Home Tips TravelingSnackpacking: Tren Berburu Jajanan & Kuliner Lokal Tersembunyi Saat Traveling

Snackpacking: Tren Berburu Jajanan & Kuliner Lokal Tersembunyi Saat Traveling

by adminkumbaya
snackpacking berburu jajanan kaki lima di food stall Indonesia
Sumber: Unsplash

Pernah nggak sih kamu traveling ke suatu kota, tapi agenda utamanya bukan tempat wisata mainstream, melainkan keliling pasar tradisional buat nyari jajanan lokal yang murah dan legendaris? Kalau iya, berarti kamu diam-diam sudah ikut tren snackpacking! Snackpacking adalah seni menjelajahi sebuah destinasi lewat cita rasa kulinernya — terutama jajanan kaki lima (street food) dan kuliner lokal tersembunyi (hidden gems).

Belakangan ini konsep liburan orang Indonesia bergeser jauh. Kita nggak cuma pengen foto di depan monumen ikonik lalu pulang. Ada kepuasan tersendiri saat berhasil menemukan warung gorengan legendaris di gang sempit, atau mencicipi kue basah tradisional yang resepnya bertahan tiga generasi. Yuk, kita bedah kenapa snackpacking seru banget buat dicoba dan bagaimana cara aman melakukannya biar perut kenyang, hati senang!

Kenapa Tren Snackpacking Makin Digemari Traveler Indonesia?

1. Mencari Pengalaman Liburan yang Lebih Autentik

Bagi milenial dan Gen Z, kemewahan traveling bukan lagi soal hotel bintang lima, tapi seberapa autentik pengalamannya. Lewat snackpacking, kamu berinteraksi langsung dengan penjual lokal, mendengar cerita di balik sebuah makanan, dan merasakan atmosfer kehidupan warga setempat yang sesungguhnya.

2. Ramah di Kantong Wisatawan (Budget-Friendly)

Alasan lain kenapa snackpacking meledak tentu faktor biaya. Dibanding makan di kafe kekinian yang mahal dan rasanya kadang “biasa aja”, berburu jajanan pasar jauh lebih hemat. Modal Rp50.000 saja sering kali sudah cukup buat mencicipi 3-4 jenis jajanan berbeda sampai kenyang. Cocok dipadukan dengan gaya traveling hemat ala backpacker.

3. Kekuatan Konten Visual di Media Sosial

Visual jajanan Indonesia itu sangat menggugah selera. Kilatan kuah santan, kepulan asap sate pinggir jalan, hingga warna-warni kue tradisional selalu memancing interaksi tinggi di TikTok dan Instagram Reels. Menemukan kuliner tersembunyi lewat snackpacking berasa seperti dapat harta karun yang wajib dipamerkan.

sate bakar street food incaran snackpacking di Indonesia
Sumber: Unsplash

Destinasi Legendaris untuk Memulai Petualangan Snackpacking

Indonesia adalah surga bagi pencinta kuliner. Kalau bingung mulai dari mana, berikut rekomendasi kota terbaik untuk snackpacking pertamamu:

Pasar Beringharjo, Yogyakarta

Kalau main ke Jogja, jangan cuma jalan-jalan di Malioboro. Masuklah ke Pasar Beringharjo. Di sini kamu wajib coba gatot dan tiwul yang manis legit, sate kere yang aromanya menggoda iman, hingga es dawet yang menyegarkan setelah lelah keliling pasar.

Pasar Gede, Solo

Solo adalah destinasi wajib snackpacking. Mulailah pagi dengan mengantre Es Dawet Telasih Bu Dermi, lanjut berburu lenjongan (aneka cenil, klepon, sawut, dan ketan hitam disiram juruh gula jawa), lalu bungkus tahok hangat yang lembut banget di mulut.

Street Food Semarang: Pecinan & Simpang Lima

Malam hari di Semarang paling cocok dihabiskan kulineran di Pasar Semawis (Pecinan) atau sekitar Simpang Lima. Selain lumpia yang ikonik, wajib buru pisang plenet, kue leker legendaris dengan antrean mengular, hingga nasi ayam khas Semarang.

Bandung: Surga Jajanan Berbahan Aci

Bandung nggak pernah kehabisan inovasi jajanan kaki lima. Di setiap sudut kota mudah ditemukan olahan aci — cilor, cireng isi, cilok bumbu kacang, sampai seblak prasmanan yang pedasnya nampol. Kawasan Dipatiukur dan Lengkong Kecil adalah spot terbaik food hunting malam hari.

Makassar: Kuliner Malam yang Kaya Rempah

Di luar Pulau Jawa, Makassar menawarkan petualangan rasa yang kuat. Agenda snackpacking di sini wajib melibatkan pisang epe di pinggir Pantai Losari, jalangkote yang mirip pastel tapi kulitnya lebih tipis, dan ditutup segelas es pisang ijo yang manis segar.

Tips Ampuh Menemukan Hidden Gem Kuliner Saat Snackpacking

  • Tanya warga lokal (driver ojol atau resepsionis). Jangan cuma andalkan rekomendasi influencer. Tanya, “Pak/Bu, orang asli sini langganan jajan di mana?” Jawabannya biasanya merujuk ke tempat tersembunyi yang rasanya juara.
  • Manfaatkan Google Maps secara detail. Zoom-in area pasar tradisional, cari warung rating minimal 4.5 dengan ratusan ulasan tapi nama tempatnya sederhana — tanda disukai warga lokal.
  • Prinsip “semakin ramai antrean lokal, semakin enak”. Kalau yang mengantre ibu-ibu dan bapak-bapak setempat (bukan turis bawa kamera besar), bisa dipastikan rasanya autentik dan harganya jujur.

Kalau kamu ingin pengalaman berburu kuliner yang lebih terorganisir — misalnya food tour bareng pemandu lokal atau trip gabungan wisata alam plus kulineran — platform marketplace seperti Kumbaya.id bisa jadi jalan pintas: kamu bisa browse dan booking open trip dari berbagai penyelenggara terpercaya, lengkap dengan info jadwal, harga, dan ulasan peserta. Buat inspirasi rute, intip juga panduan wisata gastronomi dan tur kuliner alam serta konsep micro trip akhir pekan di blog kami.

suasana snackpacking di gerobak street food malam hari
Sumber: Unsplash

Etika dan Keamanan Street Food Saat Snackpacking

Jaga Kebersihan, Siapkan Kantong Sampah Sendiri

Beberapa spot kaki lima tidak menyediakan tempat sampah memadai. Selalu sediakan kantong kecil di tas untuk tisu bekas atau tusuk sate. Jangan tinggalkan meja berantakan.

Perhatikan Sensitivitas Perutmu

Pencernaan tiap orang berbeda. Kalau perutmu sensitif terhadap pedas atau santan di pagi hari, atur jadwal makan dengan bijak dan selalu bawa obat pencernaan di daypack. Prinsipnya mirip slow travel: nikmati pelan-pelan, jangan kalap.

Tanyakan Harga Dulu (Anti Nuthuk)

Meski jajanan pasar umumnya murah, kalau tidak ada daftar harga tertulis, tanya dulu dengan sopan: “Satunya berapa ya, Bu?” Ini menghindari kesalahpahaman saat membayar.

Budgeting Snackpacking: Berapa Biaya yang Harus Disiapkan?

Salah satu kelebihan gaya wisata ini adalah biayanya fleksibel. Estimasi kasar untuk satu orang per hari:

Jenis KulinerEstimasi HargaCatatan
Jajanan pasar (kue basah/camilan)Rp2.000 – Rp5.000 / bijiBeli 3-4 macam sudah kenyang
Minuman tradisional (dawet/es kelapa)Rp5.000 – Rp12.000 / porsiMenyegarkan di siang hari
Makanan ringan berat (sate kere/lumpia)Rp15.000 – Rp25.000 / porsiPengganjal lapar
Total per spotRp25.000 – Rp42.000Sudah paket komplit!
piring penuh kuliner lokal hasil snackpacking jajanan pasar
Sumber: Unsplash

Kesimpulan: Mulai Petualangan Rasa Kamu

Menjelajahi Indonesia tidak selalu harus lewat pendakian tinggi atau tiket pesawat mahal ke resor mewah. Lewat tren snackpacking, kamu bisa mencintai budaya Indonesia dengan cara paling menyenangkan: melalui lidah dan perut. Setiap gigitan jajanan pasar menyimpan sejarah, kerja keras pelaku UMKM, dan kearifan lokal yang tidak akan kamu temukan di restoran cepat saji mall. Pelajari perkembangan pariwisata kuliner di situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, atau simak sejarah kudapan Nusantara di Indonesia Kaya.

Jadi, kota mana yang mau kamu jadikan destinasi snackpacking pertamamu bulan ini? Mau ikut food trip atau open trip yang terorganisir dan aman? Temukan berbagai pilihan trip outdoor di Kumbaya.id. Dan buat kamu penyelenggara trip, Kumbaya juga menyediakan platform untuk kelola trip, peserta, dan pembayaran online — semua dalam satu tempat.

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.