuno laksha yang berarti banyak atau sepuluh ribu, serapan dari bahasa Sanskerta. Nama itu masuk akal karena mi yang menumpuk banyak di dalam mangkuk memang menyerupai jumlah yang tak terhitung.

Teori Serapan Persia yang Kurang Populer
Ada pula pendapat yang menautkan istilah tersebut pada bahasa Persia. Teori ini kalah populer dibanding jalur Sanskerta, tetapi menunjukkan betapa jauh jaringan dagang kuno membawa kata, rempah, dan teknik memasak menyeberangi Samudra Hindia.
Jejak Prasasti Kedukan Bukit dan Lakso Palembang
Frasa mamava yam vala dua laksa terpahat pada Prasasti Kedukan Bukit, batu bertulis berbahasa Melayu Kuno yang ditemukan di tepian sungai. Prasasti itu berangka tahun 682 Masehi, menjadikannya jejak tertulis tertua bagi kata laksa.

Bukti Tertulis Tertua Abad Ketujuh Masehi
Pada masa yang sama, kedatuan Sriwijaya sedang menanjak. Namanya bermakna cahaya kemenangan, gabungan sri dan vijaya. Pendeta I Tsing berkunjung pada 671 Masehi dan mencatat kota pelabuhan yang ramai oleh ribuan biksu serta pedagang.
Perbedaan Laksa Semenanjung dengan Sajian Lakso Palembang
Laksa Penang berkuah asam ikan yang tajam, sedangkan laksa Singapura kental oleh santan pedas berbasis rebon. Versi Sumatera Selatan justru lembut, tanpa asam menyengat, dan mengandalkan gurih santan berbumbu kunyit sebagai bintang utamanya.

Kuah Kental Bukan Berarti Sama Rasanya
Banyak pelancong keliru menyamakan semua hidangan bernama serupa. Padahal perbedaan bumbu dasar sangat menentukan: satu memakai daun kesum dan asam, satunya memakai kunyit dan kemiri. Hasil di mulut sama sekali berbeda arah.
Ragam Laksa Nusantara di Luar Lakso Palembang
Nusantara punya banyak turunan hidangan mi berkuah rempah. Ada laksa Banjar, laksa Bogor, laksa Betawi, laksa Cibinong, laksa Jepara, laksa Medan, sampai laksa Tangerang. Masing-masing menyesuaikan diri dengan selera dan bahan lokal setempat.

Laksa Banjar Bogor Betawi Secara Singkat
Laksa Banjar memakai ikan haruan dengan mi yang dijalin menyatu dan kuah oranye pasi bersambal habang. Laksa Bogor memakai oncom bakar. Laksa Betawi berkembang dari laksa Cibinong dan menang di Betawi Food Festival tahun 1988.
Burgo Sepupu Terdekat dari Semangkuk Mi Sagu
Burgo adalah panekuk tepung beras yang dilipat, digulung, lalu diiris dua sentimeter dan disiram kuah santan putih. Keduanya dijual di etalase yang sama, sehingga pembeli sering memesan campuran agar bisa mencicipi dua tekstur sekaligus.

Panekuk Beras Lipat Berkuah Putih Susu
Perbedaan paling kentara ada pada warna kuah: putih susu untuk burgo, kuning keemasan untuk mi tebal ini. Burgo juga tercatat sebagai warisan budaya takbenda pada 2021 dengan nomor pendaftaran 202101401.
Celimpungan Laksan Tekwan Bersanding dengan Lakso Palembang
Etalase sarapan tepian sungai biasanya memuat empat sampai lima pilihan. Celimpungan berbentuk bulatan pipih sepuluh sentimeter berkuah kuning, laksan berupa potongan pempek lenjer bersiram kuah merah, dan tekwan hadir sebagai sup bening berisi bola ikan kecil.

Satu Etalase Berisi Empat Sajian Sekaligus
Nama celimpungan lahir dari bunyi plung ketika adonan dicemplungkan ke air panas, sedangkan tekwan diyakini berasal dari ungkapan bekotek samo kawan alias mengobrol bersama teman. Nama-nama itu memperlihatkan humor dapur warga setempat.

Pempek dan Akulturasi Tionghoa Menemani Lakso Palembang
Pempek lahir dari akulturasi dengan tradisi Tionghoa, adaptasi dari ngo hiang dan kekkian yang bertemu limpahan ikan sungai. Cerita populer menyebut seorang perantau bernama Apek sekitar tahun 1617 sebagai perintisnya di tepian sungai besar.

Kisah Apek di Tepian Sungai Besar
Pada 1880-an para penjual masih memikul keranjang dagangan berkeliling kampung. Pola berjualan itu bertahan sampai kini dalam bentuk gerobak dan warung tenda, hanya berganti alat angkut tanpa mengubah inti resep yang diwariskan.
Cara Membuat Adonan Kenyal Untuk Warisan Musi
Tepung sagu diseduh air panas sambil diaduk cepat sampai menjadi bubur kental yang licin. Setelah cukup dingin untuk dipegang, adonan diuleni singkat agar kalis, lalu siap dimasukkan ke dalam alat cetak berlubang.

Perbandingan Air dan Tepung Paling Ideal
Patokan aman adalah satu bagian tepung berbanding satu setengah bagian air mendidih. Jika adonan terlalu lembek, tambahkan tepung sedikit demi sedikit; jika terlalu keras, teteskan air panas sambil terus diaduk sampai kembali lentur.
Teknik Mencetak Silinder Panjang Adonan Lakso Palembang
Adonan ditekan melalui cetakan berlubang langsung ke atas air mendidih. Batang mi yang keluar dibiarkan menggulung sendiri, direbus hingga mengapung, kemudian diangkat dan disiram air dingin supaya permukaannya tidak saling menempel.

Alat Cetak Sederhana di Dapur Rumahan
Bila tidak memiliki cetakan khusus, gunakan plastik segitiga bertekstur kuat atau kantong sepuit kue dengan ujung berlubang lima milimeter. Hasilnya tidak seragam seperti buatan warung, tetapi rasa dan teksturnya tetap mendekati aslinya.
Proses Memasak Kuah Perlahan Ala Lakso Palembang
Bumbu halus ditumis sampai minyaknya keluar, baru santan cair dituang bertahap. Setelah ikan yang telah direbus dan dihaluskan masuk, kuah dijerang dengan api kecil sambil terus diaduk searah agar santan tidak pecah.

Mengaduk Santan Agar Tidak Pecah Berminyak
Kuncinya adalah api kecil dan pengadukan tanpa henti pada sepuluh menit pertama. Bila lapisan minyak sudah memisah, tambahkan sedikit santan kental dingin lalu aduk cepat; tekstur biasanya kembali menyatu dalam satu dua menit.

Urutan Penyajian yang Benar Untuk Lakso Palembang
Langkah pertama adalah menata mi di atas piring cekung dengan rapi. Setelah itu kuah panas disiram merata, disusul taburan bawang goreng. Pelengkap seperti telur rebus atau perasan jeruk baru ditambahkan tepat sebelum disantap.

Menata Mi Sagu Agar Tampak Rapi
Penjual berpengalaman menyusun mi searah supaya mudah diangkat sendok. Piring cekung lebih disukai ketimbang mangkuk dalam karena kuahnya memang tidak banyak, hanya cukup untuk membasahi dan membaluti setiap batang mi.
Bawang Goreng Renyah Penyempurna Aroma Warisan Musi
Tanpa bawang goreng, hidangan ini kehilangan separuh pesonanya. Irisan bawang merah yang digoreng garing menyumbang aroma manis gurih sekaligus kontras tekstur terhadap kuah yang lembut dan mi yang kenyal berpati.

Menggoreng Irisan Bawang Merah Sampai Keemasan
Iris tipis merata, taburi sedikit tepung beras, lalu goreng dengan minyak sedang sampai warnanya keemasan muda. Angkat sebelum berwarna cokelat pekat karena bawang akan terus matang oleh panas sisa di dalam saringan.
Jeruk Kunci dan Telur Pelengkap Lakso Palembang
Sebagai variasi, sajian ini dapat dilengkapi jeruk kunci, telur rebus, atau kerupuk. Perasan jeruk kecil beraroma tajam memotong rasa gurih, sedangkan telur menambah protein sehingga satu piring cukup menjadi sarapan yang mengenyangkan.
Perasan Jeruk Menyeimbangkan Rasa Terlalu Gurih
Cukup setengah buah untuk satu porsi. Perasan berlebih justru membuat santan terasa masam dan bumbu kunyit tenggelam. Tambahkan sedikit dulu, cicipi, baru putuskan apakah butuh satu perasan lagi di suapan berikutnya.
Emping Melinjo Sebagai Kerupuk Pendamping Lakso Palembang
Kerupuk melinjo alias emping dibuat dari biji Gnetum gnemon, pohon berbiji terbuka asal Asia tropik yang juga dikenal sebagai tangkil di Sunda dan mlinjo di Jawa. Rasa pahit tipisnya menyeimbangkan kuah bersantan.

Biji Melinjo Ditumbuk Lalu Dijemur Kering
Pohon melinjo mampu hidup lebih dari seratus tahun dan menghasilkan delapan puluh sampai seratus kilogram biji setiap panen raya. Biji itu disangrai, dikupas, ditumbuk tipis, lalu dijemur sebelum digoreng menjadi kerupuk.
Kerupuk Udang Gurih Menemani Sarapan Mi Sagu
Selain emping, kerupuk udang menjadi pendamping favorit. Kerupuk sendiri sudah lama hadir di Nusantara; istilah kurupuk muncul dalam bahasa Jawa Kuno dan Prasasti Taji dari Ponorogo bahkan menyebut krupuk rambak pada masa Mataram Kuno.
Sentra Produksi Kerupuk di Pulau Jawa
Kerupuk udang dikenal berasal dari Sidoarjo, dijemur dua sampai tiga hari sebelum digoreng. Teksturnya yang mengembang ringan cocok dicelup sedikit ke kuah, memberi sensasi gurih ganda tanpa membuat kuah menjadi keruh.
Sambal Pedas Pilihan Penggemar Berat Lakso Palembang
Sambal disediakan terpisah agar setiap orang bisa mengatur tingkat kepedasan. Menurut catatan sejarah, sambal berasal dari Jawa sekitar abad kesepuluh dari kata sambel, dan cabai baru masuk melalui pedagang Spanyol serta Portugis pada abad keenam belas.

Tingkat Kepedasan Sesuai Selera Masing Masing
Sebelum cabai dikenal, nenek moyang memakai cabai jawa, lada, dan jahe untuk memberi rasa panas. Warung tradisional biasanya menyediakan sambal goreng tumis yang tidak terlalu pedas supaya rasa kunyit tetap terasa jelas.
Budaya Sarapan Pagi Berpusat pada Lakso Palembang
Jajanan pagi di Indonesia umumnya dijual dari gerobak, pikulan, atau warung kecil dengan harga terjangkau. Pola itu berlaku pula di sini: warung buka sebelum azan subuh berakhir dan sering tutup sebelum pukul sepuluh.

Jam Ramai Pedagang Menjelang Matahari Terbit
Antrean terpanjang biasanya terjadi antara pukul enam dan delapan pagi, saat pekerja dan pelajar berangkat. Datang lebih awal berarti mendapat kuah yang masih paling kental karena santan belum berkali-kali dipanaskan ulang.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Golongan | Kudapan sarapan |
| Bahan mi | Tepung sagu atau tepung beras |
| Warna kuah | Kuning keemasan dari kunyit |
| Sumber protein | Ikan gabus atau tenggiri |
| Pelengkap | Bawang goreng, telur, jeruk, kerupuk |
| Waktu terbaik | Pukul enam sampai sembilan pagi |
Harga Terjangkau Warung Kaki Lima Lakso Palembang
Sebagian besar jajanan jalanan dijual di bawah kisaran satu dolar Amerika, meski ada yang melewati dua puluh ribu rupiah. Istilah kaki lima sendiri merujuk pada lebar trotoar lima kaki yang sering ditempati pedagang.
Kisaran Rupiah Semangkuk Warisan Musi Sekarang
Di warung kampung, satu porsi umumnya dihargai sepuluh sampai delapan belas ribu rupiah. Kedai modern di pusat kota bisa mematok dua kali lipat, biasanya karena porsi ikan lebih banyak dan tempatnya berpendingin.
Lokasi Terbaik Menikmati Semangkuk Hangat Mi Sagu
Pusat penjualan tersebar di kawasan Ilir maupun Ulu, dua sisi kota yang dipisahkan sungai. Pasar pagi, gang perumahan lama, dan deretan kedai dekat kawasan pecinan adalah tempat paling menjanjikan bagi pemburu rasa autentik.

Pasar Tradisional Berburu Mi Sagu Autentik
Tanya penjual mana yang membuat mi sendiri setiap pagi. Ciri warung serius terlihat dari tumpukan mi basah yang masih beruap dan panci kuah besar yang tidak pernah kosong sampai jam sarapan berakhir.
Sungai Batanghari Sembilan Membentuk Rasa Lakso Palembang
Sungai Musi mengalir tujuh ratus dua puluh kilometer dari Bukit Kelam dekat Curup di Bengkulu sampai bermuara ke Selat Bangka. Aliran inilah yang menyuplai ikan rawa, sagu, dan kelapa bagi dapur-dapur di sepanjang tepiannya.
Delapan Anak Sungai Menyatu Menjadi Satu
Julukan Batanghari Sembilan berarti sembilan sungai besar: aliran utama ditambah Komering, Rawas, Batanghari Leko, Lakitan, Kelingi, Lematang, Rupit, dan Ogan. Jaringan air seluas itu menjadikan ikan tawar sebagai protein termurah dan terdekat.

Rute Wisata Kota Tua Bersama Lakso Palembang
Susun pagi Anda begini: sarapan di warung dekat pasar, lanjut memandang Jembatan Ampera dari dermaga, lalu menyeberang ke Pulau Kemaro memakai perahu ketek. Sore hari cicipi pempek panggang sebelum kembali ke penginapan.

Paket Wisata Kuliner Bersama Warisan Musi
Kalau tidak ingin repot mengatur transportasi dan jadwal, cek Kumbaya.id — marketplace trip outdoor tempat Anda bisa membandingkan paket wisata kuliner dan susur sungai dari penyelenggara terpercaya, lengkap dengan itinerari serta ulasan peserta sebelumnya.
Nilai Gizi Sepiring Sarapan Bersantan Warisan Musi
Karbohidrat pati sagu berpadu protein ikan dan lemak santan, kombinasi klasik sarapan tropis yang bertenaga. Porsi sedang mengandung sekitar empat ratus lima puluh kilokalori, cukup menopang aktivitas sampai jam makan siang.

Perbandingan Gizi Antar Sajian Mi Sagu
Dibandingkan burgo, versi mi ini terasa lebih ringan karena kuahnya sedikit lebih cair. Dibandingkan tekwan yang berkuah bening, jelas lebih padat energi. Pilih sesuai rencana hari Anda: jalan jauh atau duduk santai.
| Sajian | Bentuk | Warna kuah | Perkiraan kalori |
|---|---|---|---|
| Mi tebal berkuah santan | Batang mi panjang | Kuning keemasan | Sekitar 450 kkal |
| Burgo | Panekuk beras digulung | Putih susu | Sekitar 420 kkal |
| Celimpungan | Bulatan pipih sepuluh sentimeter | Kuning cerah | Sekitar 480 kkal |
| Tekwan | Bola ikan kecil | Bening kaldu | Sekitar 250 kkal |
Menjaga Cita Rasa Kuliner Sriwijaya Tetap Hidup
Selama masih ada penjual yang menakar tepung dengan tangan dan memeras kelapa setiap pagi, warisan rasa ini akan bertahan. Mencobanya di tempat asal adalah cara paling sederhana untuk ikut menjaga rantai tradisi tersebut.
Regenerasi Penjual Muda Warisan Musi Kini
Sejumlah penjual generasi ketiga kini memasarkan lewat media sosial dan layanan antar. Kemasan berubah, tetapi bumbu dasarnya tetap sama: kunyit, kemiri, ketumbar, dan kesabaran mengaduk santan di atas api kecil.
Mau ikut open trip yang terorganisir dan aman? Temukan berbagai pilihan trip outdoor di Kumbaya.id. Dan buat Anda penyelenggara trip, Kumbaya juga menyediakan platform untuk kelola trip, peserta, dan pembayaran online dalam satu tempat.
Baca Juga Kuliner Nusantara Lainnya
- Celimpungan, bakso ikan kuah santan kuning
- Burgo, panekuk beras kuah santan putih
- Engkak ketan, kue legit berlapis
- Lema, fermentasi bambu khas Rejang
- Pendap, ikan berbungkus daun talas
- Bay tat, kue raja tanah Bengkulu
- Luti gendang, roti isi ikan Anambas
- Kernas, camilan sagu ikan Natuna
- Mie lendir, mi kuah kacang Kepri
- Gulai belacan khas Kampar
- Lempuk durian Bengkalis
- Kerupuk basah Kapuas Hulu
- Sambal tempoyak durian fermentasi
Referensi tambahan: artikel Lakso dan Sungai Musi di Wikipedia Indonesia, serta portal resmi Indonesia Travel.
