Kalau kamu mengetik itak poul Mandailing ke mesin pencari, jawaban pertamanya biasanya satu kalimat pendek: kue kepal dari tepung beras, kelapa parut, gula aren, dan garam. Sebutan lengkapnya, itak poul poul Mandailing, memang terdengar seperti mantra. Halaman Wikipedia bahasa Indonesia menyebut kue ini sudah langka, bahkan terancam punah.
Tapi begitu ditelusuri, ceritanya jauh lebih ramai. Namanya punya dua ejaan, sukunya sendiri diperdebatkan, dan kue yang katanya nyaris hilang ini justru muncul berkali-kali di video tugas sekolah. Di bawah ini kita bongkar satu per satu, dan setiap angka berasal dari halaman yang bisa kamu cek sendiri.

Daftar Isi
Sekilas Kue Kepal: Itak Poul Poul Mandailing
Menurut halaman Wikipedia, itak poul poul adalah kue tradisional dari beberapa daerah di Sumatera Utara: Kabupaten Mandailing Natal, Kota Padangsidimpuan, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Bahannya sederhana, bentuknya khas, dan maknanya berlapis. Sisanya, termasuk cara memasaknya, tidak dijelaskan sama sekali di halaman itu.
Definisi Singkat: Itak Poul Poul Mandailing
Definisi paling ringkasnya begini: kue dari tepung beras yang dibentuk dengan kepalan tangan, tanpa cetakan, lalu berpadu dengan kelapa dan gula. Ciri khasnya ada pada bentuk yang menyerupai bekas jemari kepalan tangan orang dewasa. Jadi yang kamu lihat di piring sebenarnya jejak tangan si pembuat.
Tiga Daerah Asal yang Disebut Wikipedia
Tiga daerah itu terdengar berbeda, tetapi sejarahnya bertaut. Padangsidimpuan pernah menjadi ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal baru berdiri sendiri lewat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998. Jadi ketiganya dulu satu rumah administrasi, dan kue ini ikut tinggal di rumah yang sama.
Arti Nama Kue: Itak Poul Poul Mandailing
Nama itu diambil dari bahasa Batak Mandailing. Menurut halaman Wikipedia, itak berarti kue tradisional berbahan dasar tepung, sedangkan poul berarti kepal. Kalau digabung, artinya penganan yang dikepal. Terjemahannya rapi, dan itulah sebabnya nama ini gampang diingat oleh siapa pun yang pernah melihat bentuknya.
Membedah Nama: Itak Poul Poul Mandailing
Kata itak sendiri punya dua pengertian yang tidak selalu sama. Di halaman itak poul poul, itak berarti kue berbahan tepung. Di halaman itak gurgur, itak justru beras yang dihaluskan secara tradisional. Satu kata, dua definisi, dan kita akan kembali ke perbedaan ini beberapa kali.
Poul Sebagai Kata Kerja Bagi Tangan
Poul bukan benda, melainkan gerakan. Ia menyuruh tangan menutup dan menekan adonan sampai berbentuk. Itu sebabnya kue ini tidak butuh loyang, cetakan kayu, atau plastik segitiga. Alat utamanya sepuluh jari, dan hasil akhirnya selalu sedikit berbeda dari kue di sebelahnya, tergantung tangan siapa yang mengepal.
Ejaan Poul Pohul: Itak Poul Poul Mandailing
Ada dua ejaan yang berlomba di internet: poul-poul dan pohul-pohul. Halaman Wikipedia memakai poul poul tanpa tanda hubung, sedangkan banyak video memakai tanda hubung atau memakai pohul. Judul-judul itu menyebut kue yang sama-sama dikaitkan dengan Mandailing, Tapanuli, atau Batak, sehingga mesin pencari kadang memisahkan yang seharusnya bertemu.
Cara Menulis: Itak Poul Poul Mandailing
Dalam tulisan ini saya mengikuti ejaan Wikipedia, yaitu poul poul, karena itu yang tertulis di halaman rujukan. Ejaan lain saya sebut apa adanya saat kutipan video muncul. Kalau kamu mencari resep, coba ketik kedua ejaan sekaligus supaya tidak melewatkan satu pun video yang relevan.
Hitungan Judul Video Tentang Ejaan Kue
Dari 87 judul unik yang saya kumpulkan lewat sepuluh pencarian, 58 memuat itak, poul, pohul, atau gurgur. Sekitar 21 judul memakai poul poul atau poul-poul, dan 20 memakai pohul. Tiga judul menulis pohul sambil menyebut Mandailing, jadi ejaan tidak mengikuti batas suku secara rapi.
Dapur Empat Bahan: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia menyebut bahan itak poul poul: tepung beras, gula aren atau gula merah, garam, dan kelapa parut. Empat bahan saja, tanpa telur, tanpa santan, tanpa tepung ketan. Untuk kue adat yang dihidangkan di momen penting, daftar belanjanya nyaris sependek daftar belanja sarapan.
Daftar Bahan: Itak Poul Poul Mandailing
Yang menarik, halaman itu tidak memberi takaran, tidak menyebut apakah adonan diberi air, dan tidak bilang kue ini dikukus atau dimakan begitu saja. Daftar bahan lengkap, langkah kerja kosong. Kekosongan itu nanti diisi oleh video, dengan hasil yang beragam.
Hal Apa Saja yang Tidak Muncul
Tidak ada vanili, tidak ada pewarna, tidak ada pandan, padahal pandan sering muncul di resep video. Perbedaan kecil seperti ini wajar terjadi ketika sebuah kue diturunkan lewat praktik, bukan lewat buku. Halaman rujukan mencatat kerangkanya, dan dapur masing-masing keluarga mengisi sisanya.
Tepung Beras Halus: Itak Poul Poul Mandailing
Bahan utamanya tepung beras. Halaman Wikipedia tentang tepung beras menjelaskan bahwa tepung ini dibuat dari beras yang ditumbuk atau digiling, berbeda dari pati beras, dan tidak mengandung gluten. Konsekuensinya, setahuku, adonan tidak membentuk jaringan kenyal seperti roti dan lebih mudah dikepal selagi lembap.

Beras Halus: Itak Poul Poul Mandailing
Di halaman itak gurgur, itak adalah beras yang dihaluskan secara tradisional. Jadi kata itak mungkin menunjuk ke bahan sebelum menunjuk ke kue. Itu hipotesis saya, bukan pernyataan halaman tersebut, dan yang jelas satu video menyebut tepungnya dibuat sendiri dari beras yang direndam, digiling, lalu diayak.
Kerabat Tepung Beras di Negara Lain
Halaman tepung beras mencatat saudara-saudaranya: komeko di Jepang, mifen di China, pirinc unu di Turki, dan galapong di Filipina. Galapong dipakai untuk cascaron, kudapan dari tepung beras, gula, dan kelapa. Susunannya mirip kue kita, hanya garam dan kepalan tangan yang tidak disebut.
Gula Aren Manis: Itak Poul Poul Mandailing
Manisnya berasal dari gula aren atau gula merah, dan halaman Wikipedia menuliskannya sebagai dua pilihan. Dua istilah itu sering dipakai bergantian di dapur, tetapi halaman gula aren membedakannya: gula merah dijelaskan dari mayang atau bunga kelapa yang disadap, sedangkan gula aren dibuat dari nira tandan bunga jantan pohon enau.
Nira Enau dan Manis Kue Kepal
Enau, yang juga disebut aren, digambarkan halaman Wikipedia sebagai palma terpenting setelah kelapa karena serbaguna. Pohonnya bisa mencapai 20 sampai 30 meter, dan halaman itu menulis bahwa aren dilindungi undang-undang. Jadi gula di kue kepal berasal dari pohon yang statusnya lebih serius daripada yang kita kira.

Ketika Gula Aren Bertemu Tepung Beras
Filosofi di halaman Wikipedia menaruh gula aren pada urusan kekerabatan, sebab rasa manisnya melambangkan hubungan keluarga yang harmonis. Satu video ulasan makna simbolis bahkan menyebut gula merah sebagai lambang kehidupan yang harmonis. Dua sumber, dua istilah gula, satu pesan yang sama tentang rukun.
Kelapa Parut Segar: Itak Poul Poul Mandailing
Kelapa memberi tekstur dan rasa gurih. Halaman Wikipedia tentang kelapa menulis bahwa pohonnya bisa tumbuh setinggi 30 meter dan menghasilkan hingga 75 buah per tahun, meski umumnya kurang dari 30. Di kue ini, yang dipakai adalah dagingnya yang diparut.
Kelapa Parut dan Makna Kebermanfaatan Bersama
Filosofi di halaman Wikipedia memberi kelapa makna kebermanfaatan. Alasannya, pohon kelapa berbuah sepanjang tahun, dan daun serta batangnya pun berguna bagi masyarakat Mandailing. Harapannya, sesama manusia saling memberi manfaat. Cukup panjang untuk sebuah bahan yang di dapur sering hanya diperlakukan sebagai taburan.
Dari Mana Sebenarnya Kelapa Itu Bermula
Halaman kelapa menulis bahwa spesies ini berevolusi di Indo-Pasifik tengah dan didomestikasi oleh masyarakat Austronesia di Asia Tenggara Maritim. Mereka membawanya lewat pelayaran laut sebagai sumber makanan dan air yang mudah dibawa. Jadi butiran kelapa di kue kepal punya perjalanan yang jauh lebih panjang daripada jarak antara kebun dan dapur.
Sebutir Garam Penting: Itak Poul Poul Mandailing
Garam sering dianggap pelengkap, padahal di kue ini ia punya tempat dalam filosofi. Halaman Wikipedia memaknai asinnya garam sebagai pengingat bahwa hidup harus siap menghadapi hal yang tidak diharapkan. Alasannya sederhana: masakan terasa kurang kalau tidak mengandung garam.
Rasa Asin dan Sejarah Garam Panjang
Halaman garam menyebut bukti pengolahan garam paling awal berasal dari sekitar 6000 SM, ketika masyarakat di wilayah Rumania modern merebus air mata air. Garam juga diangkut lintas Laut Tengah dan Sahara. Sejarah sedalam itu, di kue kepal, dirangkum jadi satu sendok kecil yang gampang terlewat.
Jalur Garam dari Sibolga ke Panyabungan
Halaman Padangsidimpuan mencatat bahwa dulu kota itu tempat singgah pedagang ikan dan garam dari Sibolga menuju Panyabungan. Perdagangan garam, disebut sira, juga tercatat menggerakkan ekonomi kota. Garam dalam kue kepal, dengan kata lain, mungkin menempuh jalur dagang yang sama, walau itu dugaan saya.

Tanpa Cetakan Kepalan: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia menulis bahwa kue ini tidak memakai cetakan seperti kue lain. Sebagai gantinya, adonan dikepal dengan tangan. Kepalan itu bukan sekadar teknik. Filosofi di halaman yang sama menempatkannya sebagai simbol persatuan dan kekuatan, sesuatu yang sengaja dibuat berbentuk jari, bukan bentuk pabrik.
Mengapa Kepalan Tangan Berarti Persatuan Kuat
Halaman Wikipedia mengaitkan kepalan dengan dalihan na tolu, sistem kekerabatan yang dikenal masyarakat Mandailing. Kepercayaannya begini: kalau kita bersatu, kekuatan akan terwujud. Kepalan pun diperlakukan sebagai bahasa tubuh yang menyatukan banyak jari menjadi satu bentuk, dan satu bentuk menjadi satu hantaran.
Jejak Jari di Setiap Kue Kepal
Bekas jari itu sekaligus tanda tangan pembuatnya. Dua kue dari dua dapur hampir pasti tidak identik, sesuatu yang justru dihargai dalam tradisi hantaran. Tidak ada standar tinggi atau diameter dalam sumber yang saya baca, hanya bentuk kepalan orang dewasa, dan itu sudah cukup.
Mentah atau Kukus: Itak Poul Poul Mandailing
Di sinilah halaman Wikipedia diam paling lama. Ia tidak bilang apakah itak poul poul dimakan mentah, dikukus, atau disangrai. Sebuah video resep dari kanal Winar Ho menulis bahwa aslinya kue kepal khas Batak dimakan mentah dengan tepung buatan sendiri, tetapi pembuat videonya mengukusnya karena memakai tepung beras kemasan.
Tiga Cara Matang yang Saya Temukan
Dari video yang saya baca deskripsinya, ada tiga pola. Pertama, tepung yang dikukus lebih dulu lalu dicampur air hangat, kelapa, dan gula. Kedua, adonan yang dikepal lalu dikukus. Ketiga, adonan mentah yang langsung dimakan. Halaman Wikipedia tidak memilih satu pun, dan saya tidak akan berpura-pura memilihkan.
Kata Gurgur dan Sebutan Kue Mentah
Dua video itak gurgur, dari kanal berbeda, memakai kata kue mentah tradisional Batak di judulnya. Halaman itak gurgur memang menulis bahwa setelah dicetak dengan tangan kue itu siap dihidangkan, dan dapat dikukus bila ingin. Jadi kata mentah punya dasar, hanya saja untuk gurgur, bukan untuk poul poul.
Takaran dari Video: Itak Poul Poul Mandailing
Video dari kanal Dapur Kadeena, diunggah Juli 2019 dan ditonton sekitar 9.475 kali saat saya mengecek, memberi daftar takaran: 150 gram tepung beras, 150 gram kelapa parut, 100 gram gula merah yang boleh dikurangi, seujung sendok garam, dan daun pandan. Perbandingan tepung dan kelapanya satu banding satu.
Perbandingan Bahan Dalam Satu Tabel Ringkas
Tabel di bawah menyandingkan halaman itak poul poul dengan dua kerabatnya, plus dua video. Sel yang berbunyi tidak disebut berarti sumbernya tidak menuliskan, bukan berarti bahan itu tidak dipakai.
| Kue (itak poul poul Mandailing dan kerabat) | Tepung | Kelapa | Gula dan garam | Cara |
|---|---|---|---|---|
| Itak poul poul (halaman Wikipedia) | Tepung beras | Kelapa parut | Gula aren atau gula merah, garam | Dikepal tangan tanpa cetakan; takaran tidak disebut |
| Itak gurgur (halaman Wikipedia) | Itak, yaitu beras halus | Kelapa muda parut | Gula pasir | Dicetak tangan dengan sedikit air panas, boleh dikukus |
| Lampet (halaman Wikipedia) | Tepung beras | Kelapa parut | Parutan gula aren | Dibungkus daun pisang berbentuk limas, dikukus |
| Video resep, Juli 2019 | 150 g tepung beras | 150 g kelapa parut | 100 g gula merah, seujung sendok garam | Deskripsi memuat bahan dan daun pandan |
| Video pohul-pohul, Maret 2021 | 600 g tepung beras, dikukus dulu | 1 butir kelapa setengah tua | 100 g gula pasir, garam, vanili | Air hangat dan daun pandan |
Selisih Takaran Antara Dua Resep Video
Video pohul-pohul dari Dapur Bunda Ramily memakai 600 gram tepung beras yang dikukus lebih dulu, satu butir kelapa setengah tua, dan 100 gram gula pasir. Perbandingan tepung dan gulanya sangat jauh dari video pertama. Dua resep, dua ejaan, satu keluarga kue, dan tidak ada yang salah.
Empat Momen Adat: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia menyebut kue ini dulu sering ditemui di pasar tradisional dan kedai kopi, tetapi kini biasanya hanya muncul pada momen tertentu. Ada empat yang disebut: tamu yang datang bersilaturahmi, kelahiran seorang anak, hantaran keluarga mempelai laki-laki di pesta perkawinan, dan ritus memasuki rumah baru.
Silaturahmi dan Kelahiran Seorang Anak Baru
Halaman Wikipedia hanya menyebut dua momen ini sebagai saat kue disajikan, tanpa menjelaskan tata caranya, dan saya tidak akan mengarang urutan acara yang tidak tercatat. Yang bisa dipastikan hanya satu: kue sederhana ini dianggap pantas hadir di tengah kebahagiaan keluarga.
Ritus Memasuki Rumah Baru di Mandailing
Video ulasan makna simbolis juga menyebut kue ini dipakai saat memasuki rumah baru. Menariknya, video itak gurgur dari kanal lain bercerita tentang rumah pula: kue itu dibuat ketika tukang mulai memasang atap, agar pemilik rumah memiliki kekuatan penuh dan rezekinya meluap. Rumah dan kue tepung tampaknya sering bertemu.
Hantaran Keluarga Mempelai: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia menyebut itak poul poul sebagai hantaran oleh keluarga mempelai laki-laki saat pesta perkawinan. Detail itu penting, karena dalam dalihan na tolu setiap pihak punya sikap tertentu terhadap pihak lain. Sayangnya halaman kue tidak menjelaskan kepada pihak mana hantaran itu ditujukan, dan saya memilih tidak menebak.
Video Itak Poul Poul Bersantan Tapsel
Sebuah video bertajuk itak poul poul sama santan, diunggah Desember 2018 dan ditonton sekitar 1.700 kali, menulis satu kalimat: kue ini sering digunakan untuk mayattan boru di wilayah Tapanuli bagian selatan. Saya tidak menemukan arti mayattan boru di sumber lain, jadi kalimat itu saya kutip apa adanya.
Peran Boru dalam Adat Batak Selatan
Halaman dalihan na tolu menjelaskan boru sebagai anak perempuan kita, atau kelompok marga yang mengambil istri dari anak perempuan kita. Elek marboru berarti sikap membujuk dan mengayomi. Kalau video tadi benar menyangkut boru, kue kepal berada tepat di simpul hubungan itu, tetapi ini tafsiran saya dan bukan kutipan.
Pesta Dua Tokoh: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia memakai satu contoh modern: pesta perkawinan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu pada 2017, ketika berbagai penganan khas Mandailing disajikan, termasuk itak poul poul. Kahiyang Ayu adalah putri Presiden ketujuh Joko Widodo, dan Bobby berasal dari keluarga Batak Mandailing menurut halaman biografinya.
Tanggal dan Kota yang Tercatat Wikipedia
Halaman kue hanya menulis tahun 2017. Halaman Kahiyang Ayu mencatat pernikahan pada Rabu, 8 November 2017, di Gedung Graha Saba Buana, Solo. Apakah itak poul poul disajikan di acara itu atau di resepsi lain, halaman kue tidak merincinya, jadi saya hanya bisa menyebut tahunnya.
Kahiyang Ayu dan Jurusan Teknologi Pangan
Ada kebetulan kecil yang manis: Kahiyang Ayu kuliah di Teknologi Pangan Universitas Sebelas Maret dan skripsinya membahas sifat sensori cake ubi jalar. Seorang lulusan ilmu pangan menikah dalam pesta yang menyajikan kue tepung beras adat. Itu bukan bukti apa pun, hanya kebetulan yang enak diceritakan.
Makna Empat Bahan: Itak Poul Poul Mandailing
Filosofi di halaman Wikipedia memberi setiap bahan satu makna. Tepung beras berwarna putih, jadi pembuat atau pengantarnya diharapkan berhati bersih. Gula aren mewakili keharmonisan kekerabatan. Kelapa mewakili kebermanfaatan. Garam mewakili kesiapan menghadapi hal yang tidak diharapkan. Empat bahan, empat pelajaran, satu gerakan tangan.
Versi Video dari Filosofi Bahan Itu
Video ulasan makna simbolis, yang ditonton sekitar 60 kali, menulis versi lain: gula merah melambangkan kehidupan harmonis, tepung beras melambangkan kesederhanaan sekaligus hati yang suci, dan kepalan mempererat persaudaraan. Kelapa dan garam tidak disebut di deskripsinya. Jadi tafsir bergeser sedikit dari sumber ke sumber.
Kenapa Tafsir Makna Bisa Berbeda-beda Begitu
Filosofi kue adat jarang ditulis dalam satu buku baku. Ia diwariskan lewat cerita orang tua, lalu ditulis ulang oleh peneliti, guru, dan pembuat video. Perbedaan kecil seperti hati bersih atau hati suci adalah tanda tradisi yang hidup, bukan tanda salah satu sumber keliru.

Tungku Tiga Kaki: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia menghubungkan kepalan dengan dalihan na tolu, yang secara harfiah berarti tungku yang tiga. Tiga tungku itu adalah somba marhulahula, elek marboru, dan manat mardongan tubu. Halaman dalihan na tolu menjelaskan bahwa tungku berkaki tiga dipilih karena membutuhkan keseimbangan mutlak: kalau satu kaki rusak, tungku tidak bisa dipakai.
Tiga Tungku Melawan Empat Bahan Kue
Saya tidak mengklaim ada hubungan hitung-hitungan di sini, hanya mencatat bahwa filosofi kue ini meminjam kerangka kekerabatan yang jumlahnya tiga, lalu membaginya ke empat bahan. Kerangka itu longgar, dan justru karena longgar ia bisa menampung tafsir dari dapur mana pun.
Dalian Na Tolu Versi Mandailing Angkola
Halaman Suku Batak mencatat bahwa keenam puak menyebut falsafah ini dengan bunyi berbeda. Batak Toba menulis Dalihan Na Tolu, sedangkan Batak Angkola dan Mandailing menulis Dalian Na Tolu. Sama seperti poul dan pohul, perbedaan satu huruf itu memisahkan kelompok tanpa memisahkan maknanya.
Peta Tiga Daerah: Itak Poul Poul Mandailing
Kalau dipetakan, Mandailing Natal berada di selatan Sumatera Utara dan berbatasan langsung dengan Sumatera Barat, Padangsidimpuan adalah kota terbesar di wilayah Tapanuli, dan Tapanuli Selatan beribu kota di Sipirok. Ketiganya sudah lama terpisah secara administratif, tetapi halaman kue tetap menyebutnya sebagai satu keluarga asal.

Angka Penduduk Tiga Daerah Itu Sekarang
Mandailing Natal berpenduduk 505.360 jiwa pada akhir 2024 di 6.134 kilometer persegi. Padangsidimpuan 240.067 jiwa pada pertengahan 2024 di 114,66 kilometer persegi. Tapanuli Selatan 322.377 jiwa pada 2024. Kalau digabung, kue ini berasal dari kawasan sekitar satu juta jiwa, dengan luas wilayah yang sangat tidak merata.
Pemekaran yang Memisahkan Satu Rumah Lama
Mandailing Natal dibentuk lewat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1998 dan diresmikan pada 23 November 1998. Kota Padangsidimpuan menjadi daerah otonom lewat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2001. Tapanuli Selatan kemudian dimekarkan lagi menjadi Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. Yang mungkin tetap satu hanyalah kebiasaan di dapurnya.
Mandailing Bukan Angkola: Itak Poul Poul Mandailing
Di halaman kue, nama bahasanya Mandailing, tetapi Padangsidimpuan dan Tapanuli Selatan menurut halaman masing-masing dihuni terutama Batak Angkola. Halaman Tapanuli Selatan menulis bahwa Angkola dan Mandailing sering disamakan padahal berbeda. Jadi kue bernama Mandailing itu, di dua dari tiga daerah asalnya, mungkin lebih sering dibuat tetangga yang bukan Mandailing.
Logat Mandailing Angkola dan Toba Berbeda
Halaman Bahasa Mandailing menyebut pengucapannya lebih lembut daripada Angkola, bahkan daripada Toba. Halaman Suku Angkola mengulang urutan itu: Angkola lebih lembut dari Toba, tetapi lebih tegas dari Mandailing. Kalau kamu mendengar orang menyebut poul atau pohul, telinga terlatih mungkin bisa menebak asalnya, walau ini hanya dugaan.
Dua Suku yang Sering Berbagi Dapur
Halaman Mandailing Natal menyebut bahasa, baju adat pernikahan, dan rumah adat Angkola serta Mandailing sangat mirip, dan halaman Suku Angkola menyebut keduanya mengenal dalihan na tolu. Kemiripan itu masuk akal sebagai alasan kue ini disebut milik tiga daerah sekaligus. Batasnya cair, dan kue tidak pernah membawa paspor.
Label Batak Diperdebatkan: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia tentang kue ini menyebut bahasanya Batak Mandailing. Padahal halaman Suku Mandailing memuat bagian Kontroversi: pelabelan Batak terhadap etnis Mandailing umumnya tidak dapat diterima oleh sebagian orang dari etnis ini. Mereka menilai punya ikatan darah, bahasa, aksara, sistem sosial, dan adat sendiri, walau sebagian tetap mengakui dirinya Batak.
Kebijakan Kolonial Menurut Wikipedia Berbahasa Inggris
Halaman berbahasa Inggris tentang Mandailing menulis bahwa penjajahan Belanda memasukkan Mandailing sebagai subkategori Batak lewat kebijakan wedge untuk menciptakan negara penyangga non-Muslim. Akibatnya, kata halaman itu, orang Mandailing terbelah antara identitas Batak-Mandailing di Indonesia dan Melayu-Mandailing di Malaysia. Itu klaim satu sumber, bukan kata akhir.
Sensus 2010 dan Enam Puak Batak
Halaman Suku Batak mencatat 8.446.969 jiwa pada sensus 2010, atau 3,58 persen penduduk Indonesia, dan memasukkan Angkola, Karo, Mandailing, Pakpak, Simalungun, dan Toba sebagai puak. Halaman yang sama mencatat penolakan sebagian orang Karo, Mandailing, dan Pakpak. Kue kita berdiri persis di garis debat itu, dan tidak perlu memihak untuk dinikmati.
Panyabungan dan Madina: Itak Poul Poul Mandailing
Ibu kota Mandailing Natal adalah Kecamatan Panyabungan, yang berpenduduk 95.557 jiwa pada 2021 dengan 99,46 persen beragama Islam menurut halaman Wikipedia. Kabupatennya sendiri memuat 23 kecamatan, 27 kelurahan, dan 377 desa, dengan hari jadi 9 Maret. Angka-angka ini membantu membayangkan luasnya dapur yang memelihara kue kepal.

Islam dan Kue Adat di Madina
Halaman Kabupaten Mandailing Natal mencatat 95,94 persen penduduknya beragama Islam pada data Kementerian Dalam Negeri 2023, dan halaman Suku Mandailing menyebut pengaruh Kaum Padri pada abad ke-19. Bahan kue kepal ini tidak memuat yang dipermasalahkan, sehingga aman dihidangkan untuk tamu dari agama mana pun. Itu kesimpulan saya dari daftar bahannya, bukan keterangan sumber.
Tiga Puluh Pasar Tempat Kue Dijual
Halaman Mandailing Natal menyebut ada 30 pasar: satu kelas I di Panyabungan, satu kelas II di Kotanopan, dan 28 kelas III yang tersebar di 22 kecamatan. Halaman kue bilang dulu itak poul poul sering dijumpai di pasar tradisional. Ke pasar mana persisnya tidak disebut, tetapi peta pasarnya setidaknya sudah ada. Halaman Suku Mandailing menyebut pemukiman pertama etnis ini diperkirakan berada di sepanjang Sungai Batang Gadis, yang berhulu di Gunung Kulabu.

Kota Salak Padangsidimpuan: Itak Poul Poul Mandailing
Padangsidimpuan dijuluki Kota Salak karena dikelilingi perbukitan yang menjadi kebun salak. Namanya berasal dari padang na dimpu dalam bahasa Angkola, yaitu hamparan luas di tempat tinggi. Halaman kotanya mencatat penduduk 240.067 jiwa pada pertengahan 2024 dan menyebut bahasa sehari-harinya Angkola, bukan Mandailing.

Ibu Kota Keresidenan Tapanuli Tahun 1883
Halaman Padangsidimpuan mencatat kota ini menjadi ibu kota Keresidenan Tapanuli pada 1883 sampai 1906, sebelum dipindahkan ke Sibolga. Kemudian statusnya naik menjadi kota administratif lewat Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1982 dan kota otonom lewat undang-undang tahun 2001. Kota sepenting itu tentu punya pasar dan kedai kopi yang ramai.
Soekarno dan Pidato di Pasar Batu
Halaman kota menulis bahwa setelah kunjungan Mohammad Hatta pada 1948, Presiden Soekarno datang dan berpidato di dua tempat: Pasar Batu dan sebuah lapangan yang kini menjadi Masjid Raya Al-Abror. Pasar yang sama mungkin pernah menjual kue kepal, tetapi tidak ada sumber yang menghubungkan keduanya, jadi ini hanya bayangan.
Tapsel dan Sipirok: Itak Poul Poul Mandailing
Kabupaten Tapanuli Selatan, disingkat Tapsel, beribu kota di Sipirok dan berpenduduk 322.377 jiwa pada 2024 menurut halaman Wikipedia. Mottonya Sahata Saoloan, artinya seiya sekata. Halaman itu menyebut rumah adat Batak Angkola bernama Bagas Godang, rumah panggung berwarna hitam beratap ijuk, dan hasil pertaniannya meliputi kopi, padi, salak, karet, kelapa, dan kemiri.

Kelapa dan Padi di Tapanuli Selatan
Halaman Tapanuli Selatan menyebut petani dan pekebun sebagai mata pencaharian umum, dengan hasil terkenal seperti padi dan kelapa. Dua dari empat bahan itak poul poul, yaitu beras dan kelapa, tumbuh di kabupaten itu sendiri. Untuk kue adat, bahan lokal semacam ini adalah pengingat bahwa dapur dan ladang berdekatan.
Bagas Godang dan Rumah Besar Kekerabatan
Bagas Godang secara harfiah berarti rumah besar, dan halaman Tapanuli Selatan menyamakannya dengan Ruma Bolon milik Batak Toba. Foto rumah adat Mandailing di Panyabungan Tonga dari Wikimedia Commons ada di bawah. Rumah semacam ini tempat yang masuk akal untuk hantaran, tetapi tidak ada sumber yang menyebutnya.

Saudara Batak Toba: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia tentang Batak Toba mencantumkan pohulpohul di antara hidangannya. Halaman lampet menulis bahwa pembuatan lampet mirip dengan pohul pohul dan ombus ombus, sehingga ketiganya berkerabat dalam keluarga kue tepung beras, kelapa, dan gula. Halaman itak gurgur bahkan membandingkannya dengan kozhukkatta dari masakan Tamil.
Lampet Dibungkus Daun Pisang Berbentuk Limas
Lampet dibuat dari tepung beras, kelapa parut, dan parutan gula aren, lalu dibungkus daun pisang berbentuk limas dan dikukus. Halaman lampet menyebut empat varian: tepung ketan, campuran ketan dan beras, ubi ungu, dan isi kacang merah. Untuk sekitar 40 buah diperlukan 250 gram tepung beras dan 100 gram kelapa parut. Kue tepung beras dari Kalimantan Selatan pun banyak, seperti kue cucur Banjar dan kue balikuhai.
Kue Ombus-ombus Siborongborong dan Arti Tiup-tiup
Ombus ombus, menurut halaman Wikipedia, berasal dari bahasa Batak Toba dan berarti tiup-tiup, karena kue yang sering disajikan panas itu harus ditiup dulu. Ia dibuat dari tepung beras, tepung ketan, dan kelapa parut dengan gula merah di tengahnya, dan populer di Siborongborong, Tapanuli Utara.

Kedai Kopi Mandailing: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia bilang dulu kue ini sering ditemui di kedai kopi. Itu cocok dengan sejarah panjang kopi mandailing. Halamannya mencatat Belanda masuk lewat Pelabuhan Natal pada 1833, mendatangkan bibit kopi dari Jawa pada 1835, dan membuat pembibitan di Tano Bato, Panyabungan Selatan, pada 1840.

Kopi Tanam Paksa dan Jalur Pikul
Lewat sistem Tanam Paksa, bibit disebar ke Pakantan dan daerah Angkola. Halaman itu mencatat tahun 1848 ada 2.800.000 batang kopi dengan produksi 9,3 ton, dan biji dipikul dari Tanobato ke Natal dalam perjalanan pulang pergi sekitar 15 hari. Pada 1886 jalur pengangkutan dialihkan ke Pelabuhan Sibolga.
Kopi Paling Mahal dan Kue Sederhana
Halaman kopi mandailing mengutip buku William H. Ukers tahun 1922 yang menggambarkan kopi Mandailing sebagai yang paling bagus dan termahal di pasar internasional, dengan harga 79 florin per pikul pada 1875. Di kedai kopi lokal, pendampingnya justru kue tepung beras yang murah dan sederhana. Itu sekadar dugaan dari dua halaman yang tidak saling menyebut.
Katanya Terancam Punah: Itak Poul Poul Mandailing
Halaman Wikipedia menyebut keberadaan itak poul poul sebagai budaya sudah langka dan statusnya terancam punah. Karena itu pada 2018 pemerintah lewat Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, menetapkannya sebagai warisan budaya takbenda Indonesia asal Sumatera Utara. Penetapan dilakukan di Jakarta, menindaklanjuti usulan Balai Pelestarian Nilai Budaya wilayah Sumatera bagian utara.
Satu dari 225 Penetapan Tahun 2018
Halaman Warisan Budaya Takbenda Indonesia mencatat bahwa sampai 2018 sudah ada 819 karya budaya yang ditetapkan, dan tahun 2018 sendiri menyumbang 225 karya. Jadi itak poul poul adalah satu dari ratusan penetapan tahun itu. Penetapan, kata halaman yang sama, diusulkan pemerintah daerah bekerja sama dengan komunitas adat. Kue ritual lain dengan urusan pencatatan serupa saya bahas di tambak pulut Paser.
Langka di Halaman, Ramai di Video
Kontrasnya menarik. Halaman kue menyatakan langka, sementara pencarian video menghasilkan 58 judul yang memuat itak, poul, pohul, atau gurgur dari 87 judul unik. Dari 58 judul itu, 21 memakai ejaan poul poul. Langka tidak sama dengan tidak terlihat, dan tidak terlihat tidak sama dengan tidak dimasak.
Video Tugas Sekolah: Itak Poul Poul Mandailing
Di antara judul video yang saya kumpulkan, beberapa jelas berasal dari kelas: tutorial itak poul poul untuk tugas sekolah, resep ala siswa SMA Negeri 2 Padangsidimpuan, tugas prakarya kelas XII di MAN 1 Madina, dan video pohul-pohul khas Mandailing dari kelas 9.2 menurut judulnya. Kue yang dianggap langka ini sedang diajarkan lewat tugas.
Lomba Peserta 01 dan Tugas Kuliah
Satu video berjudul Peserta 01 menampilkan itak poul-poul Mandailing, tampaknya sebuah lomba, walau deskripsinya tidak menjelaskan. Satu video lain, itak poul-poul dan pokat kocok Medan, tertulis sebagai tugas mata kuliah pengolahan kue dan minuman Indonesia. Dua contoh itu menunjukkan kue ini muncul di ruang lomba dan ruang kuliah.
Kutipan Wikipedia di Kolom Deskripsi Video
Deskripsi satu video dari Oktober 2022 menempelkan paragraf pembuka halaman Wikipedia hampir persis, dari nama daerah sampai arti itak dan poul. Jadi Wikipedia bukan hanya rujukan penulis, tetapi juga sumber narasi bagi video yang ditonton sedikit orang. Dua video lain yang judulnya memuat kata Poul ternyata membahas ayam rebus Haiti, jadi ejaan pendek ini memang gampang tertukar.
Cara Menikmati Sekarang: Itak Poul Poul Mandailing
Saya tidak menemukan nama warung atau toko yang menjual itak poul poul, dan tidak akan mengarang satu pun. Cara paling jujur untuk mencicipinya adalah bertanya pada keluarga Mandailing atau Angkola di sekitarmu, atau datang ke pasar di Panyabungan atau Padangsidimpuan dan menanyakan langsung kepada penjual kue tradisional.
Rencana Perjalanan Singkat ke Tanah Mandailing
Kalau kamu ingin menjelajah Mandailing Natal, Padangsidimpuan, atau Tapanuli Selatan, cara termudah adalah lewat open trip yang terorganisir. Platform seperti Kumbaya.id menyediakan berbagai pilihan trip outdoor dengan jadwal, harga, dan itinerary yang transparan, jadi kamu bisa fokus mencari kue kepal di pasar daripada mengurus logistik. Kalau lewat Medan, ada dua kuliner Sumatera Utara lain yang pernah saya tulis: bika ambon Medan dan mie rebus Tebing Tinggi.
Bertanya di Pasar dengan Dua Ejaan
Kalau bertanya, sebut nama kue lengkap dengan dua ejaannya, poul dan pohul, dan tambahkan kata itak. Bawa juga ekspektasi yang lentur: yang kamu temukan bisa berupa kue kepal mentah, kue kukus, atau lampet dibungkus daun pisang. Ketiganya berkerabat, dan bertanya dengan sopan biasanya membuka percakapan yang lebih baik daripada mencari di daftar menu.
Kesimpulan Kue Kepal: Itak Poul Poul Mandailing
Jadi, apa sebenarnya itak poul poul Mandailing? Ia kue kepal empat bahan yang namanya punya dua ejaan, asalnya tersebar di tiga daerah dengan dua suku, labelnya diperdebatkan, statusnya terancam punah, tetapi dapurnya masih ramai di video sekolah. Halaman rujukan tidak memberi resep, jadi resep dari video dan tafsir dari keluarga saling mengisi.
Ringkasan Sembilan Rahasia yang Baru Terbuka
Sembilan hal yang bisa kamu bawa pulang: dua ejaan, dua arti kata itak, empat bahan tanpa takaran, tiga cara matang, empat momen adat, tiga daerah asal, satu label yang diperdebatkan, satu penetapan 2018, dan satu ladang video tugas sekolah. Semuanya bisa dicek ke sumbernya, dan itu kekuatan kisah kue ini.
Ajakan Menjelajah Kuliner Tapanuli dan Mandailing
Mau ikut open trip yang terorganisir dan aman? Temukan berbagai pilihan trip outdoor di Kumbaya.id. Dan buat kamu penyelenggara trip, platform ini juga menyediakan sarana untuk kelola trip, peserta, dan pembayaran online, semua dalam satu tempat.



































