Aroma arang, daging sapi mengilap kecokelatan, dan sensasi pedas manis yang langsung menempel di lidah — itulah kesan pertama saat mencicipi sate rembiga di Kota Mataram, Lombok. Berbeda dari sate ayam berbumbu kacang yang akrab di Jawa, hidangan ini memakai daging sapi yang direndam bumbu merah pekat berbahan cabai rawit, terasi, dan gula merah, lalu dibakar sampai pinggirannya sedikit gosong. Rasanya tegas: manis di depan, pedas menyusul, lalu ada gurih terasi yang tertinggal lama.
Buat pelancong yang baru mendarat di Lombok, seporsi sate rembiga sering jadi perkenalan paling jujur dengan selera orang Sasak yang memang doyan pedas. Artikel ini mengupas asal usul nama Rembiga, komposisi bumbunya, resep rumahan yang bisa kamu praktikkan, kisaran harga 2026, warung legendaris yang wajib disambangi, sampai rute dan itinerary sehari keliling kuliner Mataram. Siapkan air minum — bacaannya panjang dan pedas.
Daftar Isi

Apa Itu Sate Rembiga Sebenarnya
Sate rembiga adalah sate daging sapi khas Kota Mataram yang dibalur bumbu merah pedas manis sebelum dibakar di atas bara arang. Yang membuatnya khas bukan saus siram di akhir, melainkan bumbu yang sudah meresap ke dalam serat daging sejak proses marinasi. Ketika matang, tusukan sate tampak berwarna cokelat kemerahan dengan permukaan sedikit karamel karena kandungan gula merah. Tidak ada bumbu kacang, tidak ada kecap berlimpah, dan tidak ada acar mentimun. Yang ada hanya daging, bumbu, dan asap arang — sesederhana itu, tetapi justru di kesederhanaan itulah kekuatannya terletak.
Asal Usul Nama Rembiga di Kota Mataram
Nama hidangan ini diambil langsung dari tempat kelahirannya, yaitu Kelurahan Rembiga di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini dulu dikenal sebagai daerah pinggiran kota yang dilewati banyak orang menuju bandara lama Selaparang. Warung tenda yang berjualan di tepi jalan kawasan tersebut lama-lama diidentikkan dengan nama kelurahannya, sampai akhirnya nama itu menempel permanen pada menunya. Pola penamaan seperti ini lazim di Indonesia — sebut saja soto Kudus atau ayam Taliwang, yang sama-sama meminjam nama tempat asal.
Sejarah Singkat Sate Legendaris Sejak Era 1970-an
Menurut cerita yang beredar turun-temurun di kalangan pedagang setempat, sate rembiga mulai dijual sebagai dagangan rumahan sekitar era 1970-an hingga 1980-an, jauh sebelum Lombok ramai wisatawan. Awalnya hanya menu hajatan dan suguhan keluarga, lalu berkembang jadi warung tenda kecil yang buka sore hari. Ketika pariwisata Lombok tumbuh pada dekade 2000-an, hidangan ini ikut terangkat dan mulai muncul di daftar rekomendasi kuliner. Catatan sejarahnya memang lisan, bukan arsip resmi, jadi tahun pastinya bisa berbeda tergantung siapa yang bercerita.
Kenapa Sate Rembiga Terasa Beda dari Sate Lain
Perbedaan paling mendasar ada pada waktu bumbu bertemu daging. Pada banyak sate Nusantara, bumbu dioleskan atau disiramkan setelah daging dibakar. Di sini, daging direndam berjam-jam sehingga bumbu masuk sampai ke tengah potongan. Hasilnya, gigitan pertama dan gigitan terakhir punya intensitas rasa yang sama. Faktor kedua adalah terasi, yang memberi lapisan gurih fermentasi dan aroma laut yang tidak dimiliki sate berbumbu kacang. Faktor ketiga tentu saja level pedasnya, yang memang disesuaikan dengan lidah orang Sasak.
Cita Rasa Pedas Manis yang Jadi Ciri Khas
Profil rasanya bisa dipecah jadi empat lapis. Lapis pertama manis dari gula merah yang ikut mengaramel saat dibakar. Lapis kedua pedas dari cabai rawit yang jumlahnya tidak main-main. Lapis ketiga gurih asin dari terasi bakar. Lapis keempat sedikit asam dan wangi dari asam jawa serta kencur yang menyeimbangkan lemak daging. Keempatnya datang berurutan dalam satu kunyahan, dan itulah alasan banyak orang menyebut hidangan ini adiktif. Kalau kamu tidak terbiasa pedas, minta porsi bumbu yang lebih ringan sejak awal.
Bahan Utama: Daging Sapi Bagian Mana yang Dipakai
Bagian yang paling umum dipakai adalah has dalam atau tenderloin karena seratnya halus dan cepat empuk. Sebagian warung memakai bagian paha belakang yang lebih murah, tetapi dipotong tipis melawan serat supaya tetap lembut. Ukuran potongan biasanya sebesar dadu dua sentimeter, cukup kecil agar bumbu masuk cepat dan matang merata di atas bara. Lemak berlebih umumnya dibuang karena bumbu manisnya sudah memberi kesan berminyak saat dibakar. Daging segar dari pasar pagi selalu memberi hasil lebih baik daripada daging beku.

Peran Terasi dalam Bumbu Sate Khas Lombok
Terasi adalah bahan yang paling sering diremehkan padahal justru dialah pembeda utamanya. Pasta udang fermentasi ini disangrai atau dibakar sebentar sampai wangi sebelum dihaluskan bersama bumbu lain. Fungsinya memberi rasa umami dalam yang membuat manis gula merah tidak terasa datar. Tanpa terasi, bumbu sate rembiga akan terasa seperti bumbu bakar manis biasa. Gunakan terasi berkualitas dan jangan berlebihan — satu sendok teh untuk setengah kilogram daging biasanya sudah cukup kuat. Baca profil bahannya di ensiklopedia terasi.
Cabai Rawit dan Level Pedas ala Lombok
Orang Lombok punya toleransi pedas yang tinggi, dan itu tercermin di piring. Bumbu tradisionalnya bisa memakai belasan hingga puluhan cabai rawit merah untuk setengah kilogram daging. Cabai dihaluskan bersama bawang putih dan bawang merah, bukan ditaburkan di akhir, sehingga pedasnya menyebar rata. Buat lidah yang belum terlatih, kurangi jumlah cabai sampai separuh dan tambahkan sedikit paprika merah untuk menjaga warna tetap menyala. Ingat, pedas di sini bukan pamer keberanian, melainkan bagian dari struktur rasanya.

Gula Merah, Asam, dan Keseimbangan Rasa
Gula merah aren memberi manis yang lebih bulat dibanding gula pasir, sekaligus warna cokelat pekat saat terkena panas. Asam jawa dipakai secukupnya untuk memotong rasa manis agar tidak menempel di langit-langit mulut. Kencur menambah aroma tanah yang segar dan membantu menetralkan bau prengus daging. Perbandingan ketiganya adalah bagian yang paling sering dirahasiakan tiap warung. Kalau kamu meracik sendiri, mulailah dari takaran kecil, cicipi bumbu mentahnya, lalu sesuaikan sebelum daging masuk.
Proses Marinasi yang Bikin Bumbu Meresap
Marinasi adalah tahap yang menentukan. Bumbu halus dimasak sebentar dengan sedikit minyak sampai matang dan tidak langu, didinginkan, baru dicampurkan ke potongan daging. Waktu perendaman idealnya minimal dua jam di suhu dingin, dan banyak pedagang membiarkannya semalaman. Semakin lama daging beristirahat dalam bumbu, semakin dalam rasa yang masuk dan semakin empuk teksturnya karena asam bekerja pelan-pelan. Jangan menusuk daging sebelum marinasi selesai, karena tusukan lebih mudah dilakukan saat daging sudah kenyal berbumbu.
Teknik Membakar Sate Rembiga di Atas Bara Arang
Bara arang kelapa memberi panas stabil dan aroma asap yang tidak bisa ditiru kompor gas. Kunci membakar sate rembiga adalah api sedang dan bolak-balik cepat, sebab kandungan gula membuat permukaannya gampang hangus. Sisakan sedikit bumbu untuk dioles satu kali di tengah proses agar lapisan luar mengilap. Total waktu bakar biasanya hanya tiga sampai lima menit untuk potongan kecil. Kalau memakai pemanggang listrik di rumah, panaskan dulu sampai benar-benar panas supaya daging tersegel cepat dan tidak mengeluarkan air.
Resep Sate Rembiga Rumahan untuk Pemula
Versi rumahan berikut memakai takaran yang sudah dijinakkan supaya tetap ramah untuk keluarga, tanpa kehilangan karakter aslinya. Ikuti urutannya dan jangan memotong tahap marinasi.
- Potong 500 gram daging sapi has dalam menjadi dadu dua sentimeter, buang urat dan lemak tebal.
- Sangrai satu sendok teh terasi sampai wangi, sisihkan agar dingin.
- Haluskan 10 cabai rawit merah, 5 bawang merah, 3 bawang putih, seruas kencur, dan terasi tadi.
- Tumis bumbu halus dengan dua sendok makan minyak sampai matang dan warnanya menua.
- Masukkan 50 gram gula merah sisir, satu sendok teh air asam jawa, dan garam secukupnya.
- Masak sampai bumbu mengental seperti pasta, lalu dinginkan sepenuhnya.
- Lumuri daging dengan bumbu, tutup rapat, simpan di kulkas minimal dua jam atau semalaman.
- Tusuk empat sampai lima potong daging per tusuk bambu yang sudah direndam air.
- Bakar di atas bara sedang tiga sampai lima menit sambil dibolak-balik hingga matang.
Tabel Takaran Bumbu untuk 500 Gram Daging
Gunakan tabel ini sebagai titik awal, lalu naikkan cabai bertahap sesuai selera keluarga.
| Bahan | Takaran ramah pemula | Takaran ala warung |
|---|---|---|
| Cabai rawit merah | 10 buah | 25 sampai 30 buah |
| Bawang merah | 5 siung | 8 siung |
| Bawang putih | 3 siung | 5 siung |
| Terasi | 1 sendok teh | 1,5 sendok teh |
| Gula merah | 50 gram | 70 gram |
| Air asam jawa | 1 sendok teh | 2 sendok teh |
Video Proses Pembuatan dari Dapur Warung
Kalau penjelasan tertulis terasa abstrak, menonton prosesnya jauh lebih membantu. Perhatikan warna bumbu saat ditumis dan cara pedagang membolak-balik tusukan di atas bara.
Kesalahan Umum saat Membuat Sate Bumbu Merah
Sebagian besar kegagalan di rumah bukan soal bumbu kurang lengkap, melainkan soal teknik. Ini daftar kesalahan yang paling sering terjadi.
- Memakai bumbu mentah langsung ke daging sehingga rasanya langu dan cepat basi.
- Melewatkan proses marinasi sehingga rasa hanya menempel di permukaan.
- Membakar dengan api besar sampai gula gosong dan pahit sebelum daging matang.
- Memotong daging terlalu besar sehingga bagian tengah masih mentah.
- Menggunakan tusuk bambu kering yang belum direndam sehingga ikut terbakar.
- Menambahkan kecap manis berlebihan yang menutup rasa terasi.
- Menyimpan sisa bumbu di suhu ruang lebih dari sehari.
Plecing Kangkung, Teman Makan yang Wajib
Nyaris tidak ada meja di Mataram yang menyajikan sate ini sendirian. Pendampingnya hampir selalu plecing kangkung, yaitu kangkung rebus bersambal tomat pedas dengan taburan kacang goreng dan kelapa parut. Rasa segar asam dari sambal tomat berfungsi sebagai penyeimbang manis pekat daging bakar. Kombinasi keduanya juga membuat porsi terasa lebih ringan. Kalau kamu memesan untuk berdua, satu piring plecing biasanya cukup untuk menemani dua porsi sate.
Sate Pusut, Saudara Dekat Sate Rembiga
Di banyak warung, kamu akan melihat dua jenis tusukan disajikan berdampingan. Yang kedua adalah sate pusut, terbuat dari daging cincang yang dicampur kelapa parut dan bumbu, lalu dililitkan pada tusuk bambu. Teksturnya lebih lembut dan rasanya lebih gurih santan, jadi cocok untuk anak-anak yang belum tahan pedas. Memesan keduanya sekaligus adalah cara paling efisien mengenal spektrum rasa sate Lombok dalam sekali duduk. Banyak pengunjung akhirnya memesan tambahan setelah mencoba keduanya.
Bulayak dan Lontong sebagai Sumber Karbohidrat
Pendamping karbohidratnya bervariasi. Di dalam kota, lontong dan nasi putih paling umum. Di kawasan Narmada dan sekitarnya, kamu akan bertemu bulayak, yaitu lontong ramping yang dibungkus daun aren dan dibuka dengan cara memutar. Membuka bulayak adalah keahlian kecil yang menyenangkan untuk dipelajari sambil makan. Bagi wisatawan, mencoba kombinasi sate dengan bulayak memberi pengalaman yang lebih lokal dibanding sekadar memesan nasi putih biasa.

Warung Legendaris Sate Rembiga Ibu Sinnaseh
Nama yang paling sering disebut wisatawan maupun warga lokal adalah warung Ibu Sinnaseh di kawasan Rembiga, Kota Mataram. Warung ini dianggap sebagai salah satu perintis yang membuat menu kampung ini dikenal luas. Suasananya sederhana, meja panjang berjejer, dan asap arang mengepul dari dapur terbuka di depan. Pada jam makan siang antrean bisa mengular, terutama saat musim liburan. Datanglah lebih awal kalau tidak ingin kehabisan, karena stok daging harian mereka kerap ludes sebelum sore.
Pemain Lain yang Layak Dicoba di Mataram
Selain warung perintis, kini ada banyak rumah makan yang menyajikan menu serupa dengan gaya masing-masing. Beberapa memakai daging yang lebih besar, ada yang menaikkan level manis, ada pula yang menurunkan pedas agar ramah wisatawan. Menjajal dua atau tiga tempat berbeda dalam satu kunjungan justru menarik karena kamu bisa membandingkan karakter bumbunya. Tanyakan ke pengemudi ojek daring atau staf penginapan tentang warung favorit mereka — rekomendasi warga lokal biasanya lebih akurat dibanding daftar populer di internet.
Kisaran Harga Sate Rembiga Tahun 2026
Harga di lapangan bergerak mengikuti harga daging sapi, jadi anggap angka berikut sebagai perkiraan kasar, bukan patokan resmi.
| Item | Kisaran harga | Catatan |
|---|---|---|
| Per tusuk | Rp 3.000 sampai Rp 6.000 | Tergantung ukuran potongan |
| Porsi 10 tusuk | Rp 35.000 sampai Rp 55.000 | Umumnya sudah termasuk lontong |
| Plecing kangkung | Rp 10.000 sampai Rp 20.000 | Satu piring untuk berdua |
| Paket berdua | Rp 80.000 sampai Rp 130.000 | Sate, plecing, dan minum |
Jam Buka dan Waktu Terbaik Berkunjung
Sebagian besar warung mulai melayani sejak pukul sepuluh pagi dan tutup ketika daging habis, kadang sebelum matahari terbenam. Waktu paling nyaman adalah sekitar pukul sebelas siang, ketika bara sudah panas tetapi antrean belum menumpuk. Menjelang akhir pekan dan libur nasional, ada baiknya datang lebih pagi lagi. Kalau kamu bepergian rombongan, menelepon lebih dulu untuk memesan porsi besar bisa menghemat waktu tunggu yang lumayan panjang saat jam sibuk.

Rute Menuju Rembiga dari Bandara Lombok
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid berada di Praya, Lombok Tengah, sekitar empat puluh kilometer dari pusat Mataram. Perjalanan mobil biasanya memakan waktu satu jam sampai satu setengah jam tergantung lalu lintas. Setibanya di kota, kawasan Rembiga berada di sisi utara, dekat bekas landasan bandara lama Selaparang. Taksi daring tersedia luas, dan menyewa mobil harian jadi pilihan hemat kalau kamu berencana keliling ke Senggigi atau Narmada di hari yang sama.
Sate Rembiga dalam Peta Kuliner Kota Mataram
Kota Mataram punya trio kuliner yang saling melengkapi: ayam Taliwang yang pedas berbumbu, bebalung berupa sup iga sapi berkuah rempah, dan sate rembiga sebagai hidangan bakar. Ketiganya bisa ditemukan dalam radius yang tidak jauh, sehingga satu hari cukup untuk mencicipi semuanya kalau porsinya diatur. Kalau kamu penasaran dengan kerabat pedasnya, baca juga ulasan ayam Taliwang yang sama-sama lahir dari tradisi masak Sasak.
Perkiraan Nilai Gizi Seporsi Sate Rembiga
Angka di bawah ini adalah estimasi kasar untuk sepuluh tusuk tanpa lontong, dihitung dari komposisi bahan umum, bukan hasil uji laboratorium.
| Komponen | Perkiraan per porsi |
|---|---|
| Energi | 350 sampai 450 kkal |
| Protein | 30 sampai 38 gram |
| Lemak | 15 sampai 22 gram |
| Karbohidrat dari gula bumbu | 12 sampai 18 gram |
| Natrium | Sedang sampai tinggi karena terasi dan garam |
Porsinya cukup padat protein, jadi cocok sebagai makan siang utama sebelum lanjut jalan-jalan.
Ramah untuk Wisatawan Muslim dan Keluarga
Daging sapi dan proses masak tanpa alkohol membuat hidangan ini aman untuk mayoritas pelancong Muslim, sejalan dengan posisi Lombok sebagai salah satu destinasi wisata halal unggulan. Kalau kamu merencanakan liburan keluarga di NTB, simak juga panduan wisata ramah keluarga dan pariwisata halal di blog kami. Untuk anak kecil, pesan sate pusut yang tidak pedas dan minta bumbu dipisah agar mereka tetap bisa ikut menikmati meja yang sama.
Sate Rembiga sebagai Oleh-Oleh dan Frozen Food
Beberapa pelaku usaha kini menjual versi beku lengkap dengan bumbu marinasi, dikemas vakum agar tahan perjalanan. Kamu tinggal mencairkan, menusuk, lalu membakarnya di rumah. Pastikan penjual memakai boks pendingin kalau kamu membawanya sebagai bagasi pesawat, dan tanyakan masa simpannya. Alternatif lain yang lebih praktis adalah membeli bumbu jadinya saja, karena daging segar mudah didapat di kota tujuan. Oleh-oleh seperti ini jauh lebih berkesan dibanding gantungan kunci.
Tips Memilih Warung yang Autentik
Cari tanda-tanda sederhana: bara arang menyala di depan, bukan pemanggang gas; bumbu berwarna cokelat kemerahan pekat, bukan oranye terang; dan daging yang sudah berbumbu sejak sebelum dibakar, bukan diolesi saat matang. Warung yang ramai warga lokal di jam makan siang hampir selalu jadi indikator kualitas. Perhatikan juga kebersihan meja dan cara penyimpanan daging. Kalau ragu, pesan porsi kecil dulu sebagai uji coba sebelum menambah untuk seluruh rombongan.

Itinerary Sehari Berburu Kuliner di Mataram
Rencana berikut bisa langsung kamu pakai kalau punya satu hari penuh di ibu kota provinsi.
- Pukul 08.00 sarapan ringan di penginapan dan siapkan transportasi harian.
- Pukul 09.30 mampir ke pasar tradisional untuk melihat bahan mentah dan rempah lokal.
- Pukul 11.00 makan siang sate di kawasan Rembiga sebelum antrean padat.
- Pukul 13.00 lanjut ke Ampenan menikmati kota tua dan kopi lokal.
- Pukul 15.30 mencicipi bebalung atau ayam Taliwang sebagai pembanding rasa.
- Pukul 17.30 menutup hari di Pantai Senggigi menunggu matahari terbenam.
Kalau punya waktu tambahan, tambahkan agenda pantai dari panduan Pantai Pink Lombok keesokan harinya.
Dampak Kuliner Ini bagi Ekonomi Warung Keluarga
Sebagian besar penjualnya adalah usaha keluarga yang mempekerjakan kerabat sendiri, mulai dari penusuk daging sampai pembakar. Rantai pasoknya juga lokal: daging dari rumah potong sekitar, arang dari perajin kampung, dan sayur dari petani terdekat. Ketika wisatawan memilih makan di warung seperti ini, uang berputar lebih lama di komunitas dibanding saat dibelanjakan di jaringan besar. Ini juga alasan banyak pemandu wisata memasukkan agenda kuliner kampung ke dalam paket perjalanan mereka.
Etika Makan dan Kebiasaan Lokal yang Perlu Diketahui
Warung tradisional sering memakai meja bersama, jadi berbagi ruang dengan tamu lain adalah hal biasa. Antre dengan sabar, sebut jumlah tusukan dengan jelas, dan bayar di kasir setelah selesai. Air kobokan kadang disediakan untuk makan dengan tangan. Kalau kamu memotret makanan atau proses pembakaran, minta izin lebih dulu kepada pemilik warung. Sikap sopan seperti ini kecil, tetapi sangat dihargai dan sering berbuah obrolan hangat tentang sejarah warungnya.
Membandingkan Sate Rembiga dengan Sate Nusantara Lain
Dibanding sate maranggi Purwakarta yang manis gurih berbasis kecap dan ketumbar, versi Lombok jauh lebih pedas dan punya aroma terasi. Dibanding sate padang yang disiram kuah kental berempah, hidangan ini tampil kering tanpa kuah. Dibanding sate ayam Madura, bahan dasarnya berbeda dan tidak memakai bumbu kacang sama sekali. Kalau kamu suka menelusuri kuliner daerah, jelajahi juga ulasan itiak lado mudo dari Bukittinggi dan kaledo khas Palu.
Akar Budaya Sasak di Balik Bumbu Pedasnya
Tradisi masak Sasak dikenal berani memakai cabai, terasi, dan kelapa dalam takaran besar. Hidangan bakar berbumbu pedas biasa muncul di acara adat, hajatan, dan syukuran panen, di mana memasak dilakukan bersama-sama di halaman rumah. Warisan komunal itulah yang membuat porsi resep tradisionalnya sering berskala besar. Kalau kamu ingin mengenal sisi kerajinan dari budaya yang sama, baca ulasan anyaman ketak khas Sasak yang juga lahir dari tangan perempuan desa.
Menikmati Sate Rembiga Bareng Rombongan Open Trip
Berburu kuliner ramai-ramai selalu lebih seru karena kamu bisa memesan banyak varian dan mencicipi semuanya. Kalau belum punya teman jalan ke Lombok, bergabung dengan open trip adalah jalan pintas yang praktis. Platform seperti Kumbaya.id mempertemukan kamu dengan penyelenggara trip terpercaya, lengkap dengan jadwal, harga, dan ulasan peserta sebelumnya, sehingga agenda kuliner seperti ini gampang diselipkan ke itinerary. Untuk inspirasi rute lanjutan, cek panduan island hopping Gili Lombok.

Menyambung Wisata Kuliner dengan Petualangan Alam
Mataram adalah gerbang yang nyaman sebelum melangkah ke petualangan yang lebih menantang, mulai dari pendakian Rinjani sampai balapan dunia di sirkuit selatan. Isi perut dulu di kota, baru bergerak ke destinasi yang menguras tenaga. Kalau agenda kamu jatuh di musim balap, baca juga catatan tentang sport tourism Mandalika supaya perjalanan makan dan menonton bisa disusun dalam satu paket akhir pekan yang efisien.
Kenapa Sate Rembiga Layak Masuk Daftar Buruanmu
Hidangan ini memberi tiga hal sekaligus: rasa yang tegas dan mudah diingat, harga yang masuk akal, serta cerita tentang sebuah kelurahan kecil yang namanya terbawa ke seluruh Indonesia. Ia tidak butuh restoran mewah untuk terasa istimewa, cukup bara arang dan tangan yang sudah hafal takaran. Kalau kamu berencana menjejak Lombok tahun ini, sisihkan satu siang untuk duduk di warung sederhana dan biarkan pedas manisnya bekerja pelan-pelan.
Mau ikut open trip yang terorganisir dan aman ke Lombok? Temukan berbagai pilihan trip outdoor di Kumbaya.id. Dan buat kamu penyelenggara trip, Kumbaya juga menyediakan platform untuk kelola trip, peserta, dan pembayaran online — semua dalam satu tempat.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah sate rembiga selalu sangat pedas
Versi warung tradisional memang pedas, tetapi banyak tempat kini menyediakan level yang lebih ringan. Sebutkan preferensimu saat memesan dan pesan sate pusut sebagai cadangan yang lebih jinak.
Daging apa yang dipakai selain sapi
Sapi adalah standarnya. Beberapa dapur rumahan bereksperimen dengan ayam, tetapi hasilnya bukan lagi versi klasik karena tekstur dan rasa dagingnya berbeda jauh.
Berapa lama daging harus dimarinasi
Minimal dua jam di kulkas, ideal semalaman. Semakin lama, bumbu semakin masuk dan tekstur daging semakin empuk.
Di mana lokasi warung yang paling terkenal
Kawasan Kelurahan Rembiga di Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, adalah titik awalnya. Dari bandara, perjalanan mobil memakan sekitar satu jam.
Bisakah bumbunya dibawa pulang sebagai oleh-oleh
Bisa. Bumbu kemasan dan versi beku vakum tersedia di beberapa toko oleh-oleh Mataram, cukup tanyakan masa simpan dan cara penyimpanannya.
