Home Adventure & HikingMenjelajahi Geopark Meratus & Bamboo Rafting Loksado: Surga Tersembunyi 2026

Menjelajahi Geopark Meratus & Bamboo Rafting Loksado: Surga Tersembunyi 2026

by adminkumbaya
Sunrise di atas awan kawasan Geopark Meratus Kalimantan Selatan
Sumber: Unsplash

Pernahkah kamu membayangkan terbangun di pagi hari, membuka pintu pondok kayu, dan langsung disambut oleh lautan awan putih sejauh mata memandang? Rasanya seperti berada di negeri dongeng. Kabar baiknya, kamu tidak perlu pergi jauh ke luar negeri untuk menikmati pemandangan magis ini. Semua keindahan ini bisa kamu temukan langsung di jantung Kalimantan Selatan, tepatnya di kawasan Geopark Meratus, sebuah tempat di mana alam, budaya, dan petualangan menyatu dengan sempurna.

Bagi kamu yang sudah bosan dengan hiruk-pikuk kota besar dan destinasi liburan yang itu-itu saja, kawasan Geopark Meratus siap memberikan pengalaman liburan yang benar-benar berbeda. Di sini, kamu tidak hanya disuguhkan pemandangan hijau yang menyejukkan mata, tetapi juga tantangan seru membelah arus sungai menggunakan rakit bambu tradisional di Loksado. Yuk, kita kupas tuntas kenapa destinasi ini wajib banget masuk bucket list petualanganmu tahun ini!

Mengapa Geopark Meratus Wajib Masuk Bucket List Kamu?

Kawasan Geopark Meratus bukan sekadar deretan pegunungan biasa. Tempat ini merupakan salah satu paru-paru dunia yang menyimpan sejarah geologi luar biasa purba. Kompleks pegunungan ini terbentuk dari tumpukan samudra dan kerak benua yang terangkat ke permukaan bumi sejak ratusan juta tahun lalu. Berjalan di sini rasanya seperti menjelajahi mesin waktu alami.

Selain nilai sejarah buminya, kawasan ini menawarkan lanskap alam yang sangat bervariasi. Mulai dari hutan hujan tropis yang masih perawan, air terjun tersembunyi, hingga formasi batuan karst yang megah. Keanekaragaman hayatinya juga sangat kaya, menjadi rumah bagi flora dan fauna endemik Kalimantan yang dilindungi. Jika beruntung, kamu bisa mendengar sahutan owa-owa di pagi hari atau melihat anggrek hutan mekar di habitat aslinya.

Pengakuan Dunia: Geopark Meratus Resmi Jadi UNESCO Global Geopark 2026

Ada kabar yang sangat membanggakan bagi dunia pariwisata Indonesia. Pada tahun 2026 ini, Geopark Meratus secara resmi dinobatkan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark. Pengakuan internasional ini membuktikan bahwa kekayaan geologi, budaya, dan hayati di Kalimantan Selatan memiliki nilai warisan dunia yang luar biasa penting dan harus dijaga kelestariannya.

Dengan status barunya, pengelolaan kawasan ini kini semakin berfokus pada konsep ekowisata berkelanjutan. Fasilitas wisatawan terus ditingkatkan tanpa merusak keaslian alam. Pengakuan UNESCO juga membuat akses informasi, papan petunjuk, serta keterlibatan masyarakat adat Dayak Meratus menjadi jauh lebih terstruktur dan ramah bagi pelancong domestik maupun mancanegara. Jadi, kamu akan merasakan sensasi petualangan kelas dunia yang tetap kental dengan kearifan lokal.

Berburu Sunrise di Atas Awan di Geopark Meratus

Berburu sunrise di atas awan Pegunungan Geopark Meratus
Sumber: Unsplash

Salah satu magnet utama yang membuat para petualang rela menembus dinginnya malam di kawasan Geopark Meratus adalah fenomena berburu sunrise di atas awan. Titik terbaiknya ada di Bukit Batas atau Bukit Matang Kaladan. Untuk mencapai puncak, kamu hanya perlu trekking ringan yang tidak terlalu menguras tenaga, jadi cocok bahkan untuk pendaki pemula.

Menembus Kabut Pagi di Puncak Bukit

Perjalanan biasanya dimulai sejak subuh sekitar pukul 04.30 WITA. Udara dingin khas pegunungan dan kabut tipis menemani setiap langkah. Begitu sampai puncak, rasa lelah langsung terbayar lunas. Langit yang gelap perlahan berubah jingga keemasan. Di bawah kakimu, gumpalan awan putih tebal bergulung menutupi lembah, membuat bukit-bukit hijau tampak seperti pulau kecil yang terapung di lautan putih.

Spot Foto Estetik dan Instagenic

Bagi pecinta fotografi atau yang suka membagikan momen di media sosial, pemandangan pagi di sini adalah surga dunia. Lanskap matahari terbit yang berpadu dengan hamparan kabut menciptakan siluet yang sangat estetik. Pengelola setempat menyediakan beberapa gardu pandang kayu yang aman untuk memudahkanmu mengambil sudut foto terbaik dengan latar alam bebas yang dramatis.

Sensasi Adrenalin Bamboo Rafting Loksado di Sungai Amandit

Bamboo rafting Loksado di Sungai Amandit kawasan Geopark Meratus
Sumber: Unsplash

Setelah puas menikmati ketenangan di atas awan, saatnya memacu adrenalin dengan atraksi paling ikonik di Kalimantan Selatan, yaitu bamboo rafting Loksado. Jika biasanya arung jeram pakai perahu karet modern, di sini kamu akan merasakan sensasi tradisional menggunakan rakit yang dirakit dari batang-batang bambu panjang.

Mengenal Lanting, Rakit Bambu Tradisional

Masyarakat suku Dayak Meratus menyebut rakit bambu ini dengan nama “Lanting”. Dahulu, lanting digunakan sebagai alat transportasi utama untuk mengangkut hasil bumi seperti pisang, karet, dan kayu dari pedalaman menuju pasar di kota. Kini tradisi tersebut dikemas menjadi atraksi wisata petualangan yang seru. Buat kamu yang baru pertama mencoba wisata air, ada baiknya membaca dulu panduan arung jeram untuk pemula biar makin siap.

Menaklukkan Jeram Sungai Amandit

Petualangan bamboo rafting ini dilakukan di sepanjang aliran Sungai Amandit yang jernih. Satu rakit biasanya dinaiki dua hingga tiga penumpang dan dikemudikan seorang joki berpengalaman di bagian depan. Kamu akan meliuk melewati tikungan sungai, menghindari batuan besar, dan menerjang jeram yang mendebarkan. Sentuhan air sungai yang dingin dan cipratan yang segar dijamin membuatmu berteriak gembira sepanjang perjalanan.

Mengenal Lebih Dekat Suku Dayak Meratus di Loksado

Hutan tropis dan sungai di kawasan Geopark Meratus Loksado
Sumber: Unsplash

Daya tarik kawasan Geopark Meratus tidak berhenti pada keindahan bentang alamnya. Unsur kebudayaan lokal yang masih terjaga murni menjadi pelengkap yang membuat perjalananmu semakin bermakna. Di kawasan Loksado, kamu bisa berinteraksi langsung dan melihat keseharian suku Dayak Meratus yang hidup berdampingan secara harmonis dengan alam.

Mengunjungi Rumah Adat Balai Adat

Salah satu pusat aktivitas budaya yang bisa kamu kunjungi adalah Balai Adat, seperti Balai Malaris. Balai Adat adalah rumah panggung berukuran sangat besar yang dihuni puluhan kepala keluarga sekaligus. Bangunan ini terbuat dari kayu ulin yang kuat dan arsitekturnya mencerminkan rasa kebersamaan yang tinggi. Jika datang di waktu tepat, kamu bahkan bisa menyaksikan upacara adat “Aruh Ganal”, ritual syukuran panen raya dengan tarian dan musik tradisional yang magis.

Belajar Kearifan Lokal dan Kerajinan Tangan

Masyarakat Dayak Meratus sangat terbuka dan ramah terhadap wisatawan. Kamu bisa mengobrol bersama tetua adat, belajar tentang tanaman obat tradisional hutan, atau melihat para ibu menenun kain dan membuat anyaman rotan dan bambu. Membeli kerajinan langsung dari mereka adalah cara terbaik mendukung perekonomian lokal sekaligus membawa pulang oleh-oleh otentik.

Panduan Lengkap dan Tips Actionable Menuju Geopark Meratus

Sudah tidak sabar mengemas barang dan berangkat? Supaya petualanganmu lancar, aman, dan nyaman, berikut panduan praktis dan tips actionable yang sudah dirangkum khusus untukmu. Kalau belum punya tim atau bingung mengatur logistik, ikut open trip ke Geopark Meratus bisa jadi pilihan paling praktis. Platform marketplace seperti Kumbaya.id menyediakan berbagai pilihan open trip outdoor dari penyelenggara terpercaya, lengkap dengan jadwal, harga, dan ulasan peserta sebelumnya. Kamu juga bisa cari inspirasi rute lain lewat artikel desa wisata berkelanjutan.

Cara Menuju ke Sana

Pintu masuk utama menuju kawasan Geopark Meratus adalah melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru. Dari bandara, kamu bisa menyewa mobil atau memakai jasa travel menuju Kota Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dengan waktu tempuh sekitar 3 sampai 4 jam. Dari Kandangan, perjalanan dilanjutkan ke Loksado sekitar 1 hingga 1,5 jam menyusuri jalan beraspal menanjak dan berliku dengan pemandangan hutan yang indah.

Estimasi Biaya Perjalanan (Update 2026)

  • Sewa mobil dari bandara: Rp600.000 – Rp800.000 per hari (termasuk sopir dan BBM).
  • Tarif bamboo rafting Loksado: Rp350.000 – Rp450.000 per rakit (kapasitas 3 orang, sudah termasuk joki).
  • Penginapan/cottage di Loksado: Rp250.000 – Rp600.000 per malam tergantung fasilitas.
  • Tiket masuk kawasan wisata: Rp10.000 – Rp20.000 per orang.
  • Jasa pemandu lokal wisata bukit: Rp150.000 – Rp250.000.

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Waktu terbaik berkunjung ke Geopark Meratus adalah pada musim kemarau atau peralihan musim, sekitar Mei hingga Oktober. Pada bulan-bulan ini curah hujan rendah sehingga jalur trekking tidak licin dan peluang mendapat pemandangan lautan awan yang bersih sangat besar. Debit air Sungai Amandit pun berada pada level ideal untuk bamboo rafting—tidak terlalu surut dan tidak terlalu deras, jadi aman tapi tetap menantang.

Itinerary Singkat 3 Hari 2 Malam (3D2N)

  • Hari 1: Tiba di Bandara Banjarbaru – perjalanan darat menuju Loksado – check-in penginapan tepi sungai – bersantai sore menikmati suasana desa.
  • Hari 2: Subuh trekking berburu sunrise di atas awan – sarapan – siang petualangan bamboo rafting di Sungai Amandit – sore mengunjungi Balai Adat Malaris dan pemandian air panas alami Tanuhi.
  • Hari 3: Menikmati pagi pedesaan – berburu oleh-oleh kerajinan khas Dayak – perjalanan kembali ke bandara untuk penerbangan pulang.

Persiapan Fisik & Gear yang Wajib Dibawa

Karena destinasi ini menggabungkan wisata air dan darat, ada beberapa barang penting yang wajib kamu bawa saat menjelajah Geopark Meratus:

  • Pakaian ganti dan baju renang: wajib untuk bamboo rafting karena kamu pasti basah kuyup.
  • Dry bag (tas anti air): krusial untuk melindungi kamera, smartphone, dan dompet selama di atas rakit.
  • Sepatu atau sandal gunung berpola kuat: agar kaki tidak mudah terpeleset saat trekking subuh.
  • Senter atau headlamp: pencahayaan utama saat menembus kegelapan subuh menuju spot sunrise.
  • Losion anti nyamuk dan obat pribadi: karena lokasinya di tengah hutan tropis.

Etika Ekowisata yang Harus Dipatuhi

  • Bawa pulang sampahmu: jangan tinggalkan sampah plastik sekecil apa pun di puncak bukit maupun di sepanjang sungai.
  • Hormati adat istiadat: minta izin sebelum memotret masyarakat adat atau bagian dalam Balai Adat, dan berpakaianlah sopan.
  • Jaga kelestarian alam: jangan memetik anggrek liar, merusak batuan karst, atau mengganggu satwa liar di sepanjang jalur.

Yuk, Jadwalkan Petualangan ke Geopark Meratus Sekarang!

Wisata alam Geopark Meratus Kalimantan Selatan
Sumber: Unsplash

Menjelajahi kawasan Geopark Meratus dan merasakan langsung serunya membelah jeram dengan bamboo rafting di Loksado adalah kombinasi liburan yang sempurna. Kamu bisa mendapatkan ketenangan jiwa saat memandangi magisnya matahari terbit di atas awan, sekaligus memuaskan hasrat petualangan dengan aktivitas fisik yang menantang di sungai. Ditambah hangatnya senyuman dan kearifan lokal suku Dayak Meratus, perjalananmu akan terasa begitu berkesan.

Mau baca inspirasi destinasi seru lainnya? Mampir terus ke blog Kumbaya untuk ide liburan berikutnya. Jangan biarkan rasa penasaranmu menguap—segera atur jadwal cuti dan ajak teman-teman terbaikmu!

Mau ikut open trip yang terorganisir dan aman? Temukan berbagai pilihan trip outdoor di Kumbaya.id. Dan buat kamu penyelenggara trip, Kumbaya juga menyediakan platform untuk kelola trip, peserta, dan pembayaran online—semua dalam satu tempat.

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.